Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured ITB Juara Kucing Meong Spesial

    Kisah di Balik Film Meong! yang Dibintangi Kucing Kampus ITB - Tempo

    3 min read

     

    Kucing kampus Institute Teknologi Bandung (ITB) yang bernama Siti menjadi bintang utama dalam film "Meong!" karya Liga Film Mahasiswa ITB. Dok. LFM ITB

    FILM pendek berjudul Meong! garapan Liga Film Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (LFM ITB) meraih salah satu penghargaan utama, Most Inspiring FilmAward, dalam NextScene Kids & Youth Film Festival 2026 Agustus lalu di Jakarta. Seekor kucing kampus bernama Siti ikut menjadi bintang film.

    Meong dikisahkan sebagai seekor kucing di kampus yang kesehariannya bermain dan sesekali melakukan kenakalan. Suatu hari dia bertemu seorang mahasiswi yang stres selama mengerjakan tugas akhir. Interaksi keduanya semakin hari kian dalam.

    Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

    “Kami berpikiran untuk membuat film tentang kucing ITB dengan pendekatan unik,” kata Vincentius Bhagaskara, penulis cerita sekaligus produser film Meong!, kepada Tempo, Rabu 23 September 2026.

    Ada pun film berdurasi 16 menit 26 detik itu bertema tentang kehidupan mahasiswa tingkat akhir yang mengalami berbagai kendala dalam skripsi dari masalah obyek penelitian juga faktor eksternal seperti keluarga dan keuangan. Genre Meong!, menurut Bhagaskara, adalah drama slice of life dan mockumentary.

    Ide pembuatannya yang dilatari hobi itu dimulai Maret 2025 kemudian lanjut syuting saat liburan kuliah pada Juni-Juli. Film itu tayang perdana pada 14 Februari 2026 di acara bioskop kampus ITB kemudian diputar di kampus-kampus lain di Bandung dan sekitarnya.

    Dalam mencari pemeran Meong yang cocok, tim harus melakukan pemilihan atau casting. Dari sekitar 40 kucing liar yang berkeliaran di kampus ITB, mereka akhirnya memilih seekor di antaranya yang dinamakan Siti. Kucing berbulu jingga itu dinilai jinak dan mudah akrab dengan orang. Tempatnya berkeliaran di koridor tengah kampus sekitar kolam Indonesia Tenggelam.

    “Kami juga pasang kalung GPS (global positioning system) untuk antisipasi kalau kucingnya menghilang ternyata dia selalu berada di sekitar situ,” kata Bhagaskara.

    Agar Siti mudah diatur untuk berakting sesuai skenario, kru sering banyak memberi makan. Selain itu mereka juga memperhatikan suasana hati (mood) kucing dan aktivitasnya. Mereka menyesuaikan proses syuting ketika kucing merasa tidak betah atau ingin tidur. “Semua jadwal dan proses benar-benar mengikuti kucingnya,” ujar dia.

    Sebelumnya unit kegiatan mahasiswa itu pada 2019 pernah membuat film dengan pemain binatang ternak seperti ayam dan sapi, namun dengan kucing baru sekarang. Tantangan dalam penggaran film Meong!, menurut Bhagaskara, mulai dari kesibukan kru dengan aktivitas kuliahnya hingga menyiasati perilaku Siti.

    Kesuksesan Meong! meraih penghargaan festival fim menjadi kebanggaan tim yang tidak disangka. “Kami juga senang bahwa film yang diproduksi bisa menginspirasi banyak orang,” kata Fransiska Fernanda sebagai penulis dan sutradara di laman ITB.

    Rencana selanjutnya, film Meong! akan ditayangkan di acara dalam dan luar kampus serta dikirimkan ke sejumlah festival film dalam dan luar negeri. Saat ini mereka tengah menunggu hasil pengumuman yang kebanyakan berlangsung di akhir tahun. ●

    Komentar
    Additional JS