Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Donald Trump Featured Kecerdasan Buatan Spesial Xi Jinping

    Hasil Pertemuan Trump dan Xi Jinping: Pangkas Tarif Barang Rp537 Triliun, Buka Dialog AI - SindoNews

    3 min read


    A A A

    Presiden Donald Trump dan Ibu Negara AS Melania Trump jadi tuan rumah makan malam kenegaraan untuk Presiden Xi Jinping dan Ibu Negara China Peng Liyuan di Gedung Putih. Foto/Kedutaan China di Indonesia

    WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan China sepakat memangkas tarif terhadap barang senilai USD30 miliar atau lebih dari Rp537 triliun (kurs Rp17.914/USD) serta membuka dialog mengenai kecerdasan buatan (AI). Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan kedua pemipin, Donald Trump dan Xi Jinping, di Washington.

    Pemangkasan tarif tersebut akan berlaku terhadap sejumlah ekspor AS, termasuk produk pertanian, kayu, dan kosmetik. Sementara itu, barang-barang yang diimpor AS dari China seperti peralatan rumah tangga kecil, mainan, dan dekorasi juga akan mendapat perlakuan tarif yang lebih rendah. Demikian pernyataan dari Gedung Putih.

    Baca Juga: Cara Trump Sambut Xi Jinping di AS: Karpet Merah Digelar 30 Meter, 2 Bomber B-1 Melesat

    “Kedua negara mencapai konsensus mengenai rekomendasi untuk perlakuan tarif yang lebih menguntungkan terhadap barang-barang non-sensitif senilai USD30 miliar untuk masing-masing arah perdagangan,” kata Gedung Putih, yang dikutip Reuters, Minggu (27/9/2026).

    Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Jumat. Pertemuan tersebut lebih banyak menonjolkan diplomasi personal kedua pemimpin ketimbang menghasilkan terobosan besar yang diumumkan kepada publik.

    Xi Jinping telah tiba kembali di Beijing, menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua, pada hari Sabtu.

    Kementerian Luar Negeri China mengtakan kedua negara juga sepakat membentuk dewan perdagangan serta memperpanjang hasil dari pembicaraan sebelumnya di Kuala Lumpur.

    Kesepakatan terbaru tersebut dicapai setelah dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu sepakat memperpanjang "gencatan senjata" perang dagang selama dua bulan. Gencatan tersebut sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 10 November, sehingga kedua pihak memiliki lebih banyak waktu untuk merundingkan kesepakatan perdagangan yang lebih besar.

    “Momen bersejarah ini memperkaya hubungan China-AS yang konstruktif dan stabil, mempertahankan stabilitas hubungan bilateral secara keseluruhan, membuka babak baru dalam hubungan China-AS, serta akan memberikan dampak luas dan jangka panjang terhadap perdamaian dan pembangunan dunia,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam sebuah pernyataan.

    Dalam bidang kecerdasan buatan (AI), kedua negara sepakat menggelar dialog mengenai risiko dan manfaat teknologi tersebut.

    Putaran pembicaraan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada November. Kedua pihak juga sepakat membangun saluran komunikasi khusus untuk menangani insiden yang berkaitan dengan AI, menurut Kementerian Luar Negeri China dan Gedung Putih.

    Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin sepakat menggunakan istilah “super intelligence (SI)” sebagai pengganti istilah “artificial intelligence (AI)” atau kecerdasan buatan.

    Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri China mengatakan Beijing menghargai keputusan Washington menggunakan istilah baru tersebut.

    “Seiring dengan kemajuan teknologi AI, kedua pihak harus meningkatkan pertukaran dan berupaya mencapai konsensus yang sejalan dengan perkembangan baru,” kata kementerian tersebut.

    China dan AS juga sepakat saling mendukung dalam menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan G20. Kedua pemimpin berencana menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh negara lain.

    Dalam isu kebijakan luar negeri, kedua pemimpin sepakat bahwa Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

    Kedua negara juga menyatakan bahwa tidak ada negara atau entitas yang boleh mengenakan biaya transit terhadap jalur perairan internasional.

    (mas)

    Komentar
    Additional JS