Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gibran Rakabuming Raka Inovasi Spesial Universitas Brawijaya

    Wapres Gibran Lihat Inovasi Rompi Anti Tantrum Karya Mahasiswa UB - Kompas

    5 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi perwakilan dosen dan mahasiswa berprestasi Universitas Brawijaya di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).

    Dalam audiensi itu, para mahasiswa Universitas Brawijaya memperkenalkan tiga inovasi di bidang kesehatan.

    Salah satunya adalah ADAPT-V, sebuah rompi yang mengintegrasikan sensor detak jantung dan gerakan dengan teknologi machine learning dan IoT untuk membantu mengidentifikasi kondisi tantrum pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD).

    Baca juga: Digendong Wapres Gibran di Posko Gempa, Bayi Ini Diberi Nama Maria Gibrania Melisedo

    Ketika sistem mendeteksi kondisi tersebut, rompi dirancang mengembang dan memberikan tekanan pada tubuh anak, sehingga menimbulkan sensasi pelukan.

    Gibran Tinjau Korban Gempa NTT, Bawa Mahasiswa UI ke Maumere

    Rompi akan kembali ke bentuk semula saat kondisi anak terdeteksi telah stabil.

    Kepala Pengembangan Talenta Mahasiswa Universitas Brawijaya, Abu Bakar Sambah mengungkapkan, Gibran sangat mengapresiasi karya yang diperkenalkan mahasiswa dan mendorong agar inovasi terus dikembangkan hingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Pesan dari Mas Wapres bahwa alat ini tidak saja berhenti sampai di sini. Tidak saja berhenti sampai dipublikasi, tapi harus berhenti sampai dihilirisasi, dan produk ini harus punya manfaat,” papar Abu Bakar Sambah dikutip dari siaran pers Sekretariat Wakil Presiden, Kamis.

    Baca juga: Survei Median Petakan Elektabilitas Tokoh untuk Pilihan Wapres, dari Gibran hingga AHY

    Selain ADAPT-V, mereka juga memperkenalkan Transaid dan Vitalsense.

    Transaid memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pencitraan tiga dimensi untuk membantu mendeteksi celah antara bahan tambalan dengan gigi asli.

    Sedangkan, Vitalsense merupakan perangkat pemantauan kesehatan secara non-invasif yang mengintegrasikan Internet of Things (IoT) dan machine learning untuk melakukan screening terhadap enam parameter kesehatan, yaitu suhu tubuh, tekanan darah, saturasi oksigen, kolesterol, glukosa, dan denyut nadi.

    Abu Bakar menyebut, Gibran turut mengingatkan mahasiswa untuk terus mengasah potensi dan minat yang dimiliki di berbagai bidang.

    “Kembangkan potensi diri, kembangkan minat dan bakat. Entah itu bidangnya mau sainstek (sains dan teknologi), bidangnya ada di sosial humaniora, yang penting kembangkan potensi diri,” tutur Abu Bakar.

    Baca juga: Survei Median: 56,2 Persen Publik Puas terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Pada kesempatan yang sama, Gibran turut menekankan pentingnya memperluas pengalaman mahasiswa dan melakukan proses belajar tidak hanya sekadar di dalam kampus, tapi juga di lingkungan sosial untuk menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif yang bermanfaat.

    Ia pun meminta para mahasiswa untuk senantiasa aktif dalam menjalani proses pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.

    “Sehingga mahasiswa memang harus dituntut untuk selalu aktif dalam berbagai hal. Jadi aktif dalam belajar, aktif dalam memahami masalah sosial, dan yang paling utama adalah memberikan solusi nyata untuk kepentingan bersama,” beber Abu Bakar.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Wapres Gibran ke NTT, Gandeng Mahasiswa UI untuk Bantu Trauma Healing

    Komentar
    Additional JS