Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Spesial

    AS Akui Tempatkan Senjata di Orbit Bumi, Singgung China dan Rusia - Kompas

    5 min read

     

    KOMPAS.com - Militer Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui telah menempatkan senjata di orbit Bumi.

    Pengakuan tersebut disampaikan Menteri Angkatan Udara AS Troy Meink dalam sebuah pidato pada Senin waktu setempat. Meink membawahi Angkatan Udara AS sekaligus Angkatan Antariksa AS atau US Space Force.

    "Amerika Serikat kini memiliki senjata pengendali ruang angkasa di orbit yang mampu melindungi pasukan gabungan dari tindakan musuh," ujar Meink.

    Namun, Meink tidak menjelaskan jenis senjata yang dimaksud, bagaimana cara kerjanya, maupun berapa banyak perangkat yang telah ditempatkan di orbit.

    AS Bersiap Hadapi Perang Antariksa hingga ke Bulan, Sebut China Ancaman Nyata

    Baca juga: Rusia Pamer Senjata Perang Elektronik, Bisa Butakan Satelit Starlink

    Menurut laporan Air & Space Forces Magazine, pemilihan istilah yang digunakan Meink disebut disengaja dan telah dipertimbangkan secara matang.

    Juru bicara Angkatan Udara AS kemudian mengonfirmasi kepada TechCrunch bahwa sistem tersebut dirancang untuk melindungi militer AS dari serangan yang memanfaatkan kemampuan berbasis ruang angkasa.

    AS singgung China dan Rusia

    Ketika ditanya mengenai ancaman yang mendorong penempatan senjata tersebut, pihak Angkatan Udara AS menyinggung aktivitas China dan Rusia di ruang angkasa.

    Menurut juru bicara Angkatan Udara AS, Washington telah memperingatkan mengenai pengujian senjata ruang angkasa oleh kedua negara tersebut sejak 2007.

    "Karena tindakan mereka, tidak lagi menjadi pertanyaan bahwa ruang angkasa merupakan domain peperangan," kata juru bicara tersebut.

    Militer AS menilai kemampuan mengendalikan ruang angkasa kini menjadi bagian dari upaya melindungi kepentingan keamanan nasional.

    Menurut Angkatan Udara AS, lingkungan ruang angkasa kini telah menjadi area yang diperebutkan sehingga militer harus mampu melindungi kepentingan AS di sana.

    Pihak militer juga mengatakan keterbukaan mengenai kemampuan tersebut dapat memperkuat efek gentar atau deterrence, mencegah salah perhitungan dari pihak lawan, sekaligus membuat operasi antariksa diperlakukan layaknya operasi militer di darat, laut, dan udara.

    Baca juga: Pertarungan Satelit di Orbit Rendah

    Pengungkapan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap militerisasi ruang angkasa.

    China diketahui telah mengoperasikan wahana antariksa yang dinilai memiliki kemampuan untuk merusak satelit lain.

    Sementara itu, US Space Force menyebut Rusia sedang mengembangkan sebuah satelit yang diklaim dirancang untuk membawa senjata nuklir.

    AS menolak penghancuran satelit

    Pengakuan mengenai keberadaan senjata di orbit menandai perubahan penting dalam cara AS berbicara mengenai kemampuan militernya di luar angkasa.

    Menurut laporan The New York Times, AS selama ini menolak penghancuran satelit secara langsung di ruang angkasa.

    Salah satu alasannya adalah serangan terhadap satelit dapat menghasilkan puing-puing atau space debris dalam jumlah besar.

    Puing tersebut dapat terus mengorbit Bumi dengan kecepatan tinggi dan berpotensi membahayakan satelit lain, wahana antariksa, hingga astronaut.

    Meski kini mengakui telah menempatkan senjata di orbit, pemerintah AS belum mengungkap apakah sistem tersebut dirancang untuk menghancurkan satelit secara fisik atau menggunakan metode lain untuk melumpuhkan kemampuan lawan.

    Untuk saat ini, Pentagon hanya menyebut senjata tersebut sebagai bagian dari kemampuan "space control" yang digunakan untuk melindungi kepentingan militer AS di ruang angkasa.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Alasan AS Pasang Senjata di Luar Angkasa, Terancam Rusia dan China?

    Komentar
    Additional JS