Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Elon Musk Featured Spesial Vladimir Putin

    Puji Elon Musk, Putin: Dia Seorang Jenius, Jenius Sejati - Kompas

    9 min read


    KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan pujian kepada miliarder teknologi asal Amerika Serikat (AS), Elon Musk.

    Putin menyebut bos SpaceX tersebut sebagai "jenius sejati" karena berhasil mengembangkan jaringan internet satelit Starlink.

    Pujian itu disampaikan Putin pada Rabu dalam sebuah acara di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-Afrika. Menariknya, pernyataan tersebut muncul ketika Rusia tengah berupaya mengembangkan jaringan satelit internet sendiri untuk menyaingi Starlink.

    Baca juga: Bos Nvidia: Chip Buatan China Tinggal Hitungan Nanodetik Saja di Belakang AS

    Dalam kesempatan itu, Putin mengungkapkan bahwa Rusia masih menjalin komunikasi erat dengan mitra-mitranya di AS, termasuk Musk.

    Putin Undang Zelensky ke Moskwa untuk Negosiasi Langsung Akhir Perang Rusia-Ukraina

    Komunikasi tersebut dinilai penting untuk memastikan satelit milik kedua negara tidak saling mengganggu ketika beroperasi di orbit.

    "Dia seorang jenius, jenius sejati,” kata Putin mengenai Musk, menurut terjemahan pernyataannya oleh BBC.

    "Kami menjalin komunikasi erat dengan mitra-mitra Amerika kami, termasuk Tuan Musk, karena di orbit, sangat penting untuk tidak saling mengganggu serta mematuhi disiplin dan ketertiban tertentu," lanjutnya.

    Baca juga: Elon Musk Dulu Kritik The Odyssey Christopher Nolan, Kini Versi Grok AI-nya Malah Banjir Hujatan

    Putin juga mengatakan bahwa Rusia dan AS sama-sama menghargai hubungan tersebut. Menurut dia, kerja sama tetap berjalan meskipun kedua negara memiliki berbagai persoalan politik.

    "Baik kami maupun mitra-mitra Amerika kami menghargai sikap saling menghormati ini. Bersama mereka, terlepas dari berbagai persoalan politik, kami terus bekerja sama secara erat," ujar Putin, dikutip KompasTekno dari The Moscow Times.

    Rusia kembangkan pesaing Starlink

    Pujian Putin terhadap Musk dilontarkan ketika Menteri Pengembangan Digital dan Komunikasi Rusia, Maksut Shadayev, mempresentasikan satelit yang digunakan dalam proyek Rassvet di KTT Rusia-Afrika.

    Baca juga: Iran Setop Pakai GPS AS, Beralih ke Sistem Navigasi China

    Rassvet merupakan proyek konstelasi satelit internet yang didukung pemerintah Rusia. Proyek ini dirancang untuk menyediakan layanan internet melalui satelit sekaligus menjadi pesaing Starlink milik SpaceX, perusahaan Elon Musk.

    Putin mengakui bahwa pengembangan jaringan satelit tersebut masih berada pada tahap awal. Ia menyebut Rusia baru memulai langkah-langkah pertamanya dalam membangun sistem tersebut.

    "Kami baru mengambil langkah-langkah pertama," kata Putin saat membahas Rassvet kepada para delegasi.

    Baca juga: Obama Ejek Strategi Trump dalam Perang Iran, Sebut Teheran Malah Jadi Lebih Kuat

    Di sisi lain, Putin menekankan pentingnya koordinasi dengan negara lain dalam pengoperasian satelit. Hal ini diperlukan agar satelit yang berada di orbit dapat beroperasi tanpa saling mengganggu.

    Pernyataan Putin mengenai koordinasi antarsatelit tersebut muncul setelah diplomat AS pekan lalu menuduh Rusia melakukan tindakan yang "sengaja ceroboh".

    Tuduhan itu berkaitan dengan manuver sebuah satelit militer Rusia yang mendekati satelit radar terdaftar di AS dan dioperasikan oleh Finlandia. Satelit tersebut diketahui memasok informasi intelijen kepada Ukraina.

    Baca juga: Rusia Pamer Senjata Perang Elektronik, Bisa Butakan Satelit Starlink

    Namun, Rusia membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai sesuatu yang "tidak masuk akal".

    Putin pernah bandingkan Musk dengan insinyur roket Uni Soviet

    Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, akan mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq, New York City, AS pada Jumat (12/6/2026) waktu setempat, dengan kode saham SPCX.

    Lihat Foto

    Pujian Putin kepada Musk bukan kali pertama disampaikan secara terbuka. Sebelumnya, pemimpin Rusia itu pernah membandingkan Musk dengan Sergei Korolev, insinyur roket legendaris Uni Soviet.

    Baca juga: Kim Jong Un Kumpulkan Semua Komandan Militernya, Ada Rencana Besar?

    Musk juga pernah mendapat pujian dari utusan khusus Putin, Kirill Dmitriev. Bahkan, Dmitriev pernah mengusulkan agar SpaceX dan badan antariksa Rusia, Roscosmos, menggarap proyek bersama yang berfokus pada eksplorasi Mars.

    Di luar pencapaian bisnisnya, Musk juga dikenal sebagai sekutu Presiden AS Donald Trump. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, miliarder yang disebut sebagai orang terkaya di dunia itu semakin sering melontarkan kritik terhadap Ukraina.

    Musk bahkan bersikeras bahwa Kyiv harus menandatangani kesepakatan damai dengan Moskwa.

    Baca juga: Trump Sebut Norwegia Payah gara-gara Dia Tak Menang Nobel Perdamaian

    Musk sempat batasi Starlink di Ukraina

    Pujian Putin untuk Musk juga datang setelah belakangan, Musk mengatakan bahwa SpaceX telah membatasi sementara layanan Starlink di Ukraina. Layanan yang dibatasi bukan Starlink komersil untuk sipil, melainkan versi khusus untuk militer.

    Kebijakan itu mengganggu operasi yang memanfaatkan jaringan internet satelit tersebut untuk membantu militer Ukraina mempertahankan negara dari serangan Rusia.

    Musk membela keputusan tersebut dengan menyatakan bahwa Starlink merupakan layanan komersial untuk kebutuhan sipil, bukan untuk mendukung serangan militer yang bertujuan membunuh orang.

    "Menggunakan Starlink, sebuah layanan komersial untuk warga sipil, untuk melancarkan serangan drone ofensif yang bertujuan membunuh orang tidak pernah diizinkan dan memang tidak seharusnya diizinkan," tulis Musk di platform X.

    Baca juga: Hubungan Trump-Zelensky Memburuk, Elon Musk Batasi Akses Starlink Versi Militer di Ukraina

    Layanan Starlink di Ukraina pada akhirnya kembali dipulihkan setelah adanya permintaan dari Trump.

    Pernyataan Putin yang memuji Musk pun muncul di tengah situasi tersebut, ketika Rusia sedang membangun jaringan satelit internet sendiri, sementara Starlink masih menjadi salah satu layanan yang digunakan Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS