Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BRIN Featured Spesial

    BRIN Siapkan Talenta Riset Lewat Manajemen ASN Terarah - BSI News

    7 min read

     

    Jihan Priyanti

    Author

    BRIN Siapkan Talenta Riset Lewat Manajemen ASN Terarah
    Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. Foto: ist.

    Smallest Font

    Largest Font

    Bsinews.id, Jakarta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pengelolaan talenta aparatur sipil negara (ASN) untuk memenuhi kebutuhan peneliti dan meningkatkan kapasitas riset nasional. Dalam pemaparan di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, Selasa (13/10/2026), Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan kesiapan lembaganya mengembangkan pegawai melalui jalur karier dan peningkatan kompetensi yang terencana.

    Menurut Arif, BRIN telah menyiapkan sejumlah pegawai berpotensi untuk dipromosikan. Lembaga tersebut juga menyediakan berbagai program pembelajaran dan pengembangan profesional guna meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang riset dan inovasi.

    “Kami sudah menyiapkan talenta-talenta unggul yang siap dipromosikan,” ujar Arif Satria, Kepala BRIN.

    Program pengembangan yang disiapkan BRIN mencakup BRIN Integrated Learning Center, Degree by Research, program pascadoktoral, visiting researcher, fellowship, serta pelatihan kepemimpinan berkelanjutan. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga ahli sesuai kebutuhan organisasi.

    Arif juga memaparkan capaian jumlah sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi (SDM Iptek) BRIN yang mencapai 1.416 orang per satu juta penduduk. Angka tersebut melampaui target 1.265 orang, dengan angka dasar 1.151 pada 2024.

    Meski jumlah tersebut telah melampaui target, Arif menekankan perlunya jalur pengembangan karier yang jelas untuk menjaga kualitas tenaga peneliti dan memastikan keberlanjutan pemenuhan kebutuhan organisasi.

    “Kami juga menargetkan penguatan talenta perlu diikuti jalur pengembangan yang jelas, agar kompetensi periset terus meningkat dan kebutuhan organisasi dapat dipenuhi secara berkelanjutan,” terang Arif Satria, Kepala BRIN.

    Di luar pengembangan karier, Arif menilai penguatan kapasitas sumber daya manusia perlu dilakukan sejak pendidikan dasar hingga penelitian. Dalam keterangannya mengenai pengembangan talenta STEM dan kecerdasan buatan, ia menyoroti kesenjangan mutu pendidikan serta infrastruktur antardaerah sebagai tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

    “Kapasitas SDM harus diperkuat sejak pendidikan dasar hingga riset. Generasi mendatang tidak boleh sekadar menjadi pengguna teknologi AI, melainkan harus mampu mengembangkan dan menciptakan inovasi mandiri,” ujar Arif Satria, Kepala BRIN.

    Di tingkat kebijakan kepegawaian, BKN mendorong instansi pemerintah menerapkan manajemen talenta sebagai bagian dari transformasi pengelolaan ASN. Sistem tersebut tidak hanya berfokus pada pengisian jabatan, tetapi juga mencakup identifikasi potensi, pemetaan kompetensi dan kinerja, pengembangan karier, perencanaan suksesi, serta retensi pegawai berpotensi.

    Kepala BKN Prof. Zudan menyatakan bahwa penerapan sistem tersebut berkembang di berbagai instansi pemerintah. Menurut data yang disampaikan dalam kegiatan itu, jumlah instansi yang menerapkan manajemen talenta meningkat dari 42 menjadi 336 dalam satu tahun.

    “Dalam satu tahun, jumlah instansi yang sudah menerapkan manajemen talenta naik 700 persen, dari 42 menjadi 336 instansi. Kalau hari ini saya tanda tangani, BRIN menjadi yang ke-337,” ungkap Prof. Zudan, Kepala BKN.

    Perluasan penerapan manajemen talenta diarahkan untuk membangun sistem pengembangan karier dan penyiapan calon pemimpin berdasarkan potensi, kompetensi, kinerja, serta kebutuhan masing-masing organisasi. BKN menyatakan akan membantu instansi membangun fondasi pengelolaan sumber daya manusia yang lebih terarah.

    Dalam evaluasi terhadap BRIN, BKN juga mencatat Indeks Kualitas Data ASN (IKADA) lembaga tersebut mencapai 99,90 persen. Namun, masih terdapat perbedaan data Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tahun sebelumnya serta pencantuman gelar yang memerlukan perhatian.

    BKN mengarahkan BRIN untuk menyosialisasikan pemutakhiran data kepada seluruh ASN di lingkungannya. Informasi kepegawaian yang akurat diperlukan sebagai dasar penilaian kinerja, pemetaan talenta, perencanaan suksesi, dan pengembangan karier secara objektif.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS