Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Data Center Featured Mobil Listrik Spesial

    Baterai untuk Mobil Listrik dan Pusat Data Bakal Diproduksi di Indonesia - Viva

    4 min read


    Ilustrasi baterai mobil listrik

    Jakarta, VIVA – Industri baterai di Indonesia berpotensi memiliki pasar yang semakin luas. Produk yang nantinya dihasilkan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik, tetapi juga mendukung operasional pusat data atau data center hingga sistem penyimpanan energi dari pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

    Baca Juga

    Peluang tersebut muncul seiring rencana investasi perusahaan asal Amerika Serikat, PT Tynergy Technology Group, bersama Wiraraja Group untuk membangun industri baterai di Batam, Kepulauan Riau. Nilai investasi tahap awal yang ditargetkan mencapai US$500 juta atau setara sekitar Rp8,3 triliun.

    Kerja sama antara kedua perusahaan tersebut telah ditandatangani di Jakarta pada Kamis, 29 Oktober 2026. Rencana pengembangan fasilitas industri akan berlokasi di Wiraraja Industrial Park I, Batam.

    Baca Juga

    Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, investasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri baterai nasional. Menurutnya, pemanfaatan baterai saat ini semakin beragam seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan energi.

    "Selama ini kita sudah fokus mengembangkan industri baterai. Namun, pemanfaatannya sangat beragam, mulai dari mobil listrik, data center, hingga energi baru terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya. Kehadiran investasi ini akan semakin memperkuat kedalaman industri kita," kata Sarmuji dalam keterangan yang diterima, Jumat (30/10/2026).

    Baca Juga

    Dengan demikian, pengembangan industri baterai di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik. Kebutuhan penyimpanan energi untuk sektor lain juga menjadi peluang yang ingin dimanfaatkan melalui investasi tersebut.

    Khusus untuk industri otomotif, keberadaan fasilitas produksi baterai di dalam negeri berpotensi memperkuat rantai pasok kendaraan listrik. Komponen baterai merupakan salah satu bagian penting dalam produksi mobil listrik karena berfungsi sebagai sumber energi utama penggerak kendaraan.

    Sementara itu, kebutuhan baterai untuk data center berkaitan dengan sistem penyimpanan dan cadangan energi guna mendukung operasional fasilitas digital. Adapun pada sektor energi terbarukan, baterai dibutuhkan untuk menyimpan listrik yang dihasilkan pembangkit, termasuk tenaga surya.

    Presiden Direktur PT Wiraraja Bintang Persada, Akhmad Ma'ruf Maulana, mengungkapkan pembangunan pabrik tersebut telah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing.

    "Pabriknya sebenarnya sudah selesai dan saat ini masih dalam tahap finishing. Insya Allah sekitar April tahun depan fasilitas tersebut sudah dapat dikunjungi. Kami juga akan mengundang Bapak Menteri untuk melihat langsung industri yang telah kami bangun," ujarnya.

    Di sisi lain, Presiden Direktur PT Tynergy Technology Group, Yan Purba, menyebut kerja sama tersebut merupakan tahap awal pengembangan produk energi terbarukan, baterai, serta teknologi yang mendukung kebutuhan pusat data di Indonesia.

    Ia juga membuka peluang pengembangan investasi ke tahap berikutnya. Salah satu sektor yang masuk dalam rencana jangka panjang adalah industri semikonduktor.

    "Ini merupakan tahap awal untuk mengembangkan produk-produk energi terbarukan, baterai, serta teknologi yang mendukung kebutuhan data center. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat berlanjut ke tahap kedua dan ketiga, termasuk untuk pengembangan industri semikonduktor," kata Yan.

    Kerja sama ini merupakan tindak lanjut kesepakatan investasi Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada 18 Februari 2026 di Washington, D.C. Pemerintah berharap proyek tersebut dapat memperdalam struktur industri manufaktur nasional sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi baterai di berbagai sektor.

    Suzuki Burgman Street 125EX (kiri) dan Honda Vario 125 (kanan)

    Terpopuler: Honda Vario vs Burgman Street, Target Baru Mobil Listrik, dan SUV Rp200 Jutaan

    Honda Vario vs Burgman Street, target baru mobil listrik nasional, serta duel SUV Rp200 jutaan Honda WR-V dan Wuling Alvez jadi artikel terpopuler di VIVA Otomotif.

    img_title

    VIVA.co.id

    30 Oktober 2026

    Komentar
    Additional JS