Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gadget iPhone Smartphone Spesial

    Peretas Temukan Celah Baru pada Keamanan iPhone - VOI

    3 min read

     


    Calif mendemonstrasikan jailbreak iPhone yang tetap bertahan saat Lockdown Mode aktif,  (foto:dok. mashable)

    Teknologi

    05 November 2026, 08:05

    Calif mendemonstrasikan jailbreak iPhone yang tetap bertahan saat Lockdown Mode aktif, (foto:dok. mashable)

    JAKARTA - Kelompok peretas Calif mendemonstrasikan metode jailbreak baru yang diklaim tetap bertahan pada iPhone meski fitur keamanan Lockdown Mode aktif dan perangkat diperbarui ke iOS 27.2. Temuan tersebut menunjukkan perlindungan keamanan Apple masih memiliki celah yang perlu ditangani.

    Dalam video yang diunggah ke platform X, kelompok Calif memperlihatkan sebuah iPhone 18 Pro dengan Lockdown Mode dalam keadaan aktif. Perangkat itu kemudian menerima sebuah berkas PDF melalui AirDrop dan membuka dokumen tersebut.

    Video selanjutnya memperlihatkan pengguna membuka menu Software Update di pengaturan iPhone. Sistem menampilkan peringatan bahwa Lockdown Mode sedang aktif dan dapat memengaruhi sejumlah pengaturan.

    Peringatan tersebut kemudian ditutup. Pengguna memilih memasang pembaruan iOS 27.2, memasukkan kode sandi perangkat, dan membiarkan proses pembaruan berlangsung.

    Setelah beberapa menit, iPhone menyelesaikan pembaruan sistem operasi tersebut. Video itu memperlihatkan perangkat berhasil diperbarui, sementara jailbreak disebut tetap bertahan.

    Namun, belum ada penjelasan teknis terbuka mengenai bagaimana metode tersebut bekerja. Keberadaan berkas PDF dalam video diduga berkaitan dengan proses jailbreak, antara lain berdasarkan perubahan musik yang terdengar dalam rekaman. Meski demikian, tidak dapat dipastikan apakah proses eksploitasi benar-benar berlangsung setelah berkas diterima atau sudah dilakukan sebelum video dimulai.

    Menurut laporan MacRumors, Calif menyatakan akan mengungkapkan kerentanan yang ditemukan kepada Apple. Kelompok tersebut juga tidak berencana merilis perangkat lunak jailbreak untuk digunakan publik.

    Lockdown Mode merupakan fitur keamanan Apple yang dirancang untuk memperkuat perlindungan iPhone dari serangan siber canggih. Fitur ini ditujukan terutama bagi pengguna yang berisiko menjadi sasaran serangan terarah, seperti politikus, aktivis, dan pimpinan perusahaan.

    Apple sebelumnya menyatakan pada Maret 2026 bahwa Lockdown Mode berhasil memberikan tingkat perlindungan 100 persen sejak diperkenalkan pada 2022. Namun, demonstrasi yang dilakukan Calif, jika terbukti autentik, menunjukkan bahwa perlindungan tersebut tidak sepenuhnya kebal terhadap eksploitasi.

    Lockdown Mode, yang tersedia sejak iOS 16, membatasi sejumlah fungsi aplikasi dan layanan untuk mempersempit jalur serangan terhadap perangkat. Pembatasan itu mencakup pemblokiran teknologi tertentu saat menjelajahi internet serta pembatasan tautan dan sebagian besar jenis lampiran pesan di aplikasi Messages.

    Fitur tersebut juga mencegah pemasangan profil konfigurasi, membatasi pendaftaran iPhone ke sistem Mobile Device Management (MDM), serta memutus koneksi ke jaringan Wi-Fi yang dinilai tidak aman.

    Pembatasan tersebut dirancang untuk mengurangi kemungkinan peretas memperoleh akses ke data, akun, dan informasi sensitif yang tersimpan di perangkat.

    Jika demonstrasi Calif terbukti menunjukkan jailbreak yang tetap aktif setelah pembaruan sistem operasi, Apple perlu meneliti lebih lanjut kerentanan yang memungkinkan mekanisme tersebut bekerja.

    Temuan ini juga menjadi catatan terhadap klaim perlindungan Lockdown Mode yang sebelumnya disampaikan Apple. Meski demikian, video yang beredar belum menyediakan bukti teknis terperinci untuk memastikan metode serangan, jalur eksploitasi, maupun dampaknya terhadap perangkat pengguna secara luas.

    Komentar
    Additional JS