Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Hacker Kasus Kejahatan Digital Keuangan Keuangan Digital Spesial

    Hacker Pencuri 4.000 Bitcoin: Perbaiki Bug-nya, Dana Kami Kembalikan - Kompas

    5 min read

     


    KOMPAS.com - Sekelompok peretas menggondol sekitar 320 juta dollar AS (sekitar Rp 5,76 triliun) dalam bentuk Bitcoin dari Liquid Network. Peretas ini mengaku sebagai "white hat" alias hacker baik-baik yang cuma ingin membantu.

    Dana yang dicuri peretas setara sekitar 4.000 bitcoin (BTC) dari total 4.200 BTC yang tersimpan di dompet milik Liquid Network.

    Liquid Network sendiri merupakan sidechain Bitcoin yang diluncurkan Blockstream pada 2018, dan diawasi bersama oleh lebih dari 80 bursa kripto, perusahaan infrastruktur, serta manajer aset di seluruh dunia.

    Jaringan ini berfungsi sebagai lapisan penyelesaian transaksi (settlement layer) buat bursa kripto, dengan menerbitkan token L-BTC yang nilainya dijamin cadangan Bitcoin asli. Tujuannya menyiasati kecepatan transaksi Bitcoin asli yang cenderung lambat buat kebutuhan perdagangan bursa.

    Berbeda dari kasus peretasan kripto pada umumnya yang biasanya melibatkan pembobolan kunci privat (private key) atau hardware wallet, insiden kali ini dipicu bug pada software node Liquid Network bernama Elements.

    Bug tersebut membuat peretas bisa membuat token L-BTC lewat sistem Peg-out Authorization di SideSwap, salah satu platform trading yang mendapat izin resmi beroperasi di jaringan Liquid.

    SideSwap sendiri sudah mengonfirmasi bahwa sistem dan kunci pengaman mereka tidak dibobol. Celah keamanan ini murni berasal dari software Elements, bukan dari platform SideSwap.

    Baca juga: Mengapa Harga Bitcoin Mendadak Naik Seminggu Terakhir Ini?

    Begitu insiden ini terdeteksi, Liquid Network langsung menghentikan seluruh transaksi baru di jaringannya.

    Bridge node dinonaktifkan, sementara layanan setor dan tarik L-BTC di berbagai bursa kripto turut disetop sampai batas waktu yang belum ditentukan.

    Pihak Liquid Network mengonfirmasi insiden ini dan meminta maaf atas gangguan yang terjadi. Tim federasi disebut "secara aktif berupaya menyelesaikan masalah ini agar aktivitas jaringan bisa kembali normal," tanpa merinci kapan pemulihan penuh bisa dilakukan.

    Baca juga: Hacker Gondol 1.367 Bitcoin Senilai Triliunan Rupiah

    Peretas mengaku "hacker baik"

    Peretas Liquid Network mengaku sebagai "hacker baik" atau white-hat hacker dengan niat membantu, bukan pencuri.

    Klaim ini disampaikan lewat pesan on-chain yang dikirim langsung melalui transaksi Bitcoin, sebuah metode komunikasi yang lazim dipakai peretas kripto untuk berkomunikasi dengan pihak yang jadi korbannya.

    "Segera perbaiki dulu bug-nya. Jaringan ini masih berisiko di commit terbaru saat ini. Pastikan semua node sudah ditambal. Setelah itu kami akan mengembalikan dananya dengan aman setelah perbaikan dikonfirmasi," tulis peretas dalam pesan on-chain tersebut.

    Komunikasi antara peretas dan Blockstream berlangsung sejak 6 September 2026, memanfaatkan kombinasi pesan blockchain dan enkripsi PGP untuk memastikan keaslian pihak yang berkomunikasi.

    Setelah proses patching rampung di seluruh node jaringan, Blockstream selaku pengembang Liquid Network merespons balik.

    "Bridge nodes sudah ditambal, aman untuk mengembalikan dananya," tulis pihak Blockstream, membalas permintaan sang peretas.

    Baca juga: OpenAI Rilis GPT-5.6-Cyber, Model AI yang Berpikir seperti Hacker

    Baru sebagian dikembalikan

    Peretas akhirnya benar-benar mengembalikan sebagian besar dana curian. Sekitar 3.400 BTC (sekitar 268 juta dollar AS atau Rp 4,82 triliun) sudah dikembalikan ke Liquid Network, seperti dihimpun KompasTekno dari The Block.

    Meski begitu, sekitar 598,5 BTC (sekitar 47 juta dollar AS atau Rp 846 miliar) masih ditahan peretas, atau sekitar 15 persen dari total yang diambil.

    Belum ada penjelasan resmi soal nasib sisa dana ini, dan tidak ada kesepakatan yang menyebut sisa dana itu sebagai "bounty" alias imbalan buat peretas.

    Jaringan Liquid Network masih dibekukan sampai berita ini ditayangkan. Node jembatan tetap nonaktif, dan layanan deposit maupun penarikan L-BTC di bursa-bursa besar masih dihentikan sementara.

    Baca juga: Kasus Pertama di Dunia, AI Beraksi Sendiri Bobol dan Curi Data Pemerintah Taiwan

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS