Terlalu Banyak Pekerjakan Pegawai, Amazon PHK 18.000 Karyawannya - Beritasatu
Terlalu Banyak Pekerjakan Pegawai, Amazon PHK 18.000 Karyawannya
Kamis, 5 Januari 2023 | 16:42 WIB
Oleh: Faisal Maliki Baskoro / FMB

New York, Beritasatu.com - Amazon akan mem-PHK lebih dari 18.000 karyawan, jumlah yang lebih besar dari rencana awal sebesar 10.000 karyawan. Raksasa e-commerce itu mengaku terlalu banyak mempekerjakan karyawan ketika era pandemi Covid-19.
CEO Andy Jassy mengumumkan rencana PHK pada hari Rabu (4/1/2022), setelah Wall Street Journal memberitakan rencana PHK Amazon.
"Kami biasanya menunggu untuk mengomunikasikan tentang hasil ini sampai kami dapat berbicara dengan orang-orang yang terkena dampak langsung. Namun, karena salah satu rekan tim kami membocorkan informasi ini secara eksternal, kami memutuskan lebih baik untuk membagikan berita ini lebih awal sehingga Anda dapat mendengar detailnya langsung dari saya," tulis CEO Andy Jassy dalam sebuah memo kepada karyawan.
Di awal tahun ini, perusahaan teknologi masih belum lepas dari tekanan. Selain Amazon, Salesforce mengatakan pada hari Rabu akan mengurangi jumlah karyawan sebesar 10%, atau sekitar 7.000 karyawan. Baik Amazon maupun Salesforce mengakui bahwa mereka mempekerjakan terlalu cepat selama pandemi.
Perusahaan yang dibangun Jeff Bezos ini mengakui bahwa mereka mempekerjakan terlalu banyak pekerja di pergudangan karena konsumen beralih ke pemesanan online. Amazon mempekerjakan 1,54 juta orang pada akhir kuartal ketiga.
Pada bulan November, Jassy mengatakan Amazon akan menghilangkan karyawan, termasuk di toko fisik, divisi perangkat, dan divisi bukunya. CNBC melaporkan pada saat itu bahwa Amazon berniat hanya ingin memberhentikan sekitar 10.000 karyawannya.
"Amazon telah melewati ekonomi yang tidak pasti dan sulit di masa lalu, dan kami akan terus melewatinya," tulis Jassy. "Perubahan ini akan membantu kami mengejar peluang jangka panjang kami dengan struktur biaya yang lebih kuat; namun, saya juga optimistis bahwa kami akan menjadi inventif, banyak akal".
Amazon berencana untuk mennginformasikan karyawan yang akan kehilangan pekerjaan mulai 18 Januari, di mana sebagian besar pemotongan akan dilakukan di toko dan grup People, Experience, and Technology (PXT).
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
Sumber: CNBC.com