Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Inovasi Juara Samsung Spesial

    Dua Tim Raih Juara Pertama Samsung Solve for Tomorrow 2026 - Chatnews

    5 min read

     


    Tim BryotechAlpha dan tim I-SEUNG, juara pertama Samsung Solve for Tomorrow 2026 berfoto bersama di Jakarta, Minggu 1 November 2026. (Foto:RRI/Saadatuddaraen)

    ChatNews.id – Dua tim inovator muda berhasil menduduki posisi juara pertama dalam kompetisi Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026. Tim BryotechAlpha menghadirkan teknologi dinding lumut pintar AeroSpora, sedangkan Tim I-SEUNG mengembangkan aplikasi pembelajaran inklusif bernama NovaSight.

    Pengumuman seluruh pemenang tingkat nasional berlangsung di Jakarta pada Minggu, 1 November 2026. Kompetisi yang digelar Samsung Electronics Indonesia tersebut mendapat dukungan pemerintah karena dinilai mampu mengembangkan kreativitas pelajar dan mahasiswa melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), seperti dilansir dari RRI.

    Ajang ini memperlihatkan kemampuan generasi muda Indonesia dalam menghasilkan gagasan teknologi yang berangkat dari persoalan nyata. Kedua tim pemenang mengangkat kebutuhan berbeda, yakni persoalan kualitas udara dan aksesibilitas pendidikan bagi siswa tunanetra.

    Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Suparto, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, kemampuan menciptakan solusi inovatif menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menghasilkan teknologi, bukan hanya menggunakannya.

    Suparto menyampaikan pentingnya pembinaan agar kemampuan tersebut berkembang secara berkelanjutan.

    "Kita perlu menyiapkan potensi tersebut secara terarah agar terus berkembang. Saya berharap ada lembaga lain seperti Samsung yang bersedia jadi orkestrator muncul innovator muda," ujar Suparto.

    Selain pengembangan kemampuan teknologi, pemerintah juga menaruh perhatian pada penerapan hasil inovasi. Karya yang dihasilkan generasi muda diharapkan mampu memberikan manfaat langsung dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Suparto menilai ukuran keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup hanya dilihat dari jumlah publikasi ilmiah yang terindeks. Hasil penelitian dan pembelajaran juga perlu diwujudkan menjadi karya terapan yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

    Ia turut menyoroti keberadaan talenta inovatif yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Potensi tersebut tidak hanya ditemukan di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta.

    "Kami berharap inovasi generasi muda dapat mendorong pembangunan dan menyelesaikan berbagai masalah di daerah. Kami juga melihat talenta inovatif diberbagai daerah, tidak hanya di Jakarta, Surabaya, Semarang dan Yogyakarta," kata Suparto.

    Dukungan terhadap kompetisi ini juga datang dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktur Sekolah Menengah Atas Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, menilai kemampuan siswa menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan merupakan salah satu gambaran keberhasilan pendidikan.

    Menurut Yuli, kompetisi SFT 2026 memberikan ruang bagi pelajar, khususnya siswa SMA, untuk menggabungkan ilmu pengetahuan dengan teknologi. Pendekatan tersebut mendorong lahirnya gagasan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan sekitar.

    "Kami mengapresiasi SFT 2026 sebagai kompetisi yang mendorong generasi muda. Khususnya siswa SMA mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap kompetisi ini menginspirasi lebih banyak siswa untuk berani mengembangkan ide.

    Bahkan berkolaborasi dan menghasilkan solusi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kami berharap pencapaian ini memotivasi mereka untuk terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi dan menginspirasi lebih banyak siswa untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat," ucap Yuli.

    Dari sisi penyelenggara, Samsung Electronics Indonesia menghadirkan tiga bidang utama sebagai tema kompetisi tahun ini. Ketiganya meliputi keberlanjutan lingkungan, olahraga, serta transformasi pendidikan dengan dukungan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

    Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Anggi Paramita, menjelaskan bahwa tema tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan solusi berdasarkan tantangan di lingkungan mereka.

    "Kami sangat mengapresiasi semangat, kreativitas, dan kepedulian yang ditunjukkan para peserta SFT 2026. Kami bangga dan terinspirasi melihat generasi muda Indonesia mengubah tantangan di sekitar mereka menjadi ide dan solusi inovatif," kata Anggi.

    Partisipasi dalam kompetisi ini menunjukkan antusiasme yang cukup besar. SFT 2026 menerima 4.000 pendaftar sebelum proses seleksi menghasilkan sepuluh tim terbaik pada setiap kategori perlombaan.

    Anggi berharap keberhasilan para pemenang menjadi awal untuk memperluas pengalaman dan mengembangkan kemampuan mereka. Kompetisi tersebut juga menjadi wadah bagi peserta untuk memperkenalkan gagasan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

    Inovasi AeroSpora untuk mengatasi persoalan kualitas udara

    Tim BryotechAlpha mengembangkan AeroSpora dengan mempertimbangkan persoalan pencemaran udara di Jakarta. Latar belakang pengembangan perangkat ini adalah kadar PM2.5 yang disebut telah melampaui batas aman menurut World Health Organization (WHO).

    AeroSpora dirancang sebagai perangkat pemurni udara dengan konsep dinding lumut pintar. Teknologi tersebut memanfaatkan sistem Visual Environment Real-time Analytics (V.E.R.A) yang dijalankan menggunakan layar tablet bekas.

    Pemanfaatan tablet bekas menjadi bagian dari rancangan sistem yang dikembangkan tim tersebut. Melalui AeroSpora, BryotechAlpha mengangkat persoalan lingkungan sebagai fokus inovasi berbasis teknologi.

    NovaSight mendukung pembelajaran siswa tunanetra

    Sementara itu, Tim I-SEUNG berfokus pada kebutuhan akses pendidikan bagi penyandang tunanetra. Mereka merancang NovaSight untuk membantu proses pembelajaran 4.229 siswa tunanetra yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB).

    Aplikasi tersebut dilengkapi lima fitur unggulan yang mendukung kebutuhan pembelajaran. Fitur-fiturnya terdiri atas Annoter, Scriber, Clarifier, Quizzer, serta sistem koreksi Evaluaizer.

    Pengembangan NovaSight memperlihatkan perhatian peserta terhadap tantangan pendidikan inklusif. Sementara AeroSpora berorientasi pada persoalan lingkungan, aplikasi karya I-SEUNG diarahkan untuk mendukung kebutuhan belajar siswa tunanetra melalui pemanfaatan teknologi.

    Komentar
    Additional JS