0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Tidak Ada Kategori

    Bjorka Bantah Ditangkap Polisi di Madiun - tempo

    6 min read

    Bjorka Bantah Ditangkap Polisi di Madiun

    Jumat, 16 September 2022 04:30 WIB

    Bjorka. Istimewa

    TEMPO.COJakarta - Peretas Bjorka merespon soal kabar penangkapan dirinya oleh polisi di Madiun, Jawa Timur. Dia menyalahkan platform Dark Tracer, platform yang sering memberikan informasi tentang dark web, yang memberikan kesalahan informasi atas penangkapan seorang pria berinisial MAH oleh polisi.

    "Bocah ini ditangkap dan diinterogasi Pemerintah Indonesia," tulis Bjorka di grup aplikasi Telegram miliknya, Kamis, 15 September 2022.

    "Untuk orang Dark Tracer, ini adalah dosa kalian menyediakan layanan palsu ke pemerintah Indonesia dan memberikan informasi yang salah kepada para idiot."

    Polisi membenarkan penangkapan pria di Madiun

    Sebelumnya polisi disebut menangkap seorang pria berinisial MAH di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Rabu petang, 14 September 2022.

    Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo membenarkan kabar penangkapan itu. Namun dia mengatakan penyidik masih belum bisa menyimpulkan apakah pria itu adalah peretas Bjorka. Statusnya saat ditangkap pun tak jelas.

    "Belum disimpulkan seperti itu (peretas) karena masih didalami tim khusus. Saya tidak berkompeten menjelaskan sebelum tim khusus nanti telah selesai bekerja," kata Dedi saat dihubungi, Kamis, 15 September 2022.

    Selanjutnya, MAH Tak punya komputer

    Ibu korban, S, menyatakan bahwa anaknya ditangpak saat bekerja. MAH sempat dibawa ke rumah oleh empat orang yang mengaku sebagai polisi.

    "Katanya mau ke Polsek Dagangan," ujarnya kepada sejumlah wartawan pada Kamis, 15 September 2022.

    Dia menyatakan tak mengerti masalah yang menimpa anaknya tersebut. S pun tak percaya jika MAH disebut terlibat peretasan. Pasalnya, di kediamannya tak ada komputer atau pun jaringan internet.

    "Kalau HP, dia punya. Cuma itu," ucap Suprihatin.

    Dugaan awal MAH sebagai Bjorka muncul dari Dark Tracer

    Dugaan MAH sebagai Bjorka awalnya muncul dalam sebuah laporan Dark Tracer dalam sebuah webinar tertanggal 8 September 2022. Mereka memperlihatkan peta yang diduga perjalanan dari kebocoran data yang terjadi di Indonesia.

    Total ada 124 diduga pelaku yang melakukan posting berbahasa Indonesia bocor di Black Market and Hacker Forum," tulis laporan tersebut.

    Setelah melakukan pengerucutan hingga 14 orang terduga pelaku, DarkTracer melakukan dugaan terhadap seorang pria yang berdomisili di Indonesia. Pihaknya membuka data pribadi terduga pelaku berikut fotonya dengan inisial nama MA, laki-laki berusia 23 tahun. Nama lain terduga pelaku adalah Akihiro san, Ahihiro, Gumelarzt, Bjorkasim.

    Dark Tracer juga memperlihatkan peta Jawa Timur sebagai gambaran provinsi tempat tinggal terduga Bjorka.

    Pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menganggap laporan yang dikeluarkan oleh Dark Tracer itu belum tentu benar. Meskipun Dark Tracer disebut memiliki data yang cukup update dan berpengalaman, Alfons menilai masih diperlukan pendalaman untuk memastikan apakah MA tersebut adalah Bjorka.

    "Tetapi itu bukan jaminan yang bersangkutan adalah Bjorka, karena kredensial bisa di share," kata Alfons lewat pesan singkat, Kamis, 15 September 2022.

    Selanjutnya, sepak terjang Bjorka meretas data di Indonesia

    Pada bulan Agustus Bjorka memulai dengan data Indihome dari Telkom. Sebanyak 26 juta browsing history yang dicuri itu bocor berikut dengan nama dan NIK pelanggan pada situs breached.to.

    Kemudian, Bjorka melanjutkan aksinya dengan menjual 1,3 miliar data registrasi SIM card yang di dalamnya terdapat data seperti NIK, nomor telepon, operator telekomunikasi dan tanggal pendaftaran. Data tersebut tersimpan sebanyak 87 GB dan disebutkan berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sebanyak 2 juta data dijadikan contoh gratis sebagai barang bukti ia berhasil menembus Kominfo.

    Kemudian, sasaran Bjorka selanjutnya pada 105 juta data penduduk Indonesia yang diduga berasal dari Komisi Pemilihan Umum atau KPU, karena ada informasi tempat pemungutan suara (TPS). Yang terbaru, akun itu juga mengaku membocorkan ribuan dokumen surat menyurat dari BIN yang ditujukan pada Presiden Jokowi.

    Data tersebut adalah dokumen pada periode 2019-2021. "Termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia," tulis akun Bjorka dalam situs tersebut.

    Selain data rahasia surat menyurat antara BIN dengan Presiden Jokowi, Bjorka juga mempublikasikan data lainnya seperti data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud Md.

    Bjorka mengklaim telah mengantongi 679.180 dokumen berukuran 40 MB dalam kondisi terkompres dan 189 belum dikompres. Beberapa contoh dokumen yang dibocorkan juga ikut dipublikasikan oleh Bjorka dalam situs breached.to. Ke depan, ia juga menyatakan rencananya untuk membuka data pelanggan dari MyPertamina.

    EKA YUDHA SAPUTRA| NOFIKA DIAN NUGROHO| MARIA FRANSISCA LAHUR| FEBRIYAN

    Berita terkait

    5 Respons Soal Penembakan Laskar FPI di KM 50: Presiden Jokowi hingga Komnas HAM

    17 menit lalu

    5 Respons Soal Penembakan Laskar FPI di KM 50: Presiden Jokowi hingga Komnas HAM

    Kasus dugaan pelanggaran HAM di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek banyak sekali menyedot perhatian, baik dari masyarakat hingga pejabat dan publik figur.

    Soal Kebocoran Data, Puan: Satgas Perlindungan Data Perlu Investigasi Besar-besaran

    3 jam lalu

    Soal Kebocoran Data, Puan: Satgas Perlindungan Data Perlu Investigasi Besar-besaran

    Puan mengingatkan pentingnya audit kemanan siber negara. Sebab, kasus kebocoran data dan serangan siber terus terjadi.

    Pria Diduga Bjorka Ditangkap di Madiun, Ini Aturan Penangkapan Menurut KUHAP

    6 jam lalu

    Polisi menangkap seorang pria yang diduga Bjorka di Madiun, namun statusnya belum jelas.

    SMRC Sebut Penerimaan Publik Terhadap Puan Maharani Semakin Rendah

    6 jam lalu

    SMRC menyatakan PDIP akan menghadapi tantangan besar untuk memenangkan Puan Maharani di Pilpres 2024.

    Tak Hanya ke TNI, Effendi Simbolon Didesak Minta Maaf ke Ormas

    11 jam lalu

    Effendi Simbolon didesak mengajukan permohonan maaf ke ormas atas ucapannya.

    Ibu Pria Madiun yang Diduga Bjorka: Sejak Lulus MAN Dia Jualan Es

    18 jam lalu

    Ibu Pria Madiun yang Diduga Bjorka: Sejak Lulus MAN Dia Jualan Es

    Ibu pria Madiun yang diduga Bjorka mengisahkan jika sang anak tak punya peralatan komputer. Dia hanya pedagang es.


    [

    Asal-usul Hacker, Berbeda Dulu dan Sekarang?

    20 jam lalu

    Kata hacker mulanya muncul untuk menyebut seorang yang mempunyai keahlian di bidang komputer, kemudian?

    DarkTracer Ungkap Sosok Bjorka, Pengamat: Data Belum Valid

    20 jam lalu

    DarkTracer sampai membuat webinar untuk menduga sosok hacker Bjorka.

    Ingatkan Kemenkeu, Pakar Siber Soroti Peluang Kebocoran Data NPWP

    21 jam lalu

    Ingatkan Kemenkeu, Pakar Siber Soroti Peluang Kebocoran Data NPWP

    Pakar keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom Alfons Tanujaya menyoroti adanya peluang kebocoran data NPWP.


    [Category Opsiin, Tekno]

    [Tags Featured, Bjorka,Madiun]

    Komentar
    Additional JS