Sering Pamer Jumlah Follower di Twitter, Siap-siap Kena Hukuman Elon Musk - Beritasatu
Sering Pamer Jumlah Follower di Twitter, Siap-siap Kena Hukuman Elon Musk

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak diambil alih Elon Musk, Twitter mengeluarkan banyak kebijakan baru. Teranyar, Elon Musk sedang bersiap untuk memberikan "hukuman" kepada Humblebragger atau orang yang suka pamer followers dan popularitas mereka secara terus menerus, sehingga mengurangi pengalaman pengguna lain di platform tersebut.
Pemilik akun Twitter @TeslaDiva99 pada Senin (17/7/2023) mengeluhkan feed Twitter sekarang penuh dengan postingan orang-orang yang memamerkan impressions atau jumlah followers. Ini membuat konten-konten di Twitter tidak lagi menyenangkan.
Tweet ini langsung ditanggapi Elon Musk lewat akun @elonmusk. Ia mengatakan, postingan semacam itu, yang mengurangi pengalaman, akan segera memiliki jangkauan yang lebih terbatas.
Upaya ini menandai langkah terbaru dari pemilik Twitter untuk memperbarui pengalaman pengguna di tengah pendapatan iklan yang merosot, serta munculnya ancaman baru dari platform milik Mark Zuckerberg, Threads. Aplikasi ini telah mencapai 100 juta pengguna dalam minggu pertama berkat integrasinya dengan Instagram yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna.
Pekan lalu, Twitter juga meluncurkan program bagi hasil pendapatan iklan. Dilansir dari ghacks, Selasa (18/7/2023), program ini memungkinkan kreator konten memperoleh bagian dari pendapatan iklan yang dihasilkan dari iklan yang disajikan sebagai balasan atas tweet mereka, tetapi program ini hanya tersedia untuk pelanggan Twitter Blue.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
BERITA TERKAIT

Elon Musk Ungkap Kondisi Keuangan Twitter yang Masih "Berdarah"

Mark Zuckerberg Perlu Moderasi Threads Lebih Ketat agar Tidak Jadi "Racun"

Pengguna Twitter Kini Bisa Dapat Uang, Begini Syaratnya

Threads Capai 100 Juta Akun, Traffic Twitter Turun 5%

Threads Disensor dari Trending Twitter? Mengkhawatirkan, Kata Zuckerberg

Sudah 70 Juta Akun, Apakah Threads Masih Asyik atau Sudah Toxic?
BERITA TERKINI

Kemenkeu Sebut Digitalisasi Bantu Dongkrak PNBP Lelang

KPK OTT 30 Kali di 2018, Firli Bahuri: Apakah Korupsi Berhenti? Tidak

Soal Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh, Puan: Lebih Baik Bicara Ketimbang Diam

Waspadai Mata Kering yang Tidak Tertangani Dapat Menimbulkan Iritasi

Tuduhan Pelecehan Seksual dan Rasisme, McDonald's Inggris Minta Maaf

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko Sambangi Kediaman Prabowo

Kasus Penistaan Agama. Kejagung: Belum Ada Tersangka, Panji Gumilang Masih Terlapor
