Misteri Hilangnya Game Pinball Legendaris dari Windows Akhirnya Terungkap - Kompas
KOMPAS.com - Tahukah kalian bahwa 3D Pinball: Space Cadet, game mesin pinball yang dulu jadi hiburan andalan di Windows, sebenarnya hilang bukan karena alasan hukum, melainkan bug teknis yang tak kunjung terpecahkan?
Cerita ini diungkap Raymond Chen, insinyur Microsoft yang sudah bekerja lebih dari 30 tahun di perusahaan tersebut, lewat blog pribadinya, The Old New Thing.
Chen pertama kali membahas soal ini pada 2012, lalu melengkapi ceritanya dengan detail soal lisensi pada 2018 dan detail tambahan pada 2022.
Baca juga: Awal Mula USB-A dan Mengapa Kita Sering Terbalik Memasangnya
Game 3D Pinball: Space Cadet pertama kali hadir bersama Microsoft Plus, paket tambahan untuk Windows 95 yang dirilis pada 24 Agustus 1995. Game ini kemudian terus dibundel di setiap versi Windows berikutnya.
Pemain Judi Online Sulit Menang? Begini Cara Algoritma Bekerja Menjebak Pemain
Windows XP menjadi versi terakhir yang masih menyertakan Pinball. Sejak Windows Vista, game ini resmi hilang dan tidak pernah kembali secara resmi hingga sekarang.
Baca Juga :
Menurut Chen, penyebab hilangnya Pinball berawal saat tim Windows memindahkan Windows XP ke arsitektur 64-bit. Saat proses ini berlangsung, muncul bug serius, bola pinball yang seharusnya meluncur dari plunger di awal permainan justru jatuh menembus plunger dan keluar dari bawah meja.
Baca juga: Gamer PC Lebih Suka Windows 10 daripada Windows 11
Chen menggambarkan kelakuan bola tersebut layaknya "hantu yang menembus setiap benda yang dilewatinya". Alhasil, game ini jadi sama sekali tidak bisa dimainkan.
Masalahnya, kode program Pinball ditulis oleh perusahaan pihak ketiga bertahun-tahun sebelumnya, nyaris tanpa dokumentasi. Bagian kode yang mengurus deteksi tabrakan pun tidak berhasil ditemukan timnya.
"Kami tidak sanggup menghabiskan waktu berhari-hari mempelajari kode itu, hanya untuk mencari tahu kesalahan pembulatan bilangan floating point macam apa yang menyebabkan deteksi tabrakan gagal berfungsi," ujar Chen.
Baca juga: Perusahaan Bimbel Online Bangkrut gara-gara ChatGPT
Dengan jutaan baris kode lain yang masih harus dikonversi dan tenggat rilis yang kian mepet, tim akhirnya memutuskan mencoret Pinball dari Windows XP 64-bit.
Kesalahan pembulatan bilangan floating point yang dimaksud Chen sendiri sebenarnya adalah jenis bug klasik dalam pemrograman, di mana komputer salah membulatkan angka desimal saat melakukan perhitungan matematis.
Dalam kasus Pinball, kesalahan sekecil apa pun pada perhitungan posisi bola bisa membuat sistem deteksi tabrakan gagal total, sehingga bola tak lagi "membentur" apa pun di meja permainan.
Baca juga: Kabar Baik buat Laptop RAM 8 GB, Microsoft Mengalah Rombak Windows 11
Sempat dioprek Chen sendiri
Yang menarik, jauh sebelum insiden ini, Chen justru sempat "menyelamatkan" Pinball. Kode aslinya ternyata tidak memiliki pembatas frame rate, sehingga di perangkat yang lebih modern, game ini bisa me-render lebih dari satu juta frame per detik dan menghabiskan 100 persen kapasitas prosesor.
Chen kemudian menambahkan batas 120 frame per detik pada kode Pinball, yang berhasil menekan pemakaian prosesor dari 100 persen menjadi hanya 1 persen.
Bagi Chen sendiri, keputusan mencoret Pinball dari Windows XP 64-bit disebut sebagai salah satu dari sedikit keputusan di era kerjanya di tim Windows XP yang masih membuatnya sedih hingga kini.
Baca juga: Cerita di Balik Wallpaper Ikonik Windows 10, Dibuat dengan Cara Tak Biasa
Lisensi yang mengunci nasib Pinball
Space Cadet sendiri sebenarnya cuma satu dari sekian meja pinball dalam game Full Tilt! Pinball, yang dirilis pada 1995 oleh Cinematronics dan Maxis. Microsoft saat itu hanya membeli lisensi untuk meja Space Cadet.
Lisensi tersebut pun sangat terbatas. Microsoft hanya diizinkan membundel Space Cadet bersama Windows dan paket Plus, tanpa hak untuk merilisnya secara terpisah atau membagikan kode sumbernya.
Batasan inilah yang belakangan menghalangi upaya tim Microsoft Garage yang sempat berniat menghidupkan kembali Pinball. Setelah ditinjau tim legal, aturan lisensi lama itu ternyata masih mengikat.
Kondisi ini makin rumit setelah Cinematronics dan Maxis diakuisisi Electronic Arts (EA). Alhasil, hak atas Space Cadet kini ada di tangan EA, membuat peluang comeback resmi Pinball ke Windows semakin tipis.

Lihat Foto
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Setelah 74 Tahun, Pesawat Pan Am yang Jatuh di Samudra Atlantik Akhirnya Ditemukan