UBM dan Metro TV Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Media - Cirebon Times
Oct 27, 2026 - 15:31
Serly Tjin
Author
Smallest Font
Largest Font
Hubungan antara pendidikan tinggi dan industri penyiaran diperkuat melalui kerja sama Universitas Bunda Mulia (UBM) dengan Metro TV. Dilansir dari Medcom, kedua institusi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan kompetensi mahasiswa dan pertukaran pengetahuan. Kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi berbagai kegiatan akademik yang berkaitan dengan kebutuhan industri komunikasi.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa berkesempatan mengenali perkembangan dunia media secara langsung sekaligus memahami keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki lingkungan kerja profesional. Perubahan teknologi digital dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi mendorong perusahaan media menyesuaikan cara memproduksi serta mendistribusikan konten. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam upaya UBM mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri.
Metro TV sendiri mengembangkan ekosistem media multiplatform yang mencakup siaran televisi, portal berita digital, media sosial, dan berbagai saluran distribusi konten lainnya. Perkembangan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara teknologi, produksi informasi, dan kebutuhan audiens.
Kedua institusi memiliki perhatian terhadap perubahan tersebut. Karena itu, kegiatan berbagi pengetahuan dirancang untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan pengalaman praktis dari para pelaku industri media. Rangkaian acara dibuka dengan sambutan Direktur Pemasaran dan Fasilitas UBM, Young Dame Rosmery Napitupulu, kemudian dilanjutkan oleh Pemimpin Redaksi Metro TV, Budiyanto.
Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UBM, Symphony Akelba Christian, bersama Direktur Finance, Human Capital & General Affairs Metro TV, Arif Nugroho.
Praktisi Metro TV membahas kompetensi masa depan
Selain penandatanganan MoU, acara tersebut menghadirkan seminar yang melibatkan tiga praktisi dengan latar belakang berbeda. Mereka adalah pembawa berita Metro Xin Wen, Fiona Yuan; praktisi Metro TV sekaligus akademisi, Iman Indrati; serta Head of Recruitment and Assessment Metro TV, Ismu Wardhani. Para pembicara mengulas perubahan industri media, pergeseran pola konsumsi informasi, dan kemampuan yang diperlukan untuk bekerja dalam lingkungan profesional yang semakin terhubung dengan teknologi digital.
Pembahasan ini memberikan gambaran mengenai tantangan yang perlu dipahami mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Salah satu materi menyoroti perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat kemajuan teknologi dan otomatisasi. Ismu Wardhani menjelaskan pentingnya mengarahkan pemanfaatan teknologi bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk memperkuat kemampuan manusia dan menghasilkan nilai tambah.
Pendekatan tersebut dikenal dengan istilah from automation to augmentation. Dalam konteks pekerjaan, konsep ini menekankan pemanfaatan teknologi sebagai pendukung kemampuan manusia, bukan semata-mata sebagai sarana untuk mengotomatisasi tugas.
Mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep The New Skill Equation, yang menekankan pentingnya memiliki beragam keterampilan untuk menghadapi perubahan kebutuhan profesi. Kemampuan beradaptasi, mengikuti perkembangan teknologi, dan meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan menjadi bagian dari kesiapan menghadapi masa depan karier.
Perkembangan Metro TV menjadi media multiplatform turut dibahas sebagai gambaran perubahan strategi distribusi informasi. Mahasiswa diajak memahami bahwa setiap saluran memiliki karakteristik tersendiri sehingga proses produksi konten perlu mempertimbangkan platform yang digunakan dan perilaku audiens.
Perubahan tersebut berkaitan dengan cara media menjangkau masyarakat melalui televisi, portal digital, media sosial, dan saluran distribusi lainnya. Pemahaman terhadap karakteristik setiap platform menjadi salah satu kompetensi yang relevan bagi calon tenaga kerja di bidang komunikasi dan jurnalistik. Seminar tersebut juga mengangkat penggunaan Bahasa Mandarin dalam industri penyiaran melalui program Metro Xin Wen. Materi ini memperlihatkan relevansi kemampuan bahasa asing dan komunikasi lintas budaya dalam kegiatan jurnalistik maupun penyiaran.
Kombinasi keterampilan bahasa, komunikasi, dan penguasaan teknologi turut diperkenalkan sebagai bekal yang dapat membuka peluang karier di industri media. Pembahasan ini melengkapi wawasan mahasiswa mengenai beragam kompetensi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pekerjaan. Melalui seminar dan penandatanganan MoU, mahasiswa UBM mendapatkan kesempatan untuk mengenali praktik industri sekaligus memahami perubahan kompetensi yang dibutuhkan di lingkungan kerja. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua institusi menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman profesional.
Kerja sama UBM dan Metro TV diarahkan untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pertukaran pengetahuan dan kegiatan akademik yang relevan. Fokus kolaborasi ini mencakup kesiapan lulusan menghadapi perubahan dalam industri komunikasi dan media yang terus berkembang.
Editors Team


0
Like
0
Dislike
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
