Mengenal Rui Pinto, Hacker yang Membuat Man City Terseret Kasus 115 Dakwaan / tutur.co.id

Manchester (Tutur.co.id) – Nama Rui Pinto mungkin asing bagi sebagian besar fans Manchester City. Namun, pria asal Portugal itu berada di balik kebocoran dokumen yang kemudian menjadi salah satu pemicu kasus finansial terbesar dalam sejarah Premier League.
Jejak Rui Pinto dalam sepak bola Eropa justru sangat sulit diabaikan. Dia adalah peretas komputer asal Portugal yang mendirikan Football Leaks, sebuah situs yang mempublikasikan dokumen-dokumen rahasia dari dunia sepak bola.
Dokumen tersebut mencakup berbagai informasi internal klub, termasuk komunikasi mengenai kontrak sponsor, pembayaran, serta sejumlah transaksi yang sebelumnya tidak diketahui publik.
Kebocoran itu kemudian berkembang menjadi persoalan besar. Informasi yang dipublikasikan Football Leaks menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa yang berujung pada penyelidikan terhadap City dan munculnya 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League.
Siapa Sebenarnya Rui Pinto?
Pinto tumbuh di Vila Nova de Gaia, kawasan yang berada di seberang Sungai Douro dari Porto, Portugal. Mantan gurunya, Mario Falcao, menggambarkan Pinto ketika masih sekolah sebagai sosok yang ramah dan cukup mudah bergaul.
Namun, sejak muda ia disebut memiliki kemampuan komputer yang menonjol. Tidak banyak yang menyangka bahwa anak yang tumbuh dalam keluarga sederhana tersebut kelak akan menjadi salah satu figur paling kontroversial dalam sepak bola Eropa.
Ayahnya bekerja di pabrik sepatu sebelum kemudian menjadi pedagang barang antik. Ibunya meninggal ketika Pinto berusia 11 tahun. Menurut sang mantan guru, kemampuan Pinto di bidang komputer sudah terlihat sejak masa sekolah. Titik balik dalam kehidupannya datang ketika ia mendirikan Football Leaks pada 2015.
Football Leaks Membuka Sisi Gelap Sepak Bola
Football Leaks awalnya muncul dengan misi untuk membuka apa yang disebut Pinto sebagai sisi tersembunyi sepak bola. Salah satu jurnalis pertama yang berhubungan dengannya adalah Antonio Varela dari surat kabar olahraga Portugal, Record.
Saat menerima email pertama dari Football Leaks, Varela mengaku terkejut melihat banyak dokumen yang belum pernah diketahui publik. Pinto kemudian membagikan puluhan juta dokumen kepada sejumlah jurnalis, termasuk Rafael Buschmann dari Der Spiegel.
Tim investigasi Der Spiegel bersama European Investigative Collaborations kemudian menelusuri dan memeriksa data tersebut. Total informasi yang diberikan Pinto disebut mencapai lebih dari tiga terabyte.
Kebocoran itu tidak hanya menyangkut Manchester City. Nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Neymar, serta sejumlah klub dan agen sepak bola juga muncul dalam berbagai dokumen yang dipublikasikan.
Para jurnalis yang mengolah informasi tersebut mengatakan mereka harus melakukan pemeriksaan silang secara ketat untuk memastikan keaslian dokumen dan menilai apakah informasi tersebut layak diberitakan berdasarkan kepentingan publik.
Dari Pembocor Informasi Menjadi Tersangka Kriminal
Di sinilah kisah Rui Pinto jadi semakin rumit. Sebagian orang melihatnya sebagai whistleblower yang membuka sisi gelap industri sepak bola. Namun, pihak lain memandangnya sebagai peretas yang mendapatkan informasi melalui cara ilegal.
Perbedaan pandangan tersebut bahkan terlihat jelas di Portugal. Mantan anggota Parlemen Eropa Ana Gomes termasuk pihak yang mendukung Pinto dan menilai informasi yang dibukanya memiliki nilai penting bagi masyarakat.
Sebaliknya, pengacara Benfica, Rui Patricio, menggambarkan Pinto sebagai seseorang yang memperoleh informasi melalui metode ilegal dan tidak dapat dibenarkan.
Seorang jurnalis Portugal, Antonio Varela, mengambil posisi di tengah. Ia mengakui informasi Pinto diperoleh secara ilegal, tetapi pada saat bersamaan menilai kebocoran tersebut memberikan gambaran mengenai sisi gelap sepak bola Eropa.
Rui Pinto Menghadapi Proses Hukum
Aktivitas Football Leaks membawa konsekuensi serius bagi Pinto. Ia ditangkap di Hungaria pada 2019 sebelum diekstradisi ke Portugal. Dalam beberapa periode, ia menjalani penahanan, tahanan rumah, hingga berada dalam program perlindungan saksi.
Pada 2023, pengadilan Portugal menjatuhkan hukuman empat tahun penjara dengan masa percobaan setelah Pinto dinyatakan bersalah atas percobaan pemerasan, akses ilegal terhadap data, serta pelanggaran kerahasiaan komunikasi.
Beberapa bulan kemudian, pengadilan di Prancis juga menjatuhkan hukuman enam bulan penjara dengan masa percobaan dalam perkara terpisah.
Pada Januari tahun lalu, proses persidangan lain terhadap Pinto kembali dimulai di Lisbon. Dalam persidangan tersebut, keamanan terhadap dirinya sangat ketat karena ia masih berada dalam perlindungan saksi.
Manchester City dan Dampak Football Leaks
Hubungan Rui Pinto dengan Manchester City menjadi semakin penting setelah Premier League membuka kasus terhadap klub tersebut pada Februari 2023. Pinto disebut terus memantau perkembangan kasus tersebut dari lokasi perlindungan saksi.
Bagi tim hukumnya, hasil kasus Man City memiliki arti penting karena dapat menunjukkan apakah informasi yang selama ini dibocorkan Pinto benar-benar memiliki dampak terhadap sepak bola.
Sementara itu, Stefan Borson, mantan penasihat keuangan Man City, mengatakan sebelum putusan diumumkan bahwa konsekuensi terhadap klub dapat sangat besar jika tuduhan utama terbukti.
Namun, Borson juga menolak anggapan bahwa Pinto harus dipandang sebagai sosok yang sepenuhnya heroik. Menurutnya, tindakan memperoleh data secara ilegal tetap merupakan pelanggaran hukum, terlepas dari informasi yang kemudian muncul ke publik.
Satu Orang, Dampak Besar bagi Sepak Bola Dunia
Hampir satu dekade setelah Football Leaks pertama kali muncul, dampak kebocoran tersebut masih terasa. Kasus Manchester City menjadi salah satu konsekuensi paling besar dari informasi yang pernah dibawa ke ruang publik melalui jaringan Football Leaks.
Di satu sisi, Rui Pinto telah dinyatakan bersalah dalam sejumlah perkara pidana terkait cara memperoleh informasi. Di sisi lain, sejumlah jurnalis dan tokoh publik tetap melihat kontribusinya sebagai pembuka informasi mengenai persoalan yang sebelumnya tersembunyi dari publik.