Friday
29Aug2025
Sosial Media
powered by Surfing Waves
0
Home Featured

Harga smartphone bisa naik akibat node 2nm TSMC yang mahal - tek id

1 min read

 Gadget 

Harga smartphone bisa naik akibat node 2nm TSMC yang mahal

Harga smartphone bisa naik akibat node 2nm TSMC yang mahal - tek id | Opsitek-1

TSMC mengumumkan harga waver 2nm mencapai Rp483 juta, smartphone kelas atas berpotensi semakin mahal.

Lupa Password Wi-Fi? Begini Cara Menemukan Kata Sandi di Windows dan Android ,- Bisnis comBaca juga Lupa Password Wi-Fi? Begini Cara Menemukan Kata Sandi di Windows dan Android ,- Bisnis com

TSMC dilaporkan telah mulai menerima pesanan wafer 2nm sejak awal bulan ini, dengan perkiraan harga per wafer mencapai USD30.000 atau sekitar Rp483 juta. Biaya tinggi ini berpotensi membebani perusahaan seperti Apple, Qualcomm, dan MediaTek, yang selama ini mengandalkan TSMC untuk produksi chipset generasi terbaru.

Meski belum diketahui apakah harga akan turun seiring skala produksi meningkat, saat ini biaya tinggi ini menempatkan para produsen smartphone pada posisi sulit. Mereka harus memilih antara tetap menggunakan teknologi tercanggih atau menghadapi kemungkinan kenaikan harga jual perangkat kepada konsumen.

Pendiri ChatGPT Mengaku Tak Pernah Lagi Pakai Google - CNN Indonesia Baca juga Pendiri ChatGPT Mengaku Tak Pernah Lagi Pakai Google - CNN Indonesia

Tahun ini, Apple, Qualcomm, dan MediaTek diperkirakan akan tetap menggunakan proses 3nm generasi ketiga dari TSMC agar dapat menghindari lonjakan harga. Namun, untuk tahun 2026, beban biaya bisa jadi tak terhindarkan, terutama saat chipset 2nm mulai diproduksi massal.

Menurut laporan dari Digital Chat Station (18/4), Apple kemungkinan hanya akan menggunakan chip 2nm pada iPhone 18 Pro dan Pro Max, sementara model standar akan tetap menggunakan chip generasi sebelumnya. Hal ini sejalan dengan prediksi analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo.

Sementara itu, Qualcomm dikabarkan tengah mengembangkan dua chipset 2nm, termasuk Snapdragon 8 Elite Gen 3. Namun, karena khawatir terlalu bergantung pada TSMC, perusahaan asal San Diego ini disebut sedang mengeksplorasi opsi produksi ganda dengan mempertimbangkan teknologi fabrikasi terbaru milik Samsung.

Di sisi lain, MediaTek berpotensi mengambil pangsa pasar lebih besar dengan menjual Dimensity 9600 mendatang dengan harga lebih rendah dibandingkan kompetitornya, meskipun menggunakan teknologi yang sama.

Meskipun permintaan terhadap wafer 2nm diperkirakan lebih tinggi dari 3nm, kemungkinan penurunan harga karena skala produksi tetap terbuka. Namun, sejauh ini belum ada kepastian, dan konsumen perlu bersiap terhadap potensi kenaikan harga smartphone flagship di masa depan.

Komentar
Additional JS