TransJ Setop Sementara Lift dan Eskalator Halte Dampak Abu Anak Krakatau - detik
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sejumlah fasilitas umum (fasum) di Jakarta terdampak abu vulkanik. Transjakarta menonaktifkan sementara fasilitas eskalator dan lift di seluruh halte.
"Sebagai langkah mitigasi keselamatan dalam menyikapi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Transjakarta untuk sementara menonaktifkan lift dan eskalator di seluruh halte," tulis unggahan PT Transjakarta di media sosial, Minggu (6/9/2026).
Penghentian sementara fasilitas tersebut dilakukan untuk mengantisipasi malfungsi eskalator dan lift saat digunakan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kerugian jika ada kerusakan yang timbul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Guna mencegah kerusakan sistem mekanika dan sensor elektronik," jelasnya.
Meski eskalator dan lift dinonaktifkan, Transjakarta menyiagakan petugas untuk warga berkebutuhan khusus, lansia, atau prioritas. Petugas disiagakan agar setiap penumpang tetap nyaman saat menggunakan transportasi umum.
"Petugas telah disiagakan di area tangga untuk mendampingi pelanggan berkebutuhan khusus dan kelompok prioritas," kata dia.
Selanjutnya Transjakarta memastikan layanan operasional bus tetap normal. Warga yang hendak keluar rumah diimbau untuk menggunakan masker.
"Dapat kami sampaikan bahwa layanan bus Transjakarta dipastikan tetap beroperasi normal. Mari gunakan masker dan tetap berhati-hati dalam beraktivitas. Update terbaru akan terus disampaikan melalui kanal resmi Transjakarta," katanya.
Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau diketahui telah menyebar hingga wilayah Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga Jakarta tenang dan waspada.
"Khususnya kepada masyarakat Jakarta, saya menghimbau untuk tetap tenang dan waspada. Saat ini, Gunung Anak Rakatau berada pada level 3 atau siaga. Saat ini, abu vulkanik Anak Krakatau telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di antaranya di Jakarta," kata Pramono dalam video yang diunggah di Instagramnya, Minggu (6/9).
Pramono mengimbau warga yang rumahnya terdampak abu vulkanik menerapkan 5M serta membatasi aktivitas di luar ruangan. Pramono menginformasikan warga untuk membersihkan abu dengan membasahinya terlebih dulu.
"Bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik, lakukan 5M. Memakai masker, menutup pintu, jendela, serta sumber air. Membatasi aktivitas di luar ruangan. Membersihkan abu dengan membasahi terlebih dahulu," ujarnya.
Simak Video 'Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, Warga Diminta Waspada':
(tsy/rfs)