Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured NASA Spesial Swift Teleskop

    Gagal Diselamatkan, Teleskop NASA Swift Diperkirakan Jatuh ke Bumi Pekan Ini - Afbtvkupang

    4 min read


    Ilustrasi. Teleskop tua NASA, Observatorium Swift, diprediksi jatuh ke Bumi pekan ini setelah gagal bertahan di orbit. (Foto: dok. NASA)

    Dipublikasikan: Senin, 02 November 2026 | 17:32 WITA Penulis: Andreas Fua Editor: Admin Redaksi AFBTV

    Jakarta, Afbtvkupang.com – Observatorium Swift, teleskop antariksa milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), diperkirakan akan jatuh ke Bumi pada pekan ini. Teleskop yang telah beroperasi selama 22 tahun tersebut kehilangan kestabilan orbit setelah upaya penyelamatan darurat yang dilakukan NASA bersama mitranya gagal.

    Aktivitas Matahari yang intens disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat penurunan orbit teleskop tersebut.

    Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (U.S. Space Force) memprediksi teleskop seberat sekitar 1,5 ton itu akan memasuki atmosfer Bumi pada Jumat (6/11) atau sekitar tanggal tersebut.

    Mengutip AP News, Kepala Ilmuwan Misi Swift NASA, Brad Cenko, mengatakan sebagian besar bagian teleskop diperkirakan akan terbakar ketika memasuki atmosfer. Namun, sejumlah komponen yang terbuat dari material lebih kuat, seperti tungsten dan beberapa bagian cermin, kemungkinan masih dapat bertahan.

    Puing-puing yang tersisa diperkirakan sebagian besar akan jatuh ke lautan. Meski demikian, sejumlah wilayah seperti Afrika, Australia, India, Asia Tenggara, serta Amerika Tengah dan Selatan termasuk dalam zona masuk kembali atmosfer atau re-entry zone yang menjadi perhatian.

    U.S. Space Force saat ini terus melacak jalur jatuh teleskop Swift yang semakin mengerucut.

    Teleskop Swift Telah Beroperasi Selama 22 Tahun

    Observatorium Swift diluncurkan pada 20 November 2004 untuk mengamati sejumlah peristiwa paling dahsyat di alam semesta, termasuk semburan sinar gamma dan supernova.

    Astronom yang pernah memimpin tim pengendali Swift, John Nousek, mengatakan bahwa berakhirnya masa operasi teleskop tersebut sebenarnya sudah diperkirakan sejak awal peluncurannya.

    "Kami sudah tahu hari ini akan tiba bahkan sebelum Swift diluncurkan. Setidaknya di orbit Bumi rendah, sesuatu yang naik pasti akan turun. Dan akhir seperti ini merupakan bencana," kata Nousek.

    Upaya Penyelamatan NASA dan Katalyst Space Gagal

    NASA bersama perusahaan Katalyst Space telah berupaya menyelamatkan teleskop Swift sejak tahun lalu. Upaya tersebut dilakukan menggunakan Link, robot berlengan tiga milik Katalyst Space.

    Namun, robot tersebut mengalami masalah setelah diluncurkan pada Juli. Link hanya mampu mendekati teleskop hingga jarak sekitar 12 sampai 15 kilometer sebelum akhirnya jatuh kembali ke Bumi pada September.

    Setelah upaya penyelamatan dibatalkan, Swift sempat kembali melanjutkan kegiatan pengamatan. Teleskop tersebut bahkan berhasil menemukan lebih banyak semburan sinar gamma dan peristiwa berenergi sangat tinggi lainnya.

    Namun, pada akhir Oktober, orbit Swift semakin rendah dan kestabilannya terus menurun hingga sistem teleskop akhirnya dimatikan.

    Swift Telah Menemukan Ribuan Semburan Sinar Gamma

    Selama menjalankan misinya, Swift telah membantu para ilmuwan menemukan lebih dari 2.000 semburan sinar gamma dan sekitar 1.400 bintang yang meledak. Teleskop tersebut juga berkontribusi dalam pengamatan komet, asteroid, serta lubang hitam yang menghancurkan bintang.

    Kemampuan Swift untuk bergerak cepat mengarah ke lokasi peristiwa ledakan di antariksa membuatnya berperan penting dalam pengamatan astronomi.

    NASA menyebut Swift sebagai wahana antariksa yang memberikan sinyal awal kepada teleskop Hubble, James Webb, dan teleskop lainnya. Informasi tersebut memungkinkan teleskop-teleskop itu mengarahkan pengamatan untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap berbagai peristiwa di alam semesta.

    Ilmuwan Mulai Mencari Pengganti Teleskop Swift

    Setelah berakhirnya operasi Swift, para ilmuwan kini mulai mencari cara untuk menghadirkan pengganti teleskop tersebut.

    Nousek berharap pengalaman dan berbagai pencapaian selama misi Swift dapat menjadi bekal bagi pengembangan misi antariksa generasi berikutnya.

    "Dengan tulus, harapan kami adalah bahwa pelajaran yang dipetik dari keberhasilan Swift ini dapat diterapkan pada generasi baru misi luar angkasa untuk mempercepat penemuan kita tentang alam semesta," kata Nousek.(*)

    Komentar
    Additional JS