Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China Dunia Internasional Featured Robot Humanoid Spesial

    Robot Humanoid China "Kabur", Langsung Jalan Sendiri Setelah Selesai Dirakit - Kompas

    8 min read

     

    KOMPAS.com - Robot humanoid buatan produsen kendaraan listrik China, Xpeng, mendadak langsung berjalan keluar dari lini produksi begitu proses perakitannya selesai.

    Aksi itu memang terlihat seperti robot yang seolah langsung “kabur” dari pabrik. Namun, sebetulnya robot tersebut memang dirancang sedemikian rupa dan kejadian tersebut merupakan demonstrasi kemampuan robot humanoid yang berjalan secara mandiri.

    Robot bernama Iron itu berhasil keluar dari lini produksi Xpeng tanpa perlu dikendalikan operator.

    Baca juga: Fitur Kirim Pesan Otomatis Siap Hadir di WhatsApp, Bisa Dijadwalkan hingga Dua Minggu

    Perusahaan menilai momen tersebut menjadi penanda penting dalam persiapan produksi massal robot humanoid.

    Lomba Lari 100 Meter, Robot Tabrak Papan hingga Ditandu Keluar

    Dalam pengumumannya, Xpeng menyatakan bahwa lebih dari 80 persen proses utama di lini produksi robot telah diotomatisasi.

    Perusahaan juga mengadaptasi sistem kontrol kualitas yang sebelumnya digunakan dalam produksi mobil.

    Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga konsistensi kualitas robot seiring peningkatan jumlah produksi.

    Baca juga: China Punya Ambulans Khusus Robot, Bisa Antar Unit Rusak ke Bengkel

    CEO dan Chairman Xpeng, He Xiaopeng, bahkan memberikan lencana karyawan kepada Iron setelah robot tersebut menyelesaikan proses perakitan dan berjalan keluar dari lini produksi.

    Meski terlihat menarik, aksi tersebut belum cukup untuk membuktikan kemampuan Iron dalam menjalankan tugas selama satu hari kerja penuh.

    Xpeng belum mengungkapkan kapasitas produksi lini tersebut ataupun seberapa banyak pengujian yang dilakukan sebelum Iron melakukan demonstrasi.

    Baca juga: 7 Alat Elektronik Rumah Sedot Listrik Terbesar meski Sudah Dimatikan

    “Langkah hari ini memang kecil, tetapi Xpeng sedang membangun lini produksi untuk kategori produk yang sepenuhnya baru,” ujar Xiaopeng.

    Robot humanoid Iron buatan Xpeng

    Lihat Foto

    Xpeng berencana menggunakan Iron di toko dan kampus milik perusahaan sebelum memperluas penggunaannya ke pasar lain.

    Robot humanoid tersebut sebelumnya dirancang untuk menjalankan sejumlah tugas, seperti menyambut pelanggan di toko, memandu tur, membantu aktivitas penjualan, hingga berinteraksi dengan pengunjung.

    Baca juga: Fakta-fakta OTT KPK di BNPB

    Dengan kata lain, robot itu nantinya diproyeksikan bekerja di lingkungan perusahaan dan berinteraksi dengan manusia.

    Selanjutnya, robot humanoid ini bakal dipasarkan di China dan luar negeri pada 2027.

    Ditenagai 3 chip AI

    Iron memiliki 76 derajat kebebasan (degrees of freedom/DoF) di seluruh tubuhnya. Masing-masing tangan robot memiliki 21 derajat kebebasan.

    Derajat kebebasan menunjukkan jumlah gerakan independen yang dapat dilakukan oleh bagian tubuh robot. Kemampuan tersebut mendukung aktivitas seperti berjalan dan memindahkan benda di lingkungan yang dirancang untuk manusia.

    Iron juga dibekali tiga chip AI Turing dengan kemampuan komputasi hingga 2.250 triliun operasi per detik.

    Baca juga: Anak Magang Kalahkan Robot Humanoid AI dalam Adu Sortir Paket

    Menurut Xpeng, chip tersebut memungkinkan Iron menjalankan model AI secara langsung di perangkat dan melakukan tugas kompleks tanpa operator jarak jauh.

    Pemrosesan AI secara lokal berpotensi mengurangi jeda komunikasi. Namun, besarnya angka kemampuan komputasi tidak secara otomatis menunjukkan seberapa baik robot menangani situasi yang tidak terduga. Misalnya ketika pelanggan memberikan instruksi di luar skenario yang telah dipersiapkan.

    Xpeng juga menyatakan bahwa struktur luar Iron dirancang fleksibel dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.

    Baca juga: Menengok Kontrakan Rp 20.000 Sehari di Tanah Abang, Kamar 3x3 Meter Dihuni 4 Orang

    Akan tetapi, pengumuman perusahaan belum menyertakan hasil evaluasi keselamatan independen.

    Adapun Xpeng bukan satu-satunya produsen kendaraan yang mengembangkan robot humanoid. Tesla juga tengah mengembangkan robot Optimus dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan kemampuan manufakturnya.

    Tesla sebelumnya mengumumkan rencana mengubah lini produksi Model S dan Model X untuk digunakan dalam pembuatan Optimus. Laporan keuangan kuartal kedua perusahaan juga mencakup persiapan untuk produksi robot dalam skala besar.

    Baca juga: Kombes Nanang Haryono Dimutasi Kurang dari 24 Jam Jadi Kapolresta Sleman, Dipindah ke Mana?

    Di sisi lain, perusahaan robotika Figure telah melaporkan produksi lebih dari 350 unit robot Figure 03 pada April. Perusahaan tersebut juga mendemonstrasikan siklus produksi satu robot per jam.

    Contoh penerapan robot humanoid di lingkungan industri juga datang dari BMW. Perusahaan otomotif Jerman itu menyebut robot Figure 02 pernah digunakan untuk memasukkan komponen logam lembaran yang akan dilas di pabrik Spartanburg.

    Tugas tersebut merupakan pekerjaan spesifik dan berulang, bukan proses pembuatan mobil secara keseluruhan. Selama sepuluh bulan, robot itu membantu mendukung produksi lebih dari 30.000 unit BMW X3, dihimpun KompasTekno dari Engadget.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Robot Sprinter China Makin Kencang, Pecah Rekor Lari 100 Meter dalam 8,64 Detik!

    Komentar
    Additional JS