Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Featured Gadget Meta Spesial

    7 Produk Baru Meta, dari Kacamata Pintar Tanpa Kamera sampai Tamagotchi AI - Kompas

    14 min read

     


    KOMPAS.com - Meta resmi memperkenalkan sederet perangkat baru dalam acara tahunan Meta Connect 2026 yang digelar pekan ini.

    Bintang utamanya adalah Meta VR Glasses, perangkat realitas virtual (VR) berbentuk kacamata dengan bobot sekitar 100 gram.

    Perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu juga memboyong dua kacamata pintar Ray-Ban Meta baru, salah satunya tanpa kamera sama sekali.

    Tak hanya kacamata, Meta turut mengenalkan perangkat mungil bernama Muse Charm mirip tamagotchi. Bentuknya seukuran gantungan kunci dan menjadi "rumah" bagi Muse, agen kecerdasan buatan (AI) personal milik Meta.

    Euforia Gerhana Matahari Total, Kacamata hingga Penerbangan Khusus Jadi Buruan

    Pada acara yang sama, Meta menambah fitur baru untuk Meta Ray-Ban Display. Meta pun memperkenalkan fitur peningkat pendengaran yang mengubah kacamata pintar menjadi alat bantu dengar.

    Berikut daftar produk yang dirilis Meta di Meta Connect 2026.

    1. Meta VR Glasses

    Bentuk Meta VR Glasses lebih mirip kacamata tebal ketimbang headset VR seperti Meta Quest. 

    Kacamata seberat 100 gram itu sama sekali tidak dibekali prosesor. Isinya hanya sensor dan kamera pelacak tangan, mata, serta wajah, ditambah dua layar micro-OLED.

    Semua komponen berat dipindahkan ke modul terpisah berbentuk cakram seberat 300 gram, kira-kira seukuran dua ponsel yang ditumpuk.

    Di dalam modul inilah baterai, chip Qualcomm Snapdragon Reality Elite, RAM 12 GB, memori internal 128 GB, dan slot microSD.

    Modul dan kacamata tersambung lewat kabel fiber optic dan lentur yang mengalirkan data sekaligus daya listrik ke kacamata. Baterainya diklaim tahan hingga tiga jam pemutaran video.

    Meta VR Glasses seberat 100 gram itu sama sekali tidak dibekali prosesor. Isinya hanya sensor dan kamera pelacak tangan, mata, serta wajah, ditambah dua layar micro-OLED. Semua komponen berat dipindahkan ke modul terpisah berbentuk cakram seberat 300 gram, kira-kira seukuran dua ponsel yang ditumpuk. Di dalam modul inilah baterai, chip Qualcomm Snapdragon Reality Elite, RAM 12 GB, memori internal 128 GB, dan slot microSD.

    Lihat Foto

    Di sektor layar, Meta VR Glasses mengusung dua panel micro-OLED beresolusi 2.412 x 2.288 piksel per mata dengan refresh rate 120 Hz. Meta memasarkan gabungan keduanya sebagai layar 5K. Layarnya mendukung HDR dan Dolby Vision, serta mengantongi sertifikasi IMAX Enhanced.

    Pengguna bisa mengendalikan perangkat ini dengan gerakan tangan, mata, dan suara, tanpa perlu controller. Bagi yang tetap ingin memakai controller, pemilik Meta Quest 3 bisa langsung menyambungkan controller Touch Plus bawaan headset mereka ke perangkat baru ini.

    Meta menyebut ada 75 game yang siap dimainkan saat perangkat meluncur tahun depan. Salah satunya Beat Saber versi baru dengan mode "Flux". Game dan aplikasi Meta Quest 3 tetap bisa dijalankan di perangkat ini.

    Untuk hiburan, Meta menggandeng sejumlah layanan streaming seperti Prime Video, YouTube, Disney+, HBO Max, Peacock, Crunchyroll, dan Paramount+. Meta menjanjikan lebih dari 100 siaran olahraga langsung lewat kerja sama dengan ESPN, MLB, NBC Sports, TNT Sports, dan UFC.

    Perangkat ini bisa pula dipakai sebagai layar kerja untuk komputer Windows dan Mac, lengkap dengan keyboard dan touchpad virtual yang dikendalikan lewat gerakan tangan.

    Meta VR Glasses dibanderol 1.299,99 dollar AS (sekitar Rp 23,4 juta). Penjualannya baru dimulai sekitar Maret-Mei 2027.

    Baca juga: Meta Rilis VR Glasses, Pesaing Apple Vision Pro dengan Bobot Lebih Ringan

    Meta VR Glasses

    Lihat Foto

    2. Ray-Ban Meta (Gen 3)

    Ray-Ban Meta generasi ketiga tampil lebih ramping. Kameranya masih 12 MP, tetapi kini mampu merekam video beresolusi 3K.

    Enam mikrofon di bingkainya diklaim mampu meredam lebih dari 90 persen suara bising di sekitar pengguna. Daya tahan baterainya diklaim mencapai sembilan jam, atau satu jam lebih lama dibanding Ray-Ban Meta (Gen 2) yang dirilis pada Connect tahun lalu.

    Meta menyematkan tombol khusus untuk memanggil Meta AI. Ray-Ban Meta (Gen 3) tersedia dalam tiga model bingkai, yaitu Aviator, Zena, dan Wayfarer, dengan total 27 kombinasi warna dan lensa.

    Ray-Ban Meta (Gen 3) turut membawa foto dinamis, lampu LED penanda perekaman, dan perekaman video dengan audio spasial Dolby Atmos 360 derajat.

    Kacamata ini sudah bisa dibeli di AS sejak Rabu dengan harga mulai 449 dollar AS (sekitar Rp 8,1 juta).

    Ray-Ban Meta berkamera gen 3.

    Lihat Foto

    Baca juga: 7 Kacamata Berkamera Selain Meta Ray-Ban, Bisa Rekam Video FPV

    3. Ray-Ban Meta Audio

    Ray-Ban Meta Audio dirancang untuk mendengarkan musik dan podcast, menelepon, serta mengobrol dengan asisten AI tanpa perlu memegang ponsel.

    Tanpa kamera, bobotnya hanya 43 gram. Meta menyebutnya sebagai kacamata AI paling ringan dan paling ramping yang pernah dibuat perusahaan.

    Baterainya diklaim tahan hingga 12 jam sekali isi, dengan tambahan daya hingga 48 jam dari kotak pengisi daya bawaannya.

    Ray-Ban Meta Audio hadir dalam dua model bingkai, yakni Clubmaster dan Burbank, dengan 23 kombinasi warna dan lensa. Bingkainya bisa dipasangi lensa minus atau plus sesuai resep dokter.

    Pemesanan Ray-Ban Meta Audio sudah dibuka dengan harga mulai 349 dollar AS (sekitar Rp 6,3 juta). Pengirimannya dimulai 13 Oktober 2026.

    Baca juga: Kacamata Pintar Ray-Ban Meta Audio Tanpa Kamera Meluncur

    Ray-Ban Meta tanpa kamera.

    Lihat Foto

    4. Meta Glasses edisi Adventurer

    Selain lewat merek Ray-Ban dan Oakley, Meta juga menjual kacamata pintar dengan mereknya sendiri, Meta Glasses.

    Lini ini pertama kali meluncur pada Juni 2026 dalam tiga model bingkai, yaitu Adventurer, Fury, dan Meta Glasses by Kylie, seharga mulai 299 dollar AS (sekitar Rp 5,4 juta).

    Pada Connect 2026, Meta memperkenalkan edisi Adventurer baru dengan bingkai hitam dan lensa abu-abu. Meta menyebutnya sebagai Meta Glasses paling terjangkau sejauh ini.

    Berbeda dari Ray-Ban Meta Audio, kacamata ini tetap dibekali kamera. Kameranya beresolusi 12 MP dan bisa merekam video 3K, setara Ray-Ban Meta (Gen 3). Baterainya diklaim tahan lebih dari delapan jam, dengan tambahan daya hingga 40 jam dari kotak pengisi dayanya.

    Ada pula edisi terbatas Fury dengan bingkai transparan dan lensa cermin.

    Warna Ivory ditambahkan untuk koleksi kolaborasi dengan Kylie Jenner. Pada kesempatan yang sama, Meta mengumumkan kolaborasi baru bersama Lisa dari grup K-pop Blackpink.

    Meta Glasses edisi Adventurer dibanderol mulai 249 dollar AS (sekitar Rp 4,5 juta). Harga ini lebih murah dari Ray-Ban Meta Audio maupun Ray-Ban Meta (Gen 3). Kacamata ini mulai tersedia 23 Oktober 2026.

    Selain lewat merek Ray-Ban dan Oakley, Meta juga menjual kacamata pintar dengan mereknya sendiri, Meta Glasses. Pada Connect 2026, Meta memperkenalkan edisi Adventurer dengan bingkai hitam dan lensa abu-abu.

    Lihat Foto

    Baca juga: Trio Meta Glasses Resmi, Kacamata Pintar AI dengan Harga Lebih Murah

    5. Meta Ray-Ban Display

    Kacamata pintar berlayar Meta Ray-Ban Display yang dirilis pada Connect tahun lalu kini mendapat sejumlah fitur baru.

    Salah satunya adalah navigasi untuk pesepeda dan pengguna transportasi umum, lengkap dengan jadwal keberangkatan secara real-time. Fitur navigasi ini akan hadir di AS dan Kanada akhir bulan ini.

    Fitur lain yang ditambahkan adalah panggilan video WhatsApp dengan avatar hologram yang mengikuti gerakan wajah. Perekaman videonya kini juga mendukung audio Dolby Atmos.

    Lewat pemesanan secara online, Meta Ray-Ban Display kini juga bisa dibeli konsumen di lima negara lain, yaitu Inggris, Kanada, Jerman, Perancis, dan Italia. Di AS, harganya tetap 799 dollar AS (sekitar Rp 14,4 juta).

    Baca juga: Meta Luncurkan Ray-Ban Display, Kacamata Pintar Pertama dengan Layar Mungil

    Layar mungil yang ada di kacamata pintar Meta Ray-Ban Display bisa dikenalikan melalui gestur tangan. Pengguna akan diberi gelang Neural Band yang mendeteksi gerakan dan saraf.

    Lihat Foto

    6. Muse Charm

    Muse Charm dibekali layar kecil, speaker, mikrofon, dan sensor sidik jari. Perangkat ini berfungsi sebagai wadah Muse.

    Layar mungilnya menampilkan avatar animasi yang mewakili Muse. Maskot bawaan bernama Jolly itu bisa diubah tampilannya sesuai selera pengguna.

    Untuk mulai mengobrol dengan Muse, pengguna cukup mengetuk sensor sidik jari di sudut perangkat.

    Muse Charm disebut mirip Tamagotchi, mainan hewan peliharaan virtual yang populer pada akhir 1990-an. Bedanya, pengguna Muse Charm tidak merawat hewan virtual, melainkan berinteraksi dengan agen AI, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Engadget.

    Agen AI itu dirancang untuk mengerjakan tugas atas nama penggunanya, misalnya berbelanja, membuat janji temu, dan mengelola berbagai tugas lain.

    Muse tersambung ke sejumlah layanan belanja, pembayaran, dan produktivitas, seperti Walmart, Best Buy, Sephora, Ulta, Wayfair, Instacart, PayPal, Shop Pay, Notion, Granola, GitHub, dan Box.

    CEO Meta Mark Zuckerberg memperkenalkan Muse Charm, perangkat mungil ala Tamagotchi yang khusus dibuat untuk mengobrol dengan agen AI Muse.

    Lihat Foto

    Dalam pengumumannya, Meta juga menjelaskan satu kemampuan baru Muse.

    "Muse akan memiliki alamat e-mail sendiri yang bisa digunakannya untuk menyelesaikan pekerjaan, atau bahkan sekadar sebagai cara lain bagi Anda untuk berkomunikasi dengannya," tulis perusahaan tersebut.

    Dalam beberapa bulan ke depan, Muse juga akan hadir di kacamata AI Meta, termasuk lini Ray-Ban Meta.

    Harga Muse Charm belum diumumkan. Meta menargetkan perangkat ini meluncur pada Desember mendatang. Saat ini, baru ada beberapa unit prototipe.

    Baca juga: Meta Rilis Muse, Agen AI Personal yang Bisa Kirim E-mail hingga Belanja Mandiri

    7. Hearing Enhancement

    Hearing Enhancement adalah software alat bantu dengar untuk kacamata AI buatan Meta yang sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

    Sasarannya adalah orang dewasa yang merasa mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang.

    Pengaturannya cukup dilakukan di rumah. Menurut Meta, prosesnya hanya butuh beberapa menit tanpa perlu datang ke klinik atau menebus resep dokter.

    Pengguna juga bisa mengatur keseimbangan suara untuk telinga kiri dan kanan, serta memakai opsi audio mono bila membutuhkannya.

    Di AS, fitur ini akan tersedia akhir tahun ini dengan biaya sekali bayar 149,99 dollar AS (sekitar Rp 2,7 juta). Fitur ini juga sudah termasuk dalam langganan Meta One, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari laman resmi Meta.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS