Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Arena Asian games Berita Esports Featured Spesial Tencent

    Tencent Siapkan Teknologi Esports Asian Games 2026, 11 Nomor Pertandingan Didukung ECS - Medcom

    3 min read

     

    Tencent menyiapkan ECS untuk mendukung 11 nomor esports Asian Games 2026, dari pemeriksaan perangkat hingga monitoring dan review pertandingan.

    Jakarta: Perhelatan esports Asian Games ke-20 di Jepang akan menggunakan sistem teknis khusus dari Tencent untuk menjaga konsistensi pertandingan.

    Melalui Tencent Esports Competition Solution (ECS), seluruh 11 nomor pertandingan esports akan mendapat dukungan teknis mulai dari pemeriksaan perangkat, pemantauan pertandingan, hingga peninjauan rekaman setelah laga.

    Esports akan kembali menjadi cabang perebutan medali resmi untuk kedua kalinya di Asian Games. Kompetisi berlangsung pada 23 September-2 Oktober 2026 di Hall D, Aichi Sky Expo, Jepang, dengan 11 nomor pertandingan dari enam kategori game dan melibatkan sejumlah penerbit. Kondisi tersebut membuat penyelenggaraan jauh lebih kompleks dibanding kompetisi yang hanya berfokus pada satu game.

    Setiap game dapat memiliki mesin, versi software, perangkat, serta kebutuhan teknis berbeda. ECS dirancang untuk menyatukan kebutuhan tersebut dalam proses operasional yang lebih terstruktur sehingga wasit dan tim pertandingan memiliki standar pemeriksaan serta pemantauan yang seragam.

    ECS Bekerja Sebelum, Saat, dan Setelah Pertandingan

    Tencent membagi sistem ECS ke dalam tiga bagian utama. Sebelum pertandingan dimulai, Inspection Station digunakan untuk memeriksa periferal pemain, perangkat pertandingan, dan lingkungan kompetisi. Hasil pemeriksaan juga dicatat sehingga kondisi perangkat dapat ditelusuri kembali ketika dibutuhkan.

    Saat pertandingan berlangsung, Monitoring Console memantau lebih dari 30 indikator secara langsung, termasuk kondisi perangkat dan jaringan. Sistem tersebut juga menggabungkan berbagai sumber video seperti Player POV, Observer View, dan Hand Cam.

    Setelah pertandingan selesai, Review Room digunakan untuk melihat kembali catatan dan rekaman pertandingan. Tahapan ini mencakup evaluasi, penyimpanan informasi, perangkuman catatan, serta pengarsipan video.

    Pendekatan tersebut membuat pengawasan pertandingan tidak sepenuhnya bergantung pada pemeriksaan manual atau pengalaman operator di lapangan. Setiap tahap memiliki data dan rekaman yang bisa ditinjau kembali ketika muncul persoalan teknis maupun kebutuhan evaluasi.

    Pengembangan ECS Berangkat dari Asian Games 2022

    Teknologi ini dikembangkan dari pengalaman Tencent Esports saat mendukung kompetisi pada Asian Games ke-19. Dalam penyelenggaraan tersebut, tim teknis Tencent Esports mendukung 217 pertandingan tanpa insiden teknis.

    Menjelang Asian Games ke-20, ECS juga melewati tiga rangkaian uji coba pada Januari hingga Juni 2026 di Jepang, Singapura, dan Vietnam. Pengujian dilakukan untuk memvalidasi sistem dalam venue, lingkungan kompetisi, serta kondisi jaringan yang berbeda.

    Tim ECS kemudian melakukan pengujian sistem terintegrasi langsung di venue Asian Games pada awal September.

    Director of Tencent Esports, Yati Zhang, mengatakan masuknya esports ke ajang multiolahraga membutuhkan pendekatan teknis yang lebih terstruktur.

    “ECS mengubah bidang yang tadinya bergantung pada pengalaman manual, seperti pemeriksaan peralatan, pemantauan langsung, dan perangkat perwasitan, menjadi proses teknis yang dapat dicatat, dilacak, serta ditinjau ulang,” ujar Yati.

    ECS Disiapkan Bukan Hanya untuk Satu Asian Games

    Penerapan ECS juga menjadi bagian dari kemitraan strategis 10 tahun antara Olympic Council of Asia (OCA) dan Tencent Esports untuk periode 2025-2035. Husain Al-Musallam, Director General Olympic Council of Asia, melihat perkembangan esports Asia mulai bergerak dari sekadar penyelenggaraan kompetisi menuju pembangunan sistem dan teknologi bersama.

    “Seiring dengan perkembangan esports di Asia, membangun sistem kompetisi yang lebih terstandarisasi dan terstruktur secara kelembagaan akan menjadi arah penting dalam jangka panjang,” ujar Husain Al-Musallam.

    Penerapan ECS di 11 nomor esports Asian Games 2026 akan menjadi pengujian besar terhadap model penyelenggaraan kompetisi yang mengandalkan standardisasi teknis.

    Bagi ekosistem esports, dampaknya bukan hanya pada kelancaran satu turnamen, tetapi juga pada upaya membangun infrastruktur kompetisi yang dapat digunakan kembali ketika skala dan kompleksitas pertandingan terus meningkat.

    (MMI)

    Komentar
    Additional JS