Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Kecerdasan Buatan Konflik Timur Tengah Palantir Spesial

    Sistem AI Buatan Palantir Dituding Picu Serangan Rudal AS di Iran - Demokratiz

    8 min read

     



    Achmad Sham

    Author

    Sistem AI Buatan Palantir Dituding Picu Serangan Rudal AS di Iran
    Gedung Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon, saat difoto di Washington DC pada 3 Maret 2022.(AFP/JOSHUA ROBERTS)

    Smallest Font

    Largest Font

    Pentagon menuding platform kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu pemicu utama serangan dua rudal Tomahawk milik Amerika Serikat di Iran. Insiden melesetnya sasaran militer ini menewaskan sedikitnya 123 anak-anak sekolah dasar, seperti dilansir dari Tekno.

    Tragedi berdarah pada 28 Februari 2026 tersebut menghantam SD Shajarah Tayyebeh di Kota Minab. Total korban jiwa di lokasi insiden dilaporkan mencapai lebih dari 150 orang pada hari pertama konflik militer kedua negara.

    Laporan investigasi internal Departemen Pertahanan AS mengindikasikan ketergantungan prajurit pada Maven Smart System. Perangkat lunak penentu sasaran serangan buatan Palantir Technologies bernilai 1,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 23,4 triliun tersebut dipakai memproses data intelijen yang memuat informasi usang.

    Lokasi sekolah tersebut tercatat sebagai fasilitas militer selama bertahun-tahun di dalam basis data tentara AS. Padahal, area tersebut telah difungsikan sebagai gedung sekolah dasar sejak periode 2017–2018 lengkap dengan fasilitas lapangan serta taman bermain.

    Peringatan perubahan fungsi bangunan sebenarnya sempat ditandai oleh seorang analis intelijen pada 2019. Namun, laporan itu tidak pernah diterima oleh perencana serangan akibat masuk ke dalam sistem yang tidak dinilai otoritatif.

    Kecepatan penyerangan lebih dari 1.000 target dalam 24 jam pertama membuat durasi verifikasi setiap objek sasaran menjadi sangat minim. Di sisi lain, tim mitigasi korban sipil Kementerian Pertahanan AS dipangkas hingga 90 persen dan hanya menyisakan kurang dari 20 personel.

    Pihak Palantir Technologies secara tegas membantah keterlibatan langsung atas kelalaian fatal ini. Perusahaan mengklaim tidak bertanggung jawab atas validitas data dasar yang dimasukkan ke dalam sistem penargetan mereka.

    "AI bisa memproses intelijen dengan cepat, tapi tidak bisa mengoreksi informasi yang salah begitu dimasukkan ke sistem," demikian pernyataan resmi Palantir.

    Stasiun televisi Iran, IRIB, menyiarkan kondisi kehancuran SD putri di Minab usai gempuran militer. Insiden ini langsung menuai sorotan internasional di tengah berkecamuknya perang Amerika-Israel melawan Iran.

    Presiden Donald Trump menolak mengakui keteledoran armada militernya dan justru melimpahkan kesalahan ke pihak lawan.

    "Itu dilakukan oleh Iran... mereka sangat tidak akurat," kata Trump.

    Sikap senada disampaikan Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, yang membela operasional pasukannya.

    "Satu-satunya pihak dalam konflik ini yang melakukan kejahatan perang adalah rezim Iran," kata Kelly.

    Hingga saat ini, belum ada personel militer AS yang dijatuhi sanksi disiplin atas jatuhnya ratusan korban jiwa tersebut. Laporan resmi investigasi Pentagon pun belum dibuka untuk publik.

    Penilaian berbeda dikeluarkan oleh Misi Pencari Fakta Internasional Independen PBB. Lembaga dunia ini menemukan indikasi kuat tindakan kejahatan perang oleh militer Amerika Serikat melalui serangan tidak pandang bulu terhadap objek sipil.

    "Kegagalan AS memperbarui informasi soal sekolah itu di basis data penargetan mereka, serta memverifikasi bahwa bangunan itu benar-benar sasaran militer sebelum menyerang, sudah melampaui sekadar kelalaian biasa," tulis laporan PBB tersebut.

    Menurut temuan PBB, gedung sekolah tersebut sudah terpisah dari kawasan kompleks militer sejak 2016. Laporan lembaga internasional itu juga menyoroti insiden terpisah di Lamerd yang menewaskan 22 warga sipil akibat penggunaan peluru berisi partikel tungsten.

    Gelombang protes internal meluas hingga ke Kongres AS. Sebanyak 120 anggota DPR dan 46 senator dari Partai Demokrat resmi melayangkan tuntutan penjelasan terbuka kepada Pentagon atas jatuhnya korban sipil dalam skala besar.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS