0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home AI Facebook Featured Kecerdasan Buatan

    Bos Facebook Luncurkan Kacamata Pintar Berteknologi AI - NNC

    4 min read

     Kecerdasan Buatan, 

    Bos Facebook Luncurkan Kacamata Pintar Berteknologi AI

    22 Sep 2025 20:10

    Acara ini berlangsung setelah meta menghadapi sorotan yang terus berlanjut atas dampak produknya


    Mark Zuckerberg, CEO dari Meta

    (Wikimedia Commons)

    AMERIKA SERIKAT, NETRALNEWS.COM - Meta telah meluncurkan rangkaian baru kacamata pintar yang berteknologi kecerdasan buatan (AI) miliknya, sebagai bagian dari tujuan mereka yang ingin menjadikan aksesoris ini wajib dipunyai oleh pengguna di seluruh dunia.

    Dalam konferensi pengembang tahunan “Meta Connect,” bos raksasa media sosial itu, Mark Zuckerberg, mengumumkan berbagai perangkat hasil kerja sama dengan merek kacamata hitam Ray-Ban dan Oakley.

    Perusahaan itu juga memperkenalkan gelang tangan yang dapat tersambung dengan kacamata Meta Ray-Ban Display untuk memungkinkan pengguna melakukan tugas seperti mengirim pesan hanya dengan gerakan tangan kecil.

    Acara ini berlangsung saat pemilik Facebook, Instagram, dan Whatsapp tersebut menghadapi sorotan yang terus berlanjut atas dampak produknya, khususnya terhadap anak-anak

    Dia menyebut teknologi ini sebagai “terobosan ilmiah terbesar” di hadapan ratusan orang yang berkumpul di kampus perusahaan di Silicon Valley.

    Meta Ray-Ban Display hadir dengan layar beresolusi tinggi penuh warna pada salah satu lensa yang memungkinkan pengguna melakukan panggilan video dan melihat pesan. Perangkat ini juga dilengkapi dengan kamera 12 megapiksel.

    Saat mendemonstrasikan cara pemakaiannya di hadapan audiens, terjadi hal yang berjalan di luar rencana.

    Sebuah panggilan dari Whatsapp, yang mana dimiliki oleh Meta, gagal tersambung ke kacamata tersebut meskipun telah dicoba berulang kali.

    “Saya tidak tahu harus bilang apa kepada kalian,” kata Zuckerberg pada hadirin.”

    “Saya terus melakukan kesalahan.”

    Meski ada kendala, Zuckerberg berharap lini aksesori pintar milik Meta akan menjadi platform utama untuk mengintegrasikan alat kecerdasan buatan mereka, Meta AI, ke dalam kehdiupan orang-orang.

    Analis mengatakan kacamata pintar ini kemungkinan besar akan lebih berhasil dibandingkan dengan proyek Metaverse miliaran dolar miliki perusahaan itu berupa dunia virtual untuk menghubungkan pengguna di lingkungan digital.

    “Tidak seperti headset VR, kacamata ini adalah bentuk perangkat sehari-hari yang tidak merepotkan,” kata Wakil Presiden sekaligus Direktur Riset Forrester, Mike Proulx.

    Namun, dia menambahkan, “tanggung jawab ada pada Meta untuk meyakinkan sebagian besar orang yang tidak memiliki kacamata AI bahwa manfaat kacamata ini lebih besar daripada biayanya.”

    Perusahaan mengatakan bahwa mereka tidak membahas tentang informasi penjualan tetapi diperkirakan telah menjual sekitar dua juta pasang kacamata pintar sejak masuk ke pasar pada 2023.

    Display akan tersedia bulan ini dan dijual dengan harga 799 dolar AS (586 poundsterling), ratusan dolar lebih mahal dibandingkan kacamata pintar Meta yang ada saat ini.

    Leo Gabbie dari CCS Insight mengatakan ia ragu produk ini akan mendapat perhatian sebanyak model kacamata pintar AI lainnya.

    “Ray-Ban laris karena mudah digunakan, tidak mencolok, dan relative terjangkau,” kata Gebbie

    Zuckerberg juga meluncurkan Oakley Meta Vanguard seharga 499 dolar AS yang ditujukan bagi para penggemar olahraga, serta generasi kedua dari kacamata Meta Ray-Ban dengan harga 379 dolar AS.

    Meta saat ini sedang melakukan pengeluaran besar-besaran untuk memperkuat operasi AI-nya.

    Zuckerberg mengatakan pada Juli bahwa perusahaan akan menghabiskan ratusan miliar dolar untuk membangun pusat data AI raksasa di AS.

    Salah satu lokasi diperkirakan akan menutupi area hampir sebesar Manhattan.

    Investasi infrastruktur AI itu dilengkapi dengan pengeluaran besar untuk menarik talenta terbaik dari perusahaan pesaing.

    Meta mengatakan pihaknya akan mengembangkan apa yang disebut sebagai "superintelligence," teknologi AI yang bisa melampaui kecerdasan manusia.

    Protes orang tua

    Pada Rabu pagi, para aktivis dan anggota keluarga korban bunuh diri melakukan protes di markas Meta di New York, menuntut lebih banyak perlindungan bagi anak-anak di platform media sosial, termasuk yang dimiliki perusahaan.

    Minggu lalu, dua mantan peneliti keselamatan Meta memberikan kesaksian di hadapan Senat AS bahwa Meta menutupi potensi bahaya bagi anak-anak akibat produk realitas virtualnya.

    Jason Sattizahn dan Cayce Savage mengatakan perusahaan meminta peneliti internal untuk menghindari pekerjaan yang bisa menghasilkan bukti tentang bahaya bagi anak-anak dari produk VR.

    Meta membantah tuduhan itu dan menyebut klaim tersebut sebagai "omong kosong."

    Sumber: BBC

    Komentar
    Additional JS