Beli HP Bekas, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek Supaya Tidak Menyesal - Tribunnews
Tips Handphone
Melirik ponsel bekas memang bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan perangkat dengan harga lebih terjangkau.
TRIBUNSHOPPING.COM - Tergiur harga miring saat mengincar HP bekas, tapi takut mendapatkan barang bermasalah atau unit palsu?
Melirik ponsel bekas memang bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan perangkat dengan harga lebih terjangkau.
Namun, di balik tawaran menarik tersebut, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan agar tidak menyesal setelah transaksi selesai.
Sebelum memutuskan merogoh kocek untuk membayar unit incaran, luangkan waktu sejenak untuk memeriksa beberapa hal penting berikut.
Baca juga: Daftar HP RAM 6 GB Murah Under Rp 3,5 Juta: realme Mulai 2 Jutaan, Cek Samsung, Infinix, hingga OPPO
Nomor IMEI Sering Diabaikan, Padahal Penting untuk Memastikan Status Perangkat
Nomor IMEI sering menjadi bagian yang diabaikan saat membeli HP bekas.
Padahal, nomor ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi perangkat dan membantu memastikan status perangkat sebelum dibeli.
Pastikan nomor IMEI yang tercantum di pengaturan HP sesuai dengan informasi pada kotak atau dokumen pembelian, jika masih tersedia.
Untuk perangkat yang akan digunakan di Indonesia, status IMEI juga penting diperiksa karena berkaitan dengan akses jaringan seluler.
Selain itu, cek pula apakah unit masih memiliki garansi resmi jika informasi tersebut menjadi pertimbangan sebelum membeli.
2 dari 4 halaman
Baterai Sering Luput dari Perhatian, Padahal Menentukan Kenyamanan Pemakaian

HP yang terlihat mulus belum tentu memiliki kondisi baterai yang masih prima. Kondisi baterai biasanya baru terasa setelah perangkat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Karena itu, sempatkan mengecek kesehatan baterai jika perangkat menyediakan fitur tersebut.
Pada beberapa HP, informasi battery health dapat ditemukan melalui menu pengaturan, sedangkan pada perangkat lain diperlukan pemeriksaan melalui fitur diagnostik atau aplikasi tertentu.
Jika kapasitas atau kondisi baterai sudah menurun cukup jauh, pertimbangkan kemungkinan biaya penggantian baterai sebelum menentukan harga yang dianggap sesuai.
Jangan Cuma Jajal Telepon, Pastikan Semua Fungsi Berjalan Normal

Jangan hanya percaya saat penjual mengatakan semua fitur berfungsi normal tanpa melakukan pemeriksaan langsung.
Sebelum uang berpindah tangan, sempatkan mengetes berbagai fungsi penting pada HP.
Kamu bisa memeriksa kamera depan dan belakang, mikrofon, speaker, layar sentuh, tombol fisik, sensor sidik jari, pengenalan wajah jika tersedia, serta koneksi Wi-Fi, Bluetooth, dan jaringan seluler.
Sensor seperti proximity dan giroskop juga bisa diperiksa jika memang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
3 dari 4 halaman
Pemeriksaan langsung dapat membantu menemukan masalah yang mungkin tidak terlihat dari kondisi fisik perangkat.
Baca juga: HP Sering Restart Sendiri, Apa Penyebabnya? Ini yang Perlu Dicek
Korek Riwayat Servis dan Waspadai Tanda-Tanda Pernah Dibongkar
Penjual yang terbuka soal riwayat servis perangkat tentu menjadi nilai tambah. Jika memungkinkan, tanyakan apakah HP pernah mengalami kerusakan atau penggantian komponen sebelumnya.
Perhatikan juga detail fisik seperti kondisi baut, celah pada bodi, bekas cungkilan, atau bagian layar dan penutup belakang yang terlihat kurang rapat.
Tanda-tanda tersebut bisa menjadi petunjuk bahwa perangkat pernah dibuka atau diperbaiki.
Jika HP pernah diservis atau menggunakan komponen pengganti, cari tahu bagian apa yang diganti dan apakah komponen tersebut masih sesuai dengan spesifikasi perangkat.
Informasi ini penting untuk menjadi pertimbangan sebelum transaksi.
Baca juga: HP Android Sering Baterai Sekarat dan Boros Kuota? Coba Ubah 5 Pengaturan Ini
Utamakan Jalur Transaksi Aman, Hindari COD di Tempat Sepi
Tawaran harga yang jauh lebih murah jika bertransaksi di luar platform resmi perlu dicermati.
Jika membeli melalui marketplace, sebaiknya gunakan sistem pembayaran dan mekanisme transaksi yang disediakan platform tersebut agar proses pembelian memiliki perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
4 dari 4 halaman
Sementara jika harus melakukan COD, pilih tempat yang ramai dan aman.
Pastikan kamu memiliki waktu yang cukup untuk memeriksa kondisi fisik dan fungsi HP secara langsung sebelum menyerahkan uang.
Kalau memungkinkan, bawa juga kartu SIM, charger, atau aksesori lain yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan perangkat dengan lebih lengkap.
Membeli HP bekas bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan perangkat dengan harga yang lebih terjangkau.
Namun, kondisi setiap unit tentu berbeda sehingga pemeriksaan sebelum transaksi tetap penting dilakukan.
Mulai dari status IMEI, kondisi baterai, fungsi berbagai fitur, riwayat servis, hingga keamanan transaksi, semuanya perlu diperhatikan sebelum membeli.
Dengan pemeriksaan yang lebih teliti, kamu bisa mengurangi risiko mendapatkan HP bekas dengan kondisi yang tidak sesuai harapan.
Baca ulasan produk selengkapnya di aplikasi TribunX. Unduh melalui Play Store dan App Store.
(Muhammad Kholil Ibrahim/Tribunshopping.com)









