Cara Menerima Pembayaran dari Pelanggan Luar Negeri - Bisnis com

Bisnis.com, JAKARTA - Peluang bisnis untuk menjual produk ke pelanggan luar negeri semakin terbuka lebar. Namun, sering kali transaksi terhambat bukan karena produk kurang diminati, melainkan karena pembeli kesulitan menemukan metode pembayaran yang biasa digunakan di negara asalnya.
Agar bisnis Anda siap menangkap peluang tersebut, penting untuk memahami cara terima pembayaran yang efektif bagi pelanggan asing, seperti melalui implementasi Payment Gateway dan menyediakan pembayaran melalui Payment Link.
Kenali Dua Jalur Pembayaran Pelanggan Asing
Langkah awal yang harus Anda pahami adalah membedakan dua tipe pelanggan asing. Pertama, pembeli yang memesan produk dari luar negeri biasanya menggunakan kartu kredit atau debit internasional seperti Visa atau Mastercard untuk pembayaran. Kedua, wisatawan asing yang sedang berkunjung ke Indonesia lebih memilih metode pembayaran dengan scan kode QR dari aplikasi pembayaran populer di negara asal mereka.
Menawarkan hanya salah satu metode berarti peluang bisnis setengah hilang. Anda perlu mengaktifkan kedua jalur ini bersamaan agar tidak kehilangan segmen pasar mana pun. Transaksi melalui QRIS Antarnegara, termasuk dari Malaysia, Singapura, dan Thailand, menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan nilai mencapai sekitar Rp1,66 triliun hingga pertengahan 2025. Ini memperlihatkan betapa pentingnya mengakomodasi wisatawan asing dengan metode pembayaran QRIS.
Aktifkan Jaringan Kartu Internasional dan Fitur Pendukungnya
Kartu kredit dan debit merupakan instrumen pembayaran paling umum dan praktis untuk pembeli lintas negara. Penyedia layanan payment gateway seperti DOKU memfasilitasi pembayaran menggunakan kartu Visa, Mastercard, JCB, serta American Express. Untuk setiap transaksi penuh di muka, biaya pemrosesan adalah sekitar 2,80% plus Rp2.000, sedangkan American Express menentukan biaya sedikit lebih tinggi, yaitu 3,25% plus Rp2.000.
Selain metode pembayaran penuh, ada juga opsi cicilan bagi pemegang kartu Visa dan Mastercard dengan tenor mulai dari 3 sampai 12 bulan. Biaya cicilan berkisar antara 5% sampai 9% ditambah Rp2.000 per transaksi. Fitur lain yang penting adalah Recurring Payment, yaitu sistem yang memungkinkan penagihan otomatis secara berkala, cocok untuk model bisnis berbasis langganan seperti membership, SaaS, atau layanan berulang.
Siapkan QRIS untuk Wisatawan Asing di Indonesia
Selain jaringan kartu, QRIS menjadi instrumen penting terutama untuk wisatawan asing yang berbelanja secara langsung di toko atau booth Anda. Melalui DOKU QRIS Crossborder, pemegang aplikasi pembayaran dari negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Tiongkok hingga Korea Selatan, dapat melakukan pembayaran langsung tanpa perlu mengubah metode.
Biaya transaksi menggunakan QRIS termasuk paling ringan, yakni hanya sebesar 0,7%. Ada dua jenis QRIS yang bisa digunakan: QRIS Statis yang ideal untuk penjualan di gerai fisik dan QRIS Dinamis yang memudahkan proses checkout terutama untuk transaksi online. Merchant tidak perlu perangkat tambahan karena QRIS yang dipindai sama untuk semua pengguna, sehingga proses pembayaran lebih cepat dan mudah.
Pilih Model Implementasi Layanan Payment Gateway Sesuai Kesiapan Teknis
Cara mengaktifkan kedua jalur pembayaran tersebut harus disesuaikan dengan kesiapan teknis bisnis Anda. Jika sudah memiliki situs web atau aplikasi, namun belum memiliki halaman pembayaran, layanan seperti DOKU Checkout dapat langsung digunakan karena menyediakan halaman pembayaran siap pakai dengan dukungan lebih dari 45 metode pembayaran.
Untuk bisnis yang memiliki tim pengembang sendiri dan ingin kontrol penuh atas tampilan serta alur pembayaran, menggunakan DOKU Direct API jadi pilihan tepat. Bila Anda belum punya situs web, Payment Link memungkinkan Anda menerima pembayaran dengan mudah hanya lewat tautan yang bisa Anda bagikan melalui WhatsApp, Instagram, email, atau invoice.
Pastikan Aspek Lisensi dan Keamanan Data
Transaksi lintas negara membawa risiko keamanan data yang lebih tinggi, utamanya terkait data kartu pembayaran. Oleh sebab itu, pilih penyedia layanan Payment Gateway yang memiliki lisensi dan izin resmi dari Bank Indonesia sebagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PSP) Kategori 1 yang mencakup kemampuan Gerbang Pembayaran, Remitansi, Uang Elektronik, dan Dompet Digital, serta dukungan QRIS.
DOKU, misalnya, memiliki sertifikasi keamanan AES 256, PCI DSS, dan ISO/IEC 27001, yang akan terus memastikan data transaksi Anda aman. Selain itu, DOKU juga terdaftar di Kementerian Keuangan, Kominfo, Dukcapil, dan aktif di Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), memastikan kepatuhan terhadap regulasi terkini sehingga Anda tidak perlu khawatir soal legalitas maupun keamanan.
DOKU dapat memfasilitasi kebutuhan bisnis Anda agar dapat menerima pembayaran dari pelanggan luar negeri dengan dukungan ekosistem payment gateway yang lengkap. . Anda hanya perlu memastikan ketersediaan dua metode utama, yaitu kartu internasional untuk pembeli online dari luar negeri dan QRIS untuk wisatawan asing yang bertransaksi secara langsung. Oleh karena itu, pilih model implementasi yang sesuai dengan kondisi teknis bisnis Anda dan pastikan penyedia layanan memiliki lisensi serta sertifikasi keamanan yang lengkap guna menjaga transaksi tetap aman.
Mulai Terima Pembayaran Global bersama DOKU
DOKU adalah perusahaan fintech pembayaran yang menghadirkan beragam solusi keuangan digital bagi bisnis. Selain payment gateway dengan 45+ metode pembayaran, DOKU menyediakan solusi B2B berupa Wallet as a Service yang mencakup Embedded Wallet dan Sub Account, serta Payouts untuk Disbursement dan Remittance yang mendukung pengelolaan sekaligus penyaluran dana lintas negara. Seluruh layanan DOKU tidak dikenakan biaya setup maupun biaya bulanan, dengan biaya dihitung hanya pada transaksi yang berhasil dan harga belum termasuk PPN.
Jika Anda ingin bisnis Anda siap menerima pembayaran dari pelanggan luar negeri dengan mudah dan aman, pertimbangkan integrasi layanan DOKU sekarang juga. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengembangkan pasar global dan memanfaatkan potensi transaksi internasional yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel