Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Elon Musk Featured Pentagon Spesial

    Elon Musk Dipanggil Pentagon untuk Rancang Perang Masa Depan Amerika - Republika

    16 min read


    AI dan drone jadi fokus pembahasan perang.

    Rep: Erdy Nasrul

    Elon Musk.

    Tangkapan Layar Elon Musk.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pentagon menggandeng tiga figur dari dunia teknologi dan politik Amerika Serikat untuk memetakan wajah peperangan masa depan. Elon Musk, pendiri Anduril Industries Palmer Luckey, dan mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich ditunjuk sebagai direktur bersama Project Meridian, sebuah kajian 120 hari yang akan menentukan teknologi dan kemampuan militer apa yang dinilai diperlukan Amerika dalam perang beberapa dekade mendatang.

    Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan Project Meridian dalam pidato State of the Force di Marine Corps Base Quantico, Virginia, Rabu (30/9/2026). Kajian tersebut akan bergerak dari kecerdasan buatan, sistem otonom dan robotika hingga kemungkinan bentuk peperangan yang membentang dari bawah tanah sampai ruang cislunar, wilayah antara Bumi dan Bulan.

    Pentagon memberi kelompok tersebut waktu hanya 120 hari. Hasil akhirnya akan dituangkan dalam laporan tidak rahasia yang dibuka kepada publik, disertai lampiran rahasia yang memuat bagian-bagian sensitif bagi kepentingan pertahanan AS.

    “Peramal terbaik mengenai konflik masa depan tidak hanya berada di dalam Pentagon,” kata Hegseth. Ia mengatakan terdapat risiko apabila institusi pertahanan menjadi pihak yang sekaligus mengajukan pertanyaan dan memberikan seluruh jawabannya sendiri.

    Karena itu, Project Meridian sengaja membawa aktor di luar birokrasi pertahanan ke jantung perencanaan teknologi militer Amerika. Pentagon ingin memasukkan pandangan inovator, pemimpin bisnis, ahli teknologi, pembuat kebijakan, dan pakar keamanan nasional untuk melihat bentuk medan tempur yang belum ada saat ini.

    Namun Hegseth menegaskan Project Meridian bukan lembaga baru untuk membuat doktrin perang atau kebijakan pertahanan. Tugasnya lebih spesifik: mengidentifikasi ranah pertempuran masa depan, kemampuan yang harus dikuasai, dan sistem senjata yang perlu mulai dikembangkan, diuji, serta dipersiapkan untuk digunakan.

    Dari Bawah Tanah Hingga Bulan

    Skala Project Meridian dibuat sangat panjang. Pentagon tidak hanya meminta tim tersebut memperkirakan kebutuhan militer dalam beberapa tahun ke depan, tetapi juga teknologi yang mungkin dibutuhkan generasi berikutnya.

    Hegseth menggambarkan ruang lingkupnya membentang “dari bawah Bumi hingga melampaui Bulan”. Dalam terminologi pertahanan, kajian itu mencakup medan konvensional sekaligus lingkungan baru yang semakin dipengaruhi kecerdasan buatan, teknologi antariksa, robotika, sistem otonom, energi terarah, hingga bioteknologi.

    Project Meridian akan difasilitasi Chief Technology Officer Pentagon Emil Michael, yang juga menjabat Under Secretary of Defense for Research and Engineering. Ia bertugas menghubungkan tim eksternal dengan struktur riset dan pengembangan di tubuh Pentagon.

    Musk, Luckey, dan Gingrich menghadirkan latar belakang yang sangat berbeda. Musk memimpin SpaceX, perusahaan yang telah menjadi bagian penting dari sistem peluncuran dan satelit keamanan nasional Amerika. Luckey mendirikan Anduril, perusahaan teknologi pertahanan yang membangun drone, sistem otonom, sistem anti-drone, dan berbagai platform persenjataan generasi baru.

    Sementara itu, Gingrich membawa pengalaman politik dan kebijakan. Politikus Partai Republik tersebut memimpin DPR AS pada 1995–1999 dan setelah meninggalkan Kongres tetap aktif dalam diskusi mengenai teknologi, keamanan nasional, dan kecerdasan buatan.

    Perpaduan tersebut menunjukkan perubahan cara Pentagon melihat inovasi pertahanan. Pemerintah AS semakin berusaha menarik teknologi dari perusahaan swasta ke dunia militer, alih-alih hanya bergantung pada perusahaan pertahanan tradisional dan proses pengadaan yang dapat berlangsung bertahun-tahun.

    Berita Terkait

    Dekat Iran, Bahrain Gabung dengan Satgas Drone Serang Di Bawah Komando AS

    Internasional - 4 jam yang lalu

    Menteri Perang AS akan Pangkas 20 Persen Posisi Jenderal dan Laksamana

    Internasional - 23 jam yang lalu

    Trump dan Bos AI Sepakati Empat Lapis Pengawasan

    Internasional - 30 September 2026, 10:20

    Stok Rudal AS Menipis di Perang Iran, Pabrik Senjata Dikebut 24 Jam

    Internasional - 28 September 2026, 11:22

    Cuma Fetterman Demokrat yang Bela Trump, Resolusi Perang Iran Kandas Tipis 50-49

    Internasional - 26 September 2026, 00:01

    Komentar
    Additional JS