Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home AI Berita Canva Canva Craft Featured Kecerdasan Buatan Spesial

    Canva Craft Resmi Meluncur, Model AI Internal Pertama Canva - Telset

    5 min read


    Intinya SihIntinya Buat Kamu

    Telset.id – Canva resmi meluncurkan Canva Craft, model image generation internal pertamanya yang bersaing langsung dengan model buatan OpenAI, Microsoft, dan Google. Peluncuran yang diumumkan pada Kamis, 22 Oktober 2026 ini menandai langkah Canva masuk lebih dalam ke ranah AI generatif, dengan pendekatan yang berbeda: bukan sekadar menghasilkan gambar indah, tetapi menghasilkan desain yang siap pakai.

    Kehadiran Canva Craft menjawab persoalan yang kerap dikeluhkan pengguna AI image generator selama ini. Generator gambar AI memang bisa membuat visual menarik, tetapi sering gagal menulis judul dengan benar atau menjaga tata letak poster tetap utuh. Canva Craft dirancang untuk memperbaiki masalah tersebut, dengan fokus pada poster, presentasi, grafik media sosial, dan konten visual lain yang benar-benar dibuat orang sehari-hari.

    Model ini menggunakan arsitektur dua tahap yang memungkinkannya merencanakan sebuah desain sebelum menghasilkan gambar. Tahap pertama, Craft menginterpretasikan prompt dan merencanakan tata letak gambar, termasuk penempatan objek, skala, hierarki visual, dan teks. Tahap kedua, model menghasilkan gambar hingga resolusi 2K dengan dukungan lebih dari 30 rasio aspek untuk berbagai format. Menurut Canva, pendekatan ini membantu menghasilkan detail yang lebih akurat dan teks yang terbaca, sekaligus memungkinkan pengguna mengedit elemen tertentu tanpa mengubah bagian lain dari gambar secara tidak sengaja.

    Selain untuk membuat unggahan media sosial dan konten pemasaran, Canva Craft juga dirancang untuk menciptakan adegan realistis, seni digital, citra lingkungan, dan lainnya. Sistem dua tahapnya memungkinkan model menghasilkan gambar kompleks yang membutuhkan teks terbaca dan penempatan objek presisi dengan lebih akurat. Canva menyebut pendekatan ini memberikan “presisi, konsistensi, dan kontrol yang lebih besar” bagi pengguna.

    Dilatih dari Jutaan Template Buatan Manusia

    Yang membedakan Canva Craft dari model pesaing adalah basis pelatihannya. Canva melatih Craft menggunakan “jutaan template buatan manusia” dari pustaka konten platform, yang mencakup unggahan media sosial, presentasi, infografis, menu, poster, dan desain yang padat tipografi, alih-alih mengandalkan foto sebagai sumber utama. Fokus ini disebut bisa membuat Craft sangat berguna untuk grafik pemasaran dan unggahan media sosial, di mana ketepatan kata dan tata letak sama pentingnya dengan gambar.

    Keluaran Canva Craft juga dapat dikonversi menjadi desain berlapis yang bisa diedit menggunakan teknologi Magic Layers milik Canva. Kemampuan ini melengkapi sejumlah inisiatif AI Canva sebelumnya. Pada April 2026, Canva meluncurkan kemampuan pengeditan berbasis prompt yang memungkinkan pengguna membuat atau mengubah desain hanya dengan mendeskripsikannya. Canva juga menghadirkan layer pada gambar hasil AI, yang memungkinkan pengubahan sebagian gambar tanpa menyentuh bagian lainnya. Langkah ini sejalan dengan rangkaian pembaruan yang tercatat dalam pembaruan Visual Suite Canva sepanjang 2026.

    Dari sisi performa, Canva Craft saat ini menempati peringkat keempat pada papan peringkat Design Arena untuk model AI image generation terbaik, sebuah benchmark desain AI yang bersumber dari publik. Craft berada di belakang OpenAI GPT-Image-2.5 Sunburst, GPT-Image-2.5 Flare, dan GPT-Image-2. Posisi ini menjadikan Canva sebagai laboratorium AI peringkat kedua paling maju di dunia untuk image generation pada papan peringkat global Design Arena, klaim yang disampaikan Canva melalui akun resminya.

    Ketersediaan Global dan Rencana Pengembangan

    Canva Craft kini tersedia untuk semua pengguna secara global. Pengguna dapat mencobanya dengan membuka opsi tiga titik pada menu sebelah kiri Canva, lalu memilih Dream Lab. Akses tetap mengikuti batas akun dan penggunaan platform. Selain melalui Dream Lab, pengembang dapat mengakses Craft melalui API Canva, sementara integrasi dengan asisten AI pihak ketiga seperti ChatGPT dan Gemini direncanakan melalui Model Context Protocol (MCP) milik Canva.

    Canva juga menyatakan bahwa model AI-nya dilengkapi “moderasi input dan output yang kuat, kontrol privasi dan keamanan, serta alat pelaporan.” Perusahaan berencana mengizinkan AI agent terhubung ke Canva Craft melalui Model Context Protocol yang terbuka, dan akan merilis model Craft-fast serta Craft-ultrafast yang lebih efisien di masa depan.

    Langkah Canva masuk ke medan yang sudah padat ini menempatkannya berhadapan dengan dominasi model gambar dari OpenAI, Google, dan perusahaan AI lainnya. Namun fokus Canva bukan sekadar menghasilkan gambar yang mengesankan. Jika Craft mampu secara konsisten menghasilkan visual yang siap pakai tanpa perlu waktu lama untuk memperbaikinya, AI berpotensi menjadi asisten desain yang benar-benar berguna, bukan sekadar sumber pekerjaan kreatif tambahan. Ambisi ini sejalan dengan arah Canva yang sebelumnya menyatukan berbagai alat desain lewat Canva ProSuite, serta menghadirkan kemampuan membuat website tanpa coding melalui Canva Code 2.0 yang resmi hadir di Indonesia.

    Dengan peluncuran Canva Craft, Canva mempertegas posisinya sebagai platform desain yang tidak hanya mengandalkan integrasi model pihak ketiga, tetapi juga mengembangkan model AI internalnya sendiri. Bagi pengguna, dampak paling langsung adalah ketersediaan alat yang lebih presisi untuk menghasilkan materi visual siap pakai, mulai dari poster hingga konten media sosial, tanpa harus menghabiskan waktu memperbaiki kesalahan teks dan tata letak yang selama ini menjadi kelemahan umum AI image generator.

    Well, I like technology. But more than that, I like everything related to innovation. And that passion brought me here, to the house of digital media and communication, a company that engaged in Platforms & Content Creation, Publishing, and Public Relations.

    Komentar
    Additional JS