Sensor bioinspirasi: Pantau metabolisme dengan akurasi baik - Tek id - Opsitek

Informasi Teknologi Pilihanku

demo-image

Post Top Ad

demo-image

Sensor bioinspirasi: Pantau metabolisme dengan akurasi baik - Tek id

Share This
Responsive Ads Here

 Kesehatan,

Sensor bioinspirasi: Pantau metabolisme dengan akurasi baik

sensor-prKUN

Sensor bioinspirasi: Pantau metabolisme dengan akurasi real-time

Oleh: Erlan - Rabu, 02 April 2025 11:00

Kemajuan teknologi medis terus mendorong inovasi dalam pemantauan kesehatan, salah satunya lewat pengembangan sensor bioinspirasi.

Kemajuan teknologi medis terus mendorong inovasi dalam pemantauan kesehatan, salah satunya lewat pengembangan sensor bioinspirasi yang mampu melacak metabolisme tubuh secara real-time. Terinspirasi dari sistem biologis alami, perangkat ini menggunakan teknologi Tunneling Magnetoresistance (TMR) untuk mendeteksi perubahan metabolisme dengan presisi tinggi, membuka pintu bagi diagnosis dan terapi yang lebih personal, sebagaimana dilansir dari New Atlas.

Sensor ini dirancang meniru mekanisme penginderaan organisme hidup, seperti kemampuan bakteri atau sel dalam merespons perubahan kimiawi. Dengan memanfaatkan TMR—fenomena fisika di mana hambatan listrik berubah akibat medan magnet—sensor dapat mendeteksi partikel magnetik nano yang ditanamkan sebagai penanda aktivitas metabolik. Misalnya, partikel ini akan bereaksi terhadap kadar glukosa, pH, atau senyawa lain yang terkait dengan metabolisme sel.

Keunggulan utama teknologi ini terletak pada sensitivitas dan kecepatannya. Dalam uji laboratorium, sensor TMR mampu mengukur perubahan metabolisme dalam hitungan detik, bahkan pada konsentrasi zat yang sangat rendah. Hal ini memungkinkan deteksi dini gangguan seperti diabetes, obesitas, atau kelainan metabolik lainnya sebelum gejala klinis muncul. Selain itu, sensor bersifat non-invasif dan dapat diintegrasikan ke dalam perangkat wearable atau implan medis.

Aplikasi potensialnya mencakup bidang kesehatan dan kebugaran. Di rumah sakit, sensor ini bisa memantau pasien kritis secara terus-menerus, memberikan data real-time untuk penyesuaian dosis obat. Atlet profesional juga dapat menggunakannya untuk mengoptimalkan performa dengan melacak metabolisme energi selama latihan. Bahkan, teknologi ini berpotensi dipakai dalam riset farmasi untuk mempelajari efek obat pada metabolisme sel.

Tantangan ke depan termasuk memastikan stabilitas sensor dalam lingkungan tubuh yang dinamis serta meminimalkan ukuran perangkat agar nyaman digunakan. Peneliti juga sedang mengeksplorasi bahan biokompatibel untuk mengurangi risiko reaksi imun. Jika berhasil, sensor bioinspirasi ini bisa menggantikan metode konvensional seperti tes darah yang memakan waktu.

Inovasi ini tidak hanya merevolusi pemantauan kesehatan, tetapi juga memperkuat pendekatan precision medicine. Dengan data metabolisme yang akurat, dokter dapat merancang terapi sesuai profil biologis unik pasien. Di masa depan, sensor cerdas seperti ini mungkin akan menjadi "asisten digital" yang mendampingi kita mendeteksi penyakit sejak dini, menjadikan hidup lebih sehat dan produktif.

Comment Using!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages