AI Petakan 44 Sistem Bintang Berpotensi Miliki Planet Mirip Bumi - Media Indonesia

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) kini merambah jauh ke luar angkasa. Melalui model pembelajaran mesin terbaru, para astronom berhasil mengidentifikasi 44 sistem bintang yang berpotensi memiliki planet mirip Bumi yang selama ini belum terdeteksi oleh teleskop konvensional.
Penelitian ini dipelopori oleh Jeanne Davoult, Romain Eltschinger, dan Yann Alibert dari University of Bern, Swiss. Temuan mereka telah dipublikasikan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics pada April 2025 dengan tajuk "Earth-like Planet Predictor: A Machine Learning Approach".
Metode Algoritma Random Forest
Tim peneliti menggunakan algoritma Random Forest untuk mempelajari pola rumit dalam susunan planet di sebuah sistem bintang. Model AI ini dilatih menggunakan data dari 1.567 sistem keplanetan yang telah diobservasi sebelumnya. Fokus utamanya adalah menemukan keberadaan planet kecil yang sering kali luput dari pengamatan karena sinyalnya yang lemah.
Parameter Planet "Mirip Bumi" dalam Penelitian:
| Karakteristik | Kriteria Penelitian |
|---|---|
| Massa Planet | 0,5 hingga 3 kali massa Bumi |
| Suhu Kesetimbangan | 160 hingga 510 Kelvin |
| Akurasi Model (Simulasi) | 99% Presisi |
Simulasi Bern Model
Salah satu kunci keberhasilan riset ini adalah penggunaan "Bern Model", sebuah simulasi pembentukan dan evolusi planet. Karena planet mirip Bumi sulit dideteksi secara langsung saat mengorbit jauh dari bintangnya, simulasi ini menyediakan data sistem keplanetan buatan yang lengkap untuk melatih AI mengenali perbedaan antara sistem yang memiliki planet mirip Bumi dan yang tidak.
Meskipun model mencapai presisi 99% pada data simulasi, peneliti menekankan bahwa angka tersebut mencerminkan kinerja algoritma pada sistem buatan, bukan jaminan mutlak keberadaan planet di alam semesta nyata.
Kestabilan Orbit dan Validasi
Dari 44 sistem yang dipetakan, peneliti melakukan uji stabilitas orbit. Hasilnya, 42 dari 44 sistem tersebut secara teoretis tetap stabil jika ditambahkan planet baru dengan karakteristik mirip Bumi. Namun, temuan ini masih berstatus kandidat dan memerlukan konfirmasi melalui pengamatan langsung oleh teleskop di masa depan.
Definisi "mirip Bumi" dalam studi ini terbatas pada massa dan suhu, sehingga belum membuktikan adanya air, atmosfer, atau tanda-tanda kehidupan. Kendati demikian, metode ini sangat membantu astronom memprioritaskan sistem bintang mana yang harus diamati lebih lanjut, sehingga penggunaan sumber daya teleskop menjadi lebih efisien.
Sumber: University of Bern - Where to Find the Next Earth