Putin Puji Elon Musk Saat Rusia Kembangkan Pesaing Starlink - Lensa Hukum

LensaHukum.co.id, Persaingan pengembangan jaringan internet satelit antara Rusia dan Amerika Serikat berlangsung di tengah komunikasi kedua negara mengenai aktivitas di orbit. Presiden Rusia Vladimir Putin memuji Elon Musk atas keberhasilannya mengembangkan Starlink, sekaligus mengungkapkan bahwa Moskwa masih berkoordinasi dengan mitra Amerika, termasuk pemimpin SpaceX tersebut, sebagaimana dilansir dari Tekno.
Pernyataan itu disampaikan Putin pada Rabu dalam sebuah acara di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-Afrika. Momen tersebut menarik perhatian karena Rusia sedang membangun jaringan internet satelit sendiri melalui proyek Rassvet untuk menyaingi Starlink.
Dalam kesempatan tersebut, Putin mengakui kemampuan Musk mengembangkan teknologi komunikasi satelit. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antarpihak agar satelit dari kedua negara tidak saling mengganggu selama beroperasi di orbit.
Putin secara terbuka memberikan apresiasi terhadap pencapaian pengusaha teknologi asal Amerika Serikat tersebut.
"Dia seorang jenius, jenius sejati," ujar Vladimir Putin, Presiden Rusia.
Putin kemudian menjelaskan bahwa komunikasi dengan pihak Amerika tetap berlangsung, terutama untuk menjaga keteraturan aktivitas satelit di luar angkasa.
"Kami menjalin komunikasi erat dengan mitra-mitra Amerika kami, termasuk Tuan Musk, karena di orbit, sangat penting untuk tidak saling mengganggu serta mematuhi disiplin dan ketertiban tertentu," ujar Vladimir Putin, Presiden Rusia.
Ia menyebut hubungan tersebut tetap dijaga meskipun Moskwa dan Washington menghadapi berbagai persoalan politik. Menurut Putin, sikap saling menghormati menjadi bagian penting dalam mempertahankan komunikasi kedua negara.
"Baik kami maupun mitra-mitra Amerika kami menghargai sikap saling menghormati ini. Bersama mereka, terlepas dari berbagai persoalan politik, kami terus bekerja sama secara erat," ujar Vladimir Putin, Presiden Rusia.
Dalam pembahasan mengenai proyek satelit Rusia, Putin juga mengakui bahwa pengembangan Rassvet belum mencapai tahap matang. Pemerintah Rusia masih berada dalam fase awal pembangunan sistem tersebut.
"Kami baru mengambil langkah-langkah pertama," ujar Vladimir Putin, Presiden Rusia.
Proyek Rassvet sebelumnya diperkenalkan Menteri Pengembangan Digital dan Komunikasi Rusia, Maksut Shadayev, dalam KTT Rusia-Afrika. Konstelasi satelit yang didukung pemerintah Rusia itu dirancang untuk menyediakan akses internet melalui satelit dan menjadi pesaing layanan Starlink milik SpaceX.
Koordinasi aktivitas satelit juga menjadi perhatian setelah diplomat Amerika Serikat melontarkan tuduhan terhadap manuver satelit militer Rusia. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang dilakukan secara sengaja dan ceroboh.
Tuduhan itu berkaitan dengan sebuah satelit militer Rusia yang mendekati satelit radar terdaftar di Amerika Serikat dan dioperasikan Finlandia. Satelit tersebut memasok informasi intelijen kepada Ukraina.
"Sengaja ceroboh," demikian pernyataan diplomat Amerika Serikat mengenai tindakan Rusia.
Moskwa membantah tuduhan tersebut dan menolak penilaian yang disampaikan pihak Amerika.
"Tidak masuk akal," demikian bantahan Rusia terhadap tuduhan tersebut.
Putin sebelumnya juga pernah membandingkan Musk dengan Sergei Korolev, insinyur roket legendaris Uni Soviet. Selain itu, utusan khusus Putin, Kirill Dmitriev, pernah mengusulkan kerja sama antara SpaceX dan badan antariksa Rusia, Roscosmos, untuk proyek eksplorasi Mars.
Di sisi lain, Musk dikenal sebagai sekutu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin sering mengkritik Ukraina dan menyatakan bahwa Kyiv harus menyepakati perdamaian dengan Moskwa.
Musk juga pernah mengumumkan pembatasan sementara layanan Starlink versi khusus militer di Ukraina. Kebijakan tersebut mengganggu operasi militer yang memanfaatkan jaringan internet satelit untuk membantu Ukraina mempertahankan diri dari invasi Rusia.
Musk membela keputusan tersebut dengan menyatakan bahwa layanan Starlink merupakan produk komersial untuk kebutuhan sipil, bukan sarana mendukung serangan militer yang bertujuan membunuh manusia.
"Menggunakan Starlink, sebuah layanan komersial untuk warga sipil, untuk melancarkan serangan drone ofensif yang bertujuan membunuh orang tidak pernah diizinkan dan memang tidak seharusnya diizinkan," tulis Elon Musk di platform X.
Layanan Starlink di Ukraina kemudian kembali dipulihkan setelah adanya permintaan dari Trump. Jaringan satelit tersebut tetap menjadi salah satu layanan komunikasi yang digunakan Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.