Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Featured Internet Judi Online Kasus KPAD Cijantung Spesial TNI

    Video Viral Dugaan Markas Judi Online di KPAD Cijantung, TNI Benarkan Ada Anggota yang Diperiksa - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Viral sebuah video yang memperlihatkan sejumlah orang diduga mengoperasikan judi online (judol) di kawasan Komplek KPAD, Jalan Sederhana, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

    Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas hanya menyebut bahwa saat ini terduga sedang dalam pemeriksaan.

    "Terduga sedang menjalani pemeriksaan. Terima kasih," kata Nas kepada Kompas.com melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (7/10/2026).

    Baca juga: Pria di Bandung Pinjam Motor 12 Temannya, Lalu Dijual untuk Judi Online

    Nas tidak membeberkan secara rinci siapa yang tengah diperiksa dan apa yang diperiksa terkait kejadian viral tersebut.

    Motor Jalan Pelan Demi Irit BBM, Bukan Itu Caranya!

    Saat ditanya apakah yang diperiksa merupakan personel TNI, ia membenarkan hal itu.

    "Iya (yang diperiksa anggota TNI)," ujar Nas.

    Saat ditanya lebih jauh terkait belasan orang yang diduga mengoperasikan judol di Komplek KPAD tersebut, Nas belum menjawab pertanyaan yang dilontarkan hingga berita ini ditulis.

    Baca juga: KSAD Bakal Tindak Tegas Anggota TNI jika Terbukti Fasilitasi Rumah Jadi Markas Judol

    Dalam video yang diunggah akun Instagram @badanperwakilannetzen2, terlihat sejumlah orang seperti sedang ditawan karena diduga mengoperasikan judol.

    Adapun, peristiwa itu berdasarkan keterangan dalam unggahan akun Instagram tersebut disebut terjadi pada Minggu (4/10/2026).

    Perekam video memperlihatkan sejumlah orang yang sedang berada di dalam sebuah ruangan.

    Baca juga: Pelaku Bunuh Pelajar di Pasuruan demi Motor, Hendak Dijual untuk Tebus Kendaraan karena Judol

    Di dalam ruangan tersebut terdapat sejumlah PC atau komputer yang diduga digunakan untuk mengoperasikan judol.

    "Wah ini ada yang enggak beres nih, pantesan pagar tinggi. Ini kayak judi online nih. Jangan ada yang keluar rumah ya," kata si perekam video.

    Akun Instagram tersebut menarasikan bahwa aktivitas itu diduga merupakan pengoperasian judol.

    KSAD buka suara

    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan akan menindak tegas anggota TNI aktif yang terbukti memfasilitasi rumah dinasnya sebagai markas judi online (judol).

    Baca juga: 158 Penerima Bansos di Karanganyar Dipulihkan Setelah Sanggah Terindikasi Judi Online

    Pernyataan tersebut disampaikan Maruli menanggapi penggerebekan sebuah rumah yang diduga menjadi markas operasional judi online di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD), Jalan Sederhana 7, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

    Rumah tersebut diketahui merupakan milik Kasi Intel Gartap 1 Jakarta, Letkol Inf Arman Jab, yang disewakan kepada para tersangka.

    "Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas," kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

    Baca juga: Diimingi Gaji Puluhan Juta, 13 Warga Sumut Terjebak Jadi Operator Judol dan Ditahan di Madagaskar

    Maruli mengatakan, pihaknya akan merespons dengan cepat apabila terbukti terdapat keterlibatan anggota TNI dalam aktivitas ilegal tersebut.

    "Kalau kita pasti respons cepat. Sudah, pasti cepat. Kalau kita cepat, lah," tegas Maruli.

    Sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan dugaan aktivitas judi online di kawasan KPAD Jalan Sederhana, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

    Baca juga: 211 Penerima Bansos di Mojokerto Akui Judol, Kini Harus Tutup Rekening untuk Ajukan Sanggah

    Dalam video tersebut terlihat sejumlah orang berada di dalam sebuah ruangan yang dilengkapi sejumlah PC atau komputer yang diduga digunakan untuk mengoperasikan judi online.

    Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas sebelumnya menyebut terduga dalam kasus tersebut sedang menjalani pemeriksaan.

    Ia juga membenarkan bahwa pihak yang diperiksa merupakan anggota TNI.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    9 Manfaat Minum Air Rendaman Mentimun untuk Tubuh

    Komentar
    Additional JS