Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China Featured Spesial

    Robot di China Punya Sekolah Khusus, Latih Ambil Botol hingga Lipat Pakaian - Kompas

    6 min read

     

    KOMPAS.com - China memiliki "sekolah" khusus untuk melatih robot humanoid melakukan berbagai pekerjaan di dunia nyata.

    Salah satunya adalah Shijingshan Humanoid Robot Data Training Centre di Beijing. Fasilitas seluas lebih dari 10.000 meter persegi atau 1 hektar ini disebut sebagai pusat pelatihan robot terbesar di China.

    Murid di tempat tersebut adalah 100 robot yang menyerupai manusia. Sehari-hari, mereka dilatih untuk mengerjakan tugas-tugas harian yang biasa dilakukan manusia.

    Mereka berlatih mengambil botol air, memasukkan kotak makanan ke microwave, memindai paket, melipat pakaian, hingga membereskan peralatan makan.

    Robot China Adu Tinju di Riyadh, Bisa Menggendong Manusia

    Di belakangnya, pelatih manusia memegang controller atau mengenakan perangkat khusus untuk mengendalikan gerakan robot dari jarak jauh.

    Baca juga: Robot China Ngemis di Jalanan, Minta Donasi lewat Kode QR

    Robot bakal mengulangi pekerjaan yang sama berkali-kali. Setiap gerakan direkam menjadi data untuk melatih model AI yang mengendalikan robot.

    Harapannya, setelah mendapatkan cukup data, robot dapat mempelajari cara menyelesaikan tugas tersebut sendiri tanpa terus dikendalikan manusia.

    Menurut General Manager Shijingshan Humanoid Robot Data Training Centre, Zhu Kai, fasilitas tersebut mampu mengumpulkan sekitar 29.000 jam data per tahun dari hampir 700 skenario penggunaan.

    Para pelatih data mengumpulkan data mengenai seni merangkai bunga dan penataan peralatan dapur di Pusat Pelatihan Data Robot Humanoid Shijingshan pada 13 Agustus 2026.

    Lihat Foto

    Shijingshan bukan satu-satunya sekolah robot di China. 

    Data firma riset Interact Analysis menunjukkan sedikitnya ada 90 pusat pengumpulan data dan pelatihan robot humanoid yang sudah beroperasi, direncanakan, atau sedang dibangun di China hingga akhir April 2026.

    Sebanyak 64 fasilitas di antaranya telah beroperasi. Zhejiang, Guangdong, dan Jiangsu menjadi tiga provinsi dengan pusat pelatihan terbanyak.

    Kenapa robot harus "sekolah"? 

    Para pelatih data di Pusat Pelatihan Data Robot Humanoid Shijingshan, Beijing, melatih robot cara mengambil obat di apotek.

    Lihat Foto

    Beda dengan chatbot AI seperti Claude, ChatGPT, Gemini, dkk yang bisa belajar dari teks, gambar, suara, dan video dalam jumlah besar yang tersedia di internet.

    Pelatihan tersebut dibutuhkan karena robot humanoid tidak bisa langsung bekerja hanya dengan mengandalkan bentuk tubuh dan komponen yang canggih.

    Robot juga membutuhkan data fisik atau "pengalaman" mengenai cara berinteraksi dengan benda dan lingkungan di dunia nyata manusia.

    Baca juga: Anak Magang Kalahkan Robot Humanoid AI dalam Adu Sortir Paket

    Robot harus mempelajari bagaimana tangan bergerak saat mengambil gelas, seberapa kuat benda harus digenggam agar tidak jatuh, serta bagaimana menghadapi barang dengan bentuk, berat, dan tekstur berbeda.

    Data tersebut diperoleh dengan merekam robot ketika melakukan tugas di bawah kendali manusia.

    Semakin banyak contoh yang dikumpulkan, semakin banyak pula bahan yang dapat digunakan untuk melatih "otak" robot. Namun, industri saat ini masih kekurangan data interaksi fisik berkualitas tinggi.

    CEO platform layanan data physical AI Maniformer, Yao Maoqing, memperkirakan robot membutuhkan puluhan juta hingga ratusan juta jam data sebelum dapat digunakan secara luas.

    Sayangnya, jumlah data interaksi fisik berkualitas tinggi yang tersedia secara global saat ini diperkirakan baru mencapai beberapa ratus ribu jam.

    Nah, pusat pelatihan seperti Shijingshan dibangun untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Think China.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Robot Humanoid Jadi “Asisten Rumah Tangga”, Tarifnya Rp 500.000 Per Jam

    Komentar
    Additional JS