Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bansos Berita Featured Gadget Judi Online Kasus Pekalongan Smartphone Spesial

    Tak Punya HP dan Buta Huruf Lansia di Pekalongan Dicoret dari Bansos karena Judol - Reqnews

    4 min read



    Home News Profil Leisure Fokus Tips ReqTV Galeri Indeks Masuk

    News

    Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:00

    PEKALONGAN, REQnews - Keluarga pasangan lansia, Darmi (63) dan Dayat (77), di Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, tengah mempertanyakan hilangnya bantuan sosial yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan hidup mereka.

    Hampir satu tahun, bansos yang biasanya diterima keluarga tersebut tak lagi cair. Kondisi ini menjadi persoalan serius bagi Darmi dan Dayat karena bantuan tersebut selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memastikan persediaan beras tetap ada di rumah.

    Yang membuat keluarga ini semakin mempertanyakan penghentian bantuan adalah alasan pencoretan mereka dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Keluarga Dayat disebut perangkat desa masuk dalam desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, tetapi justru terhapus dari daftar penerima karena terindikasi menggunakan bantuan untuk judi online (judol).

    Padahal, kondisi Dayat dinilai tidak memungkinkan dirinya terlibat dalam aktivitas tersebut. Lansia berusia 77 tahun itu disebut tidak pernah memiliki telepon seluler, bahkan tidak dapat membaca dan menulis karena tidak pernah mengenyam pendidikan di sekolah.

    Perangkat Desa Kayugeritan, Neli Setyowati, mengatakan pihaknya kemudian mengajukan sanggahan atas pencoretan Dayat. Dari sekitar 18 penerima bansos di wilayah tersebut yang dicoret karena terindikasi judi online, keluarga Dayat menjadi salah satu yang secara khusus dipersoalkan oleh pihak desa.

    "Kami sanggah, Pak Dayat, karena memang betul-betul orang tidak mampu. Kebetulan kita cek juga desilnya 1," ungkap Neli, saat mengunjungi rumah Dayat didampingi pendamping PKH desa, Jumat pagi.

    Menurut Neli, kondisi kehidupan Dayat semakin memperkuat alasan pihak desa untuk mempertanyakan indikasi judi online tersebut. Selain tidak bersekolah, Dayat juga memiliki keterbatasan dalam kemampuan dasar membaca dan menulis.

    "Beliau itu SDM rendah, ngapunten, untuk pendidikan saja tidak bersekolah, membaca tulis saja tidak bisa."

    Neli menegaskan bahwa Dayat bahkan tidak memiliki telepon seluler yang dapat digunakan untuk mengakses aktivitas digital. "HP saja tidak memegang," tegas Neli.

    Atas kondisi tersebut, pihak desa menilai perlu dilakukan klarifikasi lebih lanjut terkait dasar pencoretan keluarga Dayat dari daftar penerima bansos. Terlebih, keluarga lansia tersebut dinilai masih sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

    Redaktur : Giftson Ramos Daniel

    bansos

    lansia

    judol

    REQ Home
    REQ Home
    REQcomm Strategic Consultant
    REQcomm Strategic Consultant

    Berita Terkait

    Berita Rekomendasi

    Komentar
    Additional JS