Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Pendidikan Pendidikan Tinggi Spesial

    Raksasa Chip Ini Hapus Syarat Gelar Sarjana untuk Rekrut Karyawan - Kompas

    4 min read

     

    KOMPAS.com - Produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, menghapus persyaratan gelar akademis dalam proses perekrutan karyawan baru. Pelamar kini tak perlu lagi memiliki gelar sarjana. 

    Perusahaan tersebut kini lebih mengutamakan kemampuan kerja, pengalaman, dan potensi kandidat dibandingkan latar belakang pendidikan formal.

    Pasalnya menurut salah satu petinggi, perusahaan saat ini semakin ketat bersaing untuk mendapatkan talenta di bidang kecerdasan buatan (AI).

    Kebijakan baru tersebut mulai diterapkan pada pembukaan rekrutmen terbaru yang dibuka pada pekan lalu. Dalam pengumuman lowongan, SK Hynix menghapus syarat yang sebelumnya mewajibkan pelamar memiliki gelar sarjana (S1) atau lebih tinggi.

    Prabowo Sentil Koruptor: Saking Pintarnya Dia Tahu Cara Nyuri!

    Baca juga: AS Rekrut Gamer Jadi Pengatur Lalu-Lintas Udara, Gaji Rp 2,5 Miliar Setahun

    Dengan perubahan kebijakan ini, siapa pun yang dinilai memiliki kompetensi, pengalaman, serta kecocokan dengan budaya kerja perusahaan dapat melamar dan berpeluang direkrut.

    "Dalam lingkungan AI yang berubah dengan cepat, daya saing talenta masa depan sulit diukur melalui gelar tertentu atau kredensial standar," ujar salah satu petinggi SK Hynix, dikutip KompasTekno dari Korea Herald.

    SK hynix menyatakan, kebijakan tersebut juga akan diterapkan pada seluruh proses perekrutan di masa mendatang. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor AI.

    SK Hynix sendiri merupakan salah satu produsen utama chip High Bandwidth Memory (HBM), komponen memori berkecepatan tinggi yang digunakan untuk mendukung akselerator AI buatan Nvidia.

    Selain itu, perusahaan juga berencana merekrut ratusan karyawan baru untuk mengisi berbagai posisi strategis, termasuk pengembangan dan desain chip generasi berikutnya. 

    Baca juga: Sempat PHK Ribuan Karyawan demi AI, IBM Kini Rekrut Orang Besar-besaran

    Kebijakan ini juga sejalan dengan visi Chairman SK Group, Chey Tae won, mengenai karakter talenta masa depan.

    Keputusan SK Hynix dinilai cukup unik mengingat Korea Selatan dikenal sebagai negara yang sangat menekankan pentingnya pendidikan formal.

    Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi/OECD) ada sekitar 71 persen penduduk Korea Selatan berusia 25-34 tahun telah menempuh pendidikan tinggi.

    Baca juga: Xiaomi Bikin Chipset Smartphone Sendiri untuk Tahun Depan?

    Namun, OECD juga mencatat tingginya angka pengangguran usia muda di negara tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

    Di sisi lain, bisnis SK Hynix tengah tumbuh pesat karena melonjaknya permintaan chip AI. Perusahaan merekrut lebih dari 2.000 karyawan sepanjang 2025 lalu.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Prabowo: Untuk Apa Kita Punya DPR-DPD Kalau Rakyat Tidak Sejahtera!

    Komentar
    Additional JS