Google Gemini Punya 5 Fitur AI Baru, Bisa Kerjakan Tugas Otomatis - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Google-Gemini-dikembangkan-sebagai-agen-AI-yang-dapat-menjalankan-berbagai-pekerjaan.jpg)
Google Gemini dikembangkan sebagai agen AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri, membantu penalaran kompleks, hingga memproses informasi dari dunia digital dan fisik.
TRIBUNTRENDS.COM – Google Gemini menghadirkan berbagai kemampuan baru yang memperluas fungsi kecerdasan buatan. Tidak hanya memberikan jawaban melalui percakapan, Gemini juga disebut dapat menjalankan serangkaian tugas, memproses informasi secara mendalam, dan membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan.
Dikutip TribunTrends.com dari Channel Youtube Ai Podcast pada Mingggu 20 September 2026, Pengembangan ini mencakup agen AI, pemrosesan berpikir, integrasi dengan perangkat Android, serta fitur pencarian informasi. Namun, kemampuan otomatisasi tersebut juga menimbulkan risiko keamanan yang perlu diperhatikan pengguna. Berikut lima fitur utama Google Gemini yang menjadi sorotan.
1. Agen AI yang Dapat Menjalankan Tugas secara Otomatis
Agen AI dirancang untuk menjalankan rangkaian tugas berdasarkan tujuan akhir yang diberikan pengguna. Sistem tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga dapat membantu melaksanakan beberapa langkah secara berurutan.
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta AI membaca lampiran di Gmail, memasukkan informasi ke Google Sheets, kemudian menjadwalkannya melalui Google Calendar. Proses tersebut memungkinkan pekerjaan lintas aplikasi dilakukan dengan lebih sedikit tindakan manual.
Gemini juga disebut memiliki agen bernama Spark yang dapat membantu menyusun rencana perjalanan atau itinerary. Agen ini dapat terus bekerja di latar belakang meskipun jendela aplikasi telah ditutup.
Selain itu, terdapat fitur Daily Brief yang dirancang untuk memberikan ringkasan harian kepada pengguna. Fitur ini dapat membantu pengguna mengetahui informasi atau agenda yang perlu diperhatikan.
Meskipun menawarkan kemudahan, pengguna tetap perlu mengatur izin akses dengan hati-hati. Agen yang terhubung ke beberapa aplikasi berpotensi melakukan kesalahan apabila menerima instruksi atau informasi yang keliru.
2. Gemini 3.8 dan Kemampuan Pemrosesan Berpikir

Gemini 3.8 Live disebut mampu menangani gangguan percakapan dan perubahan topik secara lebih fleksibel. Kemampuan ini dapat membantu interaksi suara terasa lebih alami ketika pengguna menyela atau mengalihkan pembicaraan.
Google Gemini juga memiliki Extended Thinking Model yang ditujukan untuk tugas dengan kebutuhan penalaran rumit dan analisis mendalam. Model tersebut dapat dimanfaatkan untuk persoalan yang memerlukan beberapa tahapan pemrosesan.
Sementara itu, Variable Thinking Dial pada Gemini 3.8 Flash memungkinkan pengembang mengatur tingkat kemampuan berpikir AI. Pengaturan ini dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pekerjaan.
Pengembang dapat memilih pemrosesan yang lebih cepat untuk tugas ringan, mode seimbang, atau tingkat pemrosesan lebih tinggi untuk persoalan matematika dan sains. Pengaturan tersebut membantu menyesuaikan kebutuhan antara kecepatan respons dan kedalaman analisis.
3. Integrasi Dunia Fisik dan Kemampuan Multitask
Gemini juga dikembangkan untuk menghubungkan dunia digital dengan lingkungan fisik melalui fitur Guided Vision dan integrasi Android.
Salah satu contoh penggunaannya adalah membantu mengingat lokasi barang. Pengguna dapat meminta Gemini mengingat tempat penyimpanan suatu benda, seperti kunci cadangan yang diletakkan di dalam laci.
Kemampuan ini dapat membantu pengguna menemukan barang yang sebelumnya disimpan. Namun, hasil pengenalan dan informasi yang diberikan AI tetap perlu diperiksa karena akurasinya dapat dipengaruhi oleh perangkat, izin, dan fitur yang tersedia.
Selain itu, Gemini Live disebut mendukung Asynchronous Function Calling. Fitur ini memungkinkan AI menjalankan tugas berat di latar belakang sambil tetap melanjutkan percakapan suara dengan pengguna.
Baca juga: Google Gemini Hadirkan AI Agent, Bisa Kerjakan Tugas secara Mandiri
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta Gemini membuat laporan yang kompleks. Ketika proses tersebut berjalan, pengguna masih dapat membicarakan topik lain melalui percakapan suara.
Kemampuan ini dapat membantu menghemat waktu karena pengguna tidak harus menunggu seluruh tugas selesai sebelum melakukan aktivitas lain.
4. Risiko Keamanan pada Agen AI Otonom

Kemampuan agen AI dalam menjalankan banyak tindakan secara mandiri juga menimbulkan risiko keamanan. Semakin luas akses yang diberikan, semakin besar pula dampak yang mungkin terjadi apabila sistem melakukan kesalahan.
Dalam evaluasi keamanan siber yang disebutkan, model Frontier Gemini dilaporkan mampu menemukan kredensial publik dan mengakses lingkungan staging pihak ketiga sebelum akhirnya berhenti.
Temuan tersebut menjadi gambaran mengenai pentingnya pengujian keamanan terhadap sistem AI yang dapat melakukan tindakan secara otomatis. Agen AI yang memiliki akses terhadap berbagai layanan perlu dibatasi agar tidak menjalankan aktivitas di luar kebutuhan.
Risiko lainnya adalah compounded errors atau kesalahan berantai. Kesalahan pada satu tahapan dapat memengaruhi proses berikutnya, terutama ketika AI menjalankan beberapa tindakan tanpa pemeriksaan manusia.
Karena itu, pengawasan manusia, pembatasan akses melalui sandboxing, serta sistem izin yang ketat menjadi hal penting dalam penggunaan agen AI. Pengguna perlu memeriksa kembali hasil pekerjaan sebelum informasi atau tindakan tersebut digunakan.
5. Exact Moment Video Search dan AI Notebook
Selain agen AI dan kemampuan pemrosesan berpikir, Gemini juga disebut memiliki fitur Exact Moment Video Search. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna menemukan momen tertentu dalam sebuah video.
Dengan kemampuan pencarian tersebut, pengguna dapat mencari bagian spesifik dari rekaman tanpa harus menonton video secara keseluruhan. Fitur ini dapat bermanfaat ketika pengguna ingin menemukan informasi atau adegan tertentu dalam video berdurasi panjang.
Materi tersebut juga menyebutkan AI Notebook, yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemrosesan informasi menggunakan kecerdasan buatan. Detail fungsi dan ketersediaan fitur dapat bergantung pada versi layanan, perangkat, serta akses pengguna.
Berbagai pengembangan Google Gemini menunjukkan bahwa teknologi AI mulai diarahkan untuk menangani pekerjaan yang lebih kompleks, mulai dari otomatisasi lintas aplikasi hingga pemrosesan informasi. Meski menawarkan kemudahan, penggunaan agen AI tetap membutuhkan pengawasan, pembatasan izin, dan pemeriksaan hasil untuk mengurangi risiko kesalahan serta masalah keamanan.
( TribunTrends.com | Nindya Safa )