Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Laptop Spesial

    Pasar Laptop Layar Lipat Tertinggal Jauh dari Smartphone Foldable - Readers

    4 min read

     L

    Sinta Maharani

    Author

    Pasar Laptop Layar Lipat Tertinggal Jauh dari Smartphone Foldable

    Smallest Font

    Largest Font

    Pasar laptop dengan layar lipat mengalami ketimpangan signifikan jika dibandingkan dengan perkembangan smartphone jenis foldable yang meluncur cepat di industri teknologi modern. Kondisi tersebut tecermin dari minimnya pilihan produk laptop lipat yang meluncur ke publik, sebagaimana dilansir dari Telset. Konsumen smartphone di Amerika Serikat saat ini disuguhi setidaknya tujuh pilihan ponsel lipat dari merek populer seperti Samsung, Google, serta Motorola.

    Sebaliknya, lini laptop layar ganda lentur hanya mencatatkan satu model dari Asus, Huawei, HP, serta dua varian besutan Lenovo.

    Lenovo ThinkPad Fold 16 Gen 2 tercatat menjadi produk teranyar yang menyapa konsumen pada November 2023 lalu. Sejak peluncuran tersebut, belum ada inovasi berkala tahunan yang dihadirkan oleh para produsen komputer untuk lini laptop lipat.

    Faktor utama yang menghambat adopsi massal perangkat ini terletak pada penetapan harga awal yang tergolong sangat tinggi bagi konsumen umum. Asus Zenbook 17 Fold OLED misalnya, dibanderol seharga 3.500 dolar AS pada peluncuran perdana di tahun 2022.

    Setahun berselang, HP merilis Spectre Foldable PC dengan angka yang lebih fantastis mencapai 5.000 dolar AS. Tingginya harga jual tersebut diperparah oleh fenomena "RAMpocalypse" yang dipicu oleh kebutuhan masif komponen memori di pusat data AI. Lonjakan harga RAM dan penyimpanan flash memaksa produsen berpikir ulang untuk merilis penerus yang memerlukan modal lebih besar.

    Selain masalah biaya, nilai guna ekspansi layar pada laptop dinilai tidak semengubah pengalaman pengguna seperti pada lini ponsel pintar.

    Perubahan ukuran dari mode laptop 13 inci ke layar penuh 17 inci tidak memberikan lompatan fungsionalitas yang terlampau radikal.

    Kompromi Desain dan Peluang Layar Rollable

    Penggunaan laptop layar lipat juga masih menuntut kompromi perakitan fisik yang rumit setiap kali konsumen ingin berpindah tempat.

    Pada Lenovo ThinkPad Fold generasi kedua, pengoperasian perangkat membutuhkan penyangga terpisah serta keyboard Bluetooth yang harus dilepas manual. Proses pembongkaran bundel secara berulang ini dinilai kurang praktis jika dibandingkan dengan kemudahan pengoperasian ponsel lipat sehari-hari.

    Sebagai alternatif masa depan, konsep laptop layar gulung atau rollable mulai dilirik karena mampu memperluas tampilan tanpa memindahkan keyboard. Meskipun mekanisme gulung membutuhkan waktu beberapa detik, skenario ini dinilai menawarkan kepraktisan yang lebih baik bagi para pengguna.

    Hingga saat ini, kombinasi hambatan struktur teknis, efisiensi fungsi, dan tekanan ekonomi masih menahan laju laptop lipat untuk menjadi produk arus utama.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    Komentar
    Additional JS