Pengiriman Smartphone India Anjlok 26 Persen pada Kuartal III 2026 - Demokratis
Herisman S.Pd Author
Smallest Font
Largest Font
Pasar smartphone India mengalami penurunan pengiriman sebesar 26 persen menjadi 35,8 juta unit pada Juli hingga September 2026. Menurut firma riset pasar Omdia, kenaikan harga perangkat dan kehati-hatian konsumen dalam berbelanja menekan pengiriman di negara yang menjadi pasar smartphone terbesar kedua di dunia tersebut, dilansir dari Tekno.
Jumlah tersebut turun dari 48,4 juta unit pada kuartal III 2025. Omdia mencatat angka pengiriman pada periode ini sebagai yang terendah untuk kuartal ketiga sejak 2016, meskipun India sedang memasuki musim festival yang biasanya mendorong belanja konsumen.
Kenaikan harga juga memengaruhi strategi persediaan distributor dan peritel. Kondisi tersebut menekan pengiriman berbagai merek, terutama ketika konsumen semakin berhati-hati menentukan pembelian perangkat baru.
Samsung memimpin pasar India dengan pengiriman 6,7 juta unit dan pangsa pasar 19 persen. Posisi teratas ini kembali ditempati Samsung setelah terakhir kali memimpin pada kuartal I 2024.
Menurut Omdia, pengiriman Samsung ditopang Galaxy A07, Galaxy A17, dan Galaxy A27. Seri Galaxy S26, ponsel lipat terbaru, serta Galaxy S26 FE turut mendukung kinerja merek asal Korea Selatan tersebut.
Vivo berada di posisi kedua dengan 6,4 juta unit dan pangsa pasar 18 persen. Pengirimannya turun 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi penurunan terdalam di antara lima merek teratas.
Omdia mengaitkan pelemahan Vivo dengan kenaikan harga berulang yang mengganggu perencanaan persediaan distributor. Keterbatasan pasokan perangkat kelas pemula juga mengurangi daya saingnya. Model Y11 5G, Y21 5G, dan Vivo S2 membantu menopang pengiriman.
Oppo menempati peringkat ketiga dengan 4,9 juta unit dan pangsa pasar 14 persen, turun 24 persen secara tahunan. Menurut Omdia, kenaikan harga dan kehati-hatian peritel dalam menyimpan stok menekan penjualan seri Oppo A, sedangkan Reno 16 series mendukung segmen premium.
Xiaomi berada di urutan keempat dengan 4,7 juta unit, setara pangsa pasar 13 persen. Pengirimannya turun 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Omdia menilai kenaikan biaya komponen melemahkan daya tarik harga Xiaomi, sementara Redmi 15A dan Redmi A7 menjadi penopang pengiriman.
Apple melengkapi lima besar dengan 3,9 juta unit dan pangsa pasar 11 persen, turun 20 persen secara tahunan. Menurut Omdia, penambahan stok menjelang perkiraan kenaikan harga serta permintaan terhadap iPhone 17 reguler dan iPhone 16 mendukung pengiriman.
Pengiriman iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada akhir kuartal juga membantu kinerja Apple. Penawaran pengembalian dana melalui bank, bonus tukar tambah, dan cicilan tanpa bunga turut mendukung pemasaran perangkat tersebut.
Berikut data pengiriman dan pangsa pasar smartphone India pada kuartal III 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025, berdasarkan data Omdia.
| Merek | Pengiriman 2026 | Pangsa pasar 2026 | Pengiriman 2025 | Pangsa pasar 2025 | Pertumbuhan tahunan |
|---|---|---|---|---|---|
| Samsung | 6,7 juta | 19 persen | 6,8 juta | 14 persen | -1 persen |
| Vivo | 6,4 juta | 18 persen | 9,7 juta | 20 persen | -34 persen |
| Oppo | 4,9 juta | 14 persen | 6,5 juta | 13 persen | -24 persen |
| Xiaomi | 4,7 juta | 13 persen | 6,5 juta | 13 persen | -28 persen |
| Apple | 3,9 juta | 11 persen | 4,9 juta | 10 persen | -20 persen |
| Lainnya | 9,2 juta | 26 persen | 14 juta | 29 persen | -34 persen |
| Total | 35,8 juta | 100 persen | 48,4 juta | 100 persen | -26 persen |
Perubahan pengiriman turut menggeser persaingan antarmerek. Menurut Omdia, gabungan pangsa pasar produsen asal China turun dari 75 persen pada kuartal III 2025 menjadi sekitar 68 persen pada kuartal III 2026. Sebaliknya, Samsung dan Apple memperkuat posisi mereka.
Omdia memperkirakan pasar smartphone India masih akan menyusut pada 2027, meskipun penurunannya diproyeksikan berada pada persentase satu digit rendah. Tekanan harga diperkirakan berlanjut setidaknya hingga paruh pertama tahun depan.
Di tengah kondisi tersebut, fitur kecerdasan buatan berpotensi menjadi salah satu pendorong pembelian. Omdia mencatat hampir empat dari sepuluh konsumen di India menyatakan kesediaan membayar lebih untuk smartphone yang menawarkan fitur AI berguna.
Editors Team


0
Like
0
Dislike
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
