Tengkulak iPhone Duo Gagal Cuan gara-gara Keluhan Layar Retak - Kompas
KOMPAS.com - Para tengkulak atau scalper iPhone Duo di China mulai memangkas harga jual perangkat tersebut.
Langkah ini dilakukan setelah ponsel lipat pertama Apple itu menuai keluhan terkait ketahanan engsel, layar, hingga masalah kompatibilitas aplikasi.
Padahal, iPhone Duo sempat menjadi incaran ketika pemesanan awal alias pre-order dibuka pada 16 Oktober 2026. Perangkat tersebut langsung ludes di berbagai kanal penjualan resmi Apple dalam hitungan menit.
Kondisi itu dimanfaatkan para scalper China untuk membeli iPhone Duo dalam jumlah besar dan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi.
AI Bubble China Pecah, Rp 8.600 Triliun Lenyap! Harga RAM dan SSD Bakal Turun?
Namun, minat konsumen mulai melambat setelah sejumlah pengguna awal melaporkan masalah pada perangkat merek, termasuk soal layar dalam yang retak.
Baca Juga :
Situasi ini membuat para penjual terpaksa menurunkan harga agar stok bisa terjual dan gagal cuan.
Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari laporan Bangkok Post, di pasar elektronik Huaqiangbei, Shenzhen, seorang pedagang bernama Shen memangkas harga iPhone Duo warna hitam dengan memori 1 TB sebesar 2.800 yuan (sekitar Rp 7,64 juta).
Baca juga: Apple Akui Masalah Layar iPhone Duo Retak, Pengguna Bisa Minta Ganti
Dengan pemangkasan tersebut, harga jual perangkat turun menjadi 24.300 yuan (sekitar Rp 66,31 juta), dari sebelumnya lebih dari 25.000 yuan (sekitar Rp 68,22 juta).
Shen mengatakan, minat pembeli sedikit meningkat setelah harga jual kembali mulai turun. Penurunan harga juga terlihat di Idle Fish atau Xianyu, platform jual beli barang bekas terbesar di China.
Sejumlah penjual menawarkan iPhone Duo dengan harga 1.000 yuan hingga 2.000 yuan (sekitar Rp 2,73 juta hingga Rp 5,46 juta) lebih rendah dibandingkan penawaran pada akhir pekan peluncuran.
Bahkan, beberapa model dasar hanya dijual dengan harga sekitar 300 yuan (sekitar Rp 818.649) di atas harga resmi Apple.
Keluhan layar dan engsel iPhone Duo

Lihat Foto
Penurunan harga iPhone Duo di pasar tengkulak terjadi setelah sejumlah pengguna mengeluhkan masalah ketahanan perangkat.
Beberapa pengguna melaporkan engsel yang dianggap rapuh dan layar bagian dalam yang retak.
Selain masalah perangkat keras, ada pula keluhan mengenai kompatibilitas aplikasi. Sejumlah aplikasi disebut belum menyesuaikan tampilan antarmukanya dengan layar bagian dalam iPhone Duo yang lebih lebar.
Dalam laporan terpisah, Apple disebut telah mengakui adanya masalah pada layar bagian dalam yang dialami oleh sejumlah kecil unit iPhone Duo.
Perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California ini menyarankan pengguna yang mengalami masalah tersebut untuk menghubungi AppleCare guna mendapatkan penggantian perangkat.
Apple juga menegaskan bahwa sebagian besar unit tidak terdampak. Namun, belum ada angka pasti mengenai jumlah perangkat yang mengalami masalah tersebut.
Prediksi analis soal iPhone Duo

Lihat Foto
Meski muncul berbagai keluhan, analis Counterpoint Research, Ivan Lam, menilai permintaan awal iPhone Duo di China dan pasar global masih sesuai ekspektasi.
Namun, ia memperkirakan laju penjualan akan melambat setelah konsumen awal mulai membagikan pengalaman menggunakan perangkat tersebut.
Baca juga: Samsung Sindir iPhone Duo lewat Iklan Apel yang Gagal Dilipat
Harga iPhone Duo yang tergolong premium juga dinilai membatasi jumlah calon pembeli. Selain itu, ponsel lipat masih menjadi segmen pasar yang relatif khusus a;ias niche.
Sementara itu, firma riset IDC memperkirakan Apple akan mengirimkan 10 juta unit iPhone Duo ke pasar global dalam 12 bulan pertama.
IDC juga memperkirakan Apple dapat menguasai 31 persen pasar ponsel lipat global pada 2026. Perusahaan bahkan diramal menjadi pemimpin pasar ponsel lipat, baik dari sisi volume pengiriman maupun pendapatan, pada tahun depan.
Meski demikian, IDC menilai keterbatasan produksi menjadi tantangan utama Apple dalam memenuhi permintaan pasar.
Jika pasokan tidak mencukupi atau waktu pengiriman terlalu lama, konsumen berpotensi frustrasi. Kondisi tersebut dapat membuat momentum penjualan iPhone Duo melambat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Juragan 99 Trans Buka Rute Baru Bogor-Yogyakarta, Pakai Double Decker