SpaceX Cari Utang 40 Miliar Dolar untuk Beli Chip Nvidia - Suara Garut
Dimas Pratama
Author
Smallest Font
Largest Font
Rencana SpaceX menghimpun utang baru senilai 40 miliar dolar AS untuk membeli chip kecerdasan buatan Nvidia menambah perhatian terhadap risiko pembiayaan industri AI. Menurut laporan Financial Times, perusahaan antariksa milik Elon Musk itu mempertimbangkan pinjaman bank dan penerbitan obligasi, ketika investor Ray Dalio memperingatkan bahwa pasar AI mendekati potensi pecahnya gelembung investasi. Financial Times melaporkan bahwa paket pendanaan tersebut berpotensi mencakup pinjaman bank senilai 10 miliar dolar AS dan obligasi sebesar 30 miliar dolar AS.
Laporan itu menyebut Apollo akan memimpin penerbitan surat utang tersebut. SpaceX sebelumnya menghimpun hampir 86 miliar dolar AS melalui debut sahamnya pada Juni, kemudian menerbitkan obligasi tambahan senilai 25 miliar dolar AS beberapa pekan setelahnya. Menurut laporan The Motley Fool, perusahaan kini mengalokasikan dana lebih besar untuk AI dibandingkan pendapatan yang dihasilkan bisnis roket dan Starlink sejak menggabungkan perusahaan AI xAI milik Elon Musk pada Februari.
Dalam analisis yang ditulis pada Agustus, Adam Jonas, analis Morgan Stanley, memperkirakan SpaceX mungkin perlu meminjam sekitar 80 miliar dolar AS setiap tahun hingga 2035, sebagaimana dilaporkan The Motley Fool.
Dalio, pendiri perusahaan pengelola dana investasi Bridgewater Associates, menyampaikan peringatannya dalam konferensi Forbes di Singapura pada Rabu. Ia menilai pembiayaan berbasis utang dan kenaikan suku bunga dapat meningkatkan tekanan terhadap investor yang ingin merealisasikan keuntungan dari kenaikan harga aset. “Kita berada dalam bagian siklus sebelum tahap itu, tetapi sedang mendekatinya. Saya pikir kita sudah dekat,” ujar Ray Dalio.
Dalio mengaitkan risiko pecahnya gelembung dengan kebutuhan investor untuk menjual aset demi memperoleh uang tunai. Menurut pandangannya, tekanan tersebut dapat meningkat ketika suku bunga terus naik dan biaya pembiayaan semakin membebani investasi. Perbedaan pandangan juga terlihat dalam penilaian pasar terhadap SpaceX. Data TipRanks yang dikutip sumber menunjukkan bahwa dari 35 analis yang mengikuti saham perusahaan tersebut, 28 memberikan rekomendasi beli, lima menyarankan tahan, dan dua merekomendasikan jual.
Rata-rata target harga saham SpaceX selama 12 bulan tercatat 216,21 dolar AS, sekitar 33 persen di atas harga penutupan Jumat sebesar 162,57 dolar AS. Target analis berkisar antara 75 dolar AS hingga 450 dolar AS, sedangkan harga penutupan tersebut masih sekitar 28 persen di bawah level tertinggi dalam 52 minggu. Menurut laporan yang sama, sebanyak 1,31 miliar saham milik orang dalam dijadwalkan dapat diperdagangkan setelah perusahaan mengumumkan hasil kuartal ketiga.
Peristiwa ini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam menilai pergerakan saham SpaceX. Risiko pembiayaan AI juga meluas ke perusahaan teknologi lain. The Motley Fool mencatat Anthropic memiliki komitmen komputasi masa depan senilai 518 miliar dolar AS, sedangkan OpenAI memiliki komitmen sebesar 665 miliar dolar AS.
Saham Oracle turun lebih dari 5 persen pada Kamis, 8 Oktober, setelah sebuah laporan memunculkan pertanyaan baru mengenai pendapatan OpenAI. Penurunan tersebut turut memengaruhi saham perusahaan lain yang berkaitan dengan industri AI, termasuk Broadcom.
Di pasar yang lebih luas, indeks Nasdaq 100 turun lebih dari 300 poin dalam waktu sekitar setengah jam pada Kamis sore. Laporan mengenai pendapatan OpenAI yang sekitar 20 miliar dolar AS di bawah angka yang sebelumnya banyak diperkirakan menjadi pemicu penurunan tersebut, menurut informasi dalam sumber berita. Di sisi lain, seluruh 35 analis Wall Street yang meliput Nvidia memberikan rekomendasi beli terhadap saham perusahaan pembuat chip tersebut.
Rata-rata target harga yang mereka tetapkan mencapai 324,20 dolar AS, berdasarkan data yang dikutip dalam laporan. Jeremy Bowman dari The Motley Fool menilai saham SpaceX kemungkinan menjadi salah satu yang pertama terdampak apabila gelembung AI pecah, meskipun ia meragukan peristiwa tersebut akan segera terjadi. Perkembangan selanjutnya bergantung pada kemampuan perusahaan teknologi membiayai komitmen AI mereka serta perubahan kondisi suku bunga dan penilaian pasar.
Editors Team


0
Like
0
Dislike
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
