Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Badan Gizi Nasional Berita Featured Makan Bergizi Gratis Spesial SPPG

    Perkuat Pengawasan MBG, BGN Targetkan 10.000 SPPG Terkoneksi CCTV dengan Pusat - Kompas

    4 min read



    JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan 5.000 sampai 10.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpasang kamera pengawas atau CCTV yang terkoneksi dengan lembaganya di pusat.

    Langkah ini bertujuan memastikan proses memasak dan penyajian makanan oleh SPPG berjalan sesuai standar.

    "Jadi, dapur itu sebenarnya sudah memiliki CCTV lokal. Namun, yang ingin kami lakukan adalah memastikan bahwa rekaman CCTV tersebut juga dapat diakses oleh Komite Dapur dan terkoneksi dengan sistem pusat," ujar Kepala BGN Sudaryono dalam acara Transformasi MBG 2.0 di Jakarta, Kamis (29/10/2026), dikutip dari siaran Youtube BGN.

    Baca juga: 100 Hari Sudaryono Pimpin BGN: Bongkar Yayasan Calo hingga Janji Transformasi MBG 2.0

    Sejauh ini, CCTV telah terpasang di 70 SPPG yang akan terus ditingkatkan hingga menjangkau 300 SPPG dan seterusnya.

    Di Depan Kepala BGN Sudaryono, DPR F-PDIP: Hampir Semua Provinsi Pernah Alami Kasus Keracunan MBG!

    Lewat sistem tersebut, Sudaryono mengatakan bahwa pelanggaran terhadap standar kebersihan, seperti meletakkan bahan makanan di lantai atau tidak menggunakan sarung tangan saat mengolah makanan dapat terpantau olen BGN pusat.

    "Kemudian digabungkan atau diamati melalui artificial intelligence sehingga kita bisa lakukan fungsi-fungsi pencegahan terkait pelaksanaan SOP di dapur," ujar Sudaryono.

    Baca juga: Kepala BGN Targetkan 5.000 sampai 10.000 SPPG Layani MBG Prasmanan

    Sudaryono berharap angka keracunan terkait MBG dapat terus ditekan dengan peningkatan pengawasan dari BGN.

    Perkembangan tersebut, kata Sudaryono, dapat diukur melalui rasio kejadian insiden keamanan pangan atau Incidents per Million Servings (IPMS).

    Ia mengatakan, rasio IPMS di Indonesia mencapai 5,3 pada periode Januari–Desember 2025. Angka tersebut turun menjadi 3,9 pada periode Januari–Juli 2026, kemudian kembali menurun menjadi 3,6 pada periode Agustus–Oktober 2026.

    Baca juga: Kepala BGN Klaim Rasio Keracunan MBG Turun Dibanding 2025

    "Doakan kami, dukung kami, kasih masukan, kasih kritikan, kasih saran, kasih apa pun itu agar bagaimana caranya kita bisa sampai di level Amerika, yakni nol. Kita ingin nol, tidak boleh ada satu orang pun (yang mengalami keracunan)," tegas Sudaryono.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    BGN Temukan Rekening Ganda dan Dapur Belum Beroperasi di 414 SPPG

    Komentar
    Additional JS