Siloam Tingkatkan Ketepatan Operasi dengan Robot Medis dan AI - Lensa Hukum
Oct 26, 2026 - 20:44
Dewi Khairunnisa, S.Sos.
Author
Smallest Font
Largest Font
LensaHukum.co.id, Pemanfaatan robot bedah dan kecerdasan buatan mulai mendukung peningkatan presisi tindakan medis serta pemantauan pasien kritis di Indonesia. Dilansir dari Detik Health, Presiden Direktur Siloam International Hospitals, David Utama, menjelaskan penerapan teknologi tersebut untuk meningkatkan keselamatan pasien dan mempercepat proses pemulihan. Inovasi yang diterapkan mencakup pembedahan dengan bantuan robot, perangkat khusus untuk sejumlah bidang medis, serta sistem pemantauan intensif yang menggunakan analisis prediktif.
Teknologi ini membantu tenaga medis menjalankan prosedur dengan lebih akurat sekaligus mengantisipasi perubahan kondisi pasien. Dalam prosedur pembedahan, teknologi robotik memungkinkan dokter melakukan tindakan melalui sayatan berukuran kecil. Pendekatan minimal invasif ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan mempercepat pemulihan dibandingkan prosedur yang memerlukan pembukaan area operasi lebih besar.
David menjelaskan bahwa perangkat robot berfungsi sebagai alat pendukung yang memberikan ketelitian lebih tinggi ketika dokter melakukan tindakan bedah. Kemampuan pergerakannya juga membantu menjangkau area operasi melalui sayatan kecil.
"Robot ini kan menjadi tools, lebih presisi, lebih akurat, dan mengurangi infeksi. Daripada membuka operasi besar, kita insisi-insisi kecil di mana tangan robotnya bisa masuk dan arahnya 360 derajat. Sehingga dengan insisi kecil tadi tingkat infeksi menjadi rendah, penyembuhan lebih cepat, dan pemulihan pasien untuk bisa beraktivitas lebih baik," jelas David saat ditemui di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Beragam robot medis untuk kebutuhan pembedahan
Siloam International Hospitals mengoperasikan berbagai teknologi robotik untuk mendukung tindakan bedah dengan kebutuhan yang berbeda. Menurut David, pihaknya termasuk pelopor dalam menghadirkan jajaran robot medis dengan cakupan penggunaan yang beragam di Indonesia. Untuk pembedahan abdomen dan urologi, Siloam menghadirkan dua unit robot da Vinci yang ditempatkan di cabang Kebon Jeruk dan Asri. Perangkat tersebut digunakan untuk mendukung prosedur bedah yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Pada bidang ortopedi, teknologi yang tersedia mencakup VELYS, CORI, ROSA, hingga Q-Vis. Perangkat-perangkat tersebut disiapkan untuk mendukung tindakan seperti penggantian lutut, penggantian panggul, dan pembedahan tulang belakang. Selain perangkat untuk bedah abdomen, urologi, dan ortopedi, Siloam juga memanfaatkan teknologi Brainlab untuk mendukung pembedahan otak. Rumah sakit tersebut turut mengoperasikan teknologi robotik yang ditujukan bagi prosedur pembedahan mikro.
AI membantu memprediksi kondisi pasien kritis
Digitalisasi layanan kesehatan di Siloam tidak terbatas pada ruang operasi. Pengembangan Enterprise AI Foundation menjadi bagian dari pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung diagnostik dan pengawasan pasien dengan kondisi kritis.
Salah satu penerapannya adalah Smart ICU, sistem yang dirancang untuk membantu memprediksi kemungkinan terjadinya kondisi darurat pada pasien. Melalui analisis prediktif, tim medis dapat mengenali potensi penurunan kondisi lebih awal dan mempersiapkan langkah penanganan sebelum situasi memburuk. Pendekatan tersebut mengubah pola pemantauan dari tindakan yang baru dilakukan setelah kondisi pasien menurun menjadi upaya antisipasi berdasarkan hasil analisis sistem.
Dengan demikian, informasi yang dihasilkan teknologi dapat membantu dokter mempersiapkan penanganan secara lebih dini. David menekankan perbedaan waktu respons yang dimungkinkan oleh sistem tersebut. Jika sebelumnya tenaga medis cenderung bereaksi setelah pasien mengalami penurunan kondisi, teknologi prediktif memungkinkan persiapan dilakukan lebih awal.
"Sehingga tim dokter itu mulai menyiapkan sebelum pasien tersebut drop. Jadi beda banget, dulu kita bereaksi setelah pasiennya drop, sekarang 30 menit sebelum pasiennya drop kita mengantisipasi. Tindakan-tindakan seperti ini tentu tidak bisa dijalankan tanpa teknologi," pungkas David.
Editors Team


0
Like
0
Dislike
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
