Prosesor HP Kelas Menengah Makin Bertenaga, Ini Teknologi yang Membuat Smartphone Murah Mampu Multitasking Berat - Viva

VIVA – Smartphone kelas menengah kini tidak lagi identik dengan performa pas-pasan. Perkembangan prosesor membuat perangkat dengan harga lebih terjangkau mampu menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan, bermain game, mengedit foto hingga menggunakan fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Baca Juga
Perubahan tersebut tidak hanya terjadi karena kecepatan CPU yang semakin tinggi. Produsen chipset mulai mengembangkan desain inti prosesor, GPU, NPU, teknologi fabrikasi, cache, serta sistem manajemen daya agar smartphone dapat bekerja lebih cepat tanpa menghabiskan baterai secara berlebihan.
Desain CPU Jadi Kunci Performa Multitasking
Baca Juga
Salah satu perkembangan yang menarik terlihat pada MediaTek Dimensity 8400. Chipset ini menggunakan desain All Big Core dengan delapan inti Arm Cortex-A725 yang memiliki kecepatan hingga 3,25 GHz.
MediaTek menyebut Dimensity 8400 mampu meningkatkan performa multi-core hingga 41 persen dibandingkan Dimensity 8300. Chip tersebut juga memiliki cache yang lebih besar, termasuk peningkatan L2 hingga 100 persen, L3 sebesar 50 persen, dan SLC sebesar 25 persen.
Baca Juga
Cache yang lebih besar membantu prosesor menyimpan data yang sering digunakan lebih dekat dengan inti CPU. Dalam penggunaan sehari-hari, teknologi tersebut dapat membantu menjaga respons ketika pengguna berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.
NPU Mulai Memegang Peranan Penting
Performa smartphone modern juga tidak lagi hanya bergantung pada CPU dan GPU. Neural Processing Unit (NPU) semakin penting karena dirancang untuk menangani pekerjaan AI secara langsung di perangkat.
Dimensity 8400, misalnya, dibekali NPU 880 untuk menjalankan berbagai tugas AI seperti penerjemahan, penulisan ulang, perekaman berbasis AI, hingga pembuatan media.
Samsung juga menggunakan pendekatan serupa pada Exynos 1580. Chipset tersebut memiliki NPU dengan kemampuan hingga 14,7 triliun operasi per detik atau TOPS. Samsung menyebut kemampuan ini dapat digunakan untuk fitur seperti ringkasan konten dan penerjemahan berbasis gambar secara langsung.
Artinya, sebagian pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan koneksi ke server dapat semakin banyak diproses langsung oleh smartphone.
GPU Bukan Hanya untuk Gaming
GPU juga mempunyai peranan penting ketika smartphone digunakan untuk pekerjaan berat.
Dimensity 8400 menggunakan GPU Arm Mali-G720 MC7 dan mendukung teknologi seperti MediaTek Frame Rate Converter serta Adaptive Gaming Technology. MediaTek menyatakan GPU tersebut menawarkan peningkatan performa puncak lebih dari 24 persen dibandingkan generasi sebelumnya, dengan konsumsi daya hingga 42 persen lebih rendah dalam pengujian perusahaan.
Sementara itu, Qualcomm memperkuat Snapdragon 7 Gen 4 dengan CPU Kryo, GPU Adreno, serta Hexagon NPU. Qualcomm mengklaim platform tersebut membawa peningkatan CPU 27 persen, rendering grafis 30 persen, dan performa AI 65 persen dibandingkan pendahulunya.
Kombinasi tersebut membuat chipset kelas menengah semakin mampu menangani game, pengeditan konten, dan aplikasi yang membutuhkan pemrosesan grafis.
Fabrikasi Lebih Kecil Membantu Efisiensi
Teknologi fabrikasi juga menjadi faktor penting. Exynos 1580, misalnya, dibuat menggunakan proses 4nm EUV generasi ketiga yang dirancang untuk meningkatkan performa sekaligus efisiensi daya.
Efisiensi sangat penting pada smartphone karena perangkat harus bekerja dengan baterai berkapasitas terbatas. Chip yang mampu memberikan performa tinggi dengan konsumsi daya lebih rendah memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi berat lebih lama sebelum baterai habis.
Memori Cepat Ikut Menentukan
Prosesor cepat tetap membutuhkan memori yang mampu mengimbangi kinerjanya. Dimensity 8400 mendukung LPDDR5X dengan kecepatan memori hingga 8.533 Mbps serta penyimpanan UFS 4.0.
Kombinasi CPU cepat, RAM berkecepatan tinggi, dan penyimpanan yang responsif dapat membantu mengurangi hambatan ketika pengguna membuka aplikasi, memindahkan file, atau menjalankan beberapa aktivitas sekaligus.
Smartphone Murah Makin Mampu Multitasking
Perkembangan chipset menunjukkan bahwa kemampuan multitasking tidak lagi menjadi monopoli smartphone flagship. Prosesor kelas menengah kini membawa teknologi yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada perangkat kelas atas.
Desain CPU yang lebih efisien, cache lebih besar, GPU yang semakin kuat, NPU untuk AI, fabrikasi 4nm, serta dukungan memori cepat menjadi beberapa teknologi yang mendorong perubahan tersebut.
Meski demikian, performa smartphone tetap dipengaruhi kapasitas RAM, sistem pendingin, optimasi software, jenis penyimpanan, dan desain perangkat secara keseluruhan. Jadi, ketika membeli HP kelas menengah, jangan hanya melihat angka kecepatan prosesor. Perhatikan juga teknologi yang berada di balik chipset karena kombinasi seluruh komponen itulah yang menentukan seberapa lancar smartphone digunakan untuk multitasking berat.
![]()
Snapdragon vs Dimensity, Mana Prosesor HP yang Lebih Worth It pada 2026? Ini Perbedaan Performa, Gaming, dan AI
Snapdragon vs Dimensity pada 2026, mana yang lebih worth it? Simak perbedaan performa, gaming, AI, efisiensi, dan cara memilih chipset HP sesuai kebutuhan serta anggaran.

VIVA.co.id
1 September 2026