5 Smartwatch Murah di Bawah Rp1 Juta yang Layak untuk Lari, Ada GPS dan Sensor Kesehatan Lengkap - Viva
VIVA – Memantau jarak tempuh, durasi latihan, hingga detak jantung kini tidak lagi identik dengan jam tangan olahraga berharga jutaan rupiah. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup aktif, pasar smartwatch murah justru semakin agresif menghadirkan fitur yang dulu hanya tersedia di kelas premium.
Di kisaran harga di bawah Rp1 juta, sejumlah smartwatch sudah dibekali GPS, sensor kesehatan, serta daya tahan baterai yang memadai untuk aktivitas lari dan olahraga luar ruang.
Kombinasi inilah yang membuat jam tangan pintar murah semakin relevan, bukan sekadar aksesori, tetapi alat bantu latihan yang fungsional.
Salah satu nama yang paling sering muncul di segmen ini adalah Redmi Watch 5 Lite. Smartwatch ini menawarkan layar AMOLED 1,96 inci dengan resolusi 410×502 piksel dan fitur Always-On Display. Dukungan GNSS multi-satelit memungkinkan pelacakan aktivitas luar ruangan tanpa bergantung pada ponsel. Sensor kesehatan yang disematkan mencakup detak jantung, SpO₂, serta pemantauan tidur, ditambah lebih dari 150 mode olahraga.
Dari sisi daya, Redmi Watch 5 Lite mengandalkan baterai 470 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 18 hari dalam penggunaan normal. Sertifikasi tahan air 5 ATM membuatnya aman digunakan saat hujan atau berenang. Fitur tambahan seperti Bluetooth call dan kompatibilitas Android serta iOS melalui HyperOS memperkuat posisinya sebagai smartwatch serba bisa di kelas harga terjangkau.
2. Redmi Watch 5 Active
![]()
Alternatif lain datang dari Redmi Watch 5 Active. Model ini mengusung layar IPS LCD 2 inci dengan desain persegi modern dan dukungan ratusan tampilan jam. Konektivitas Bluetooth 5.3, sensor kesehatan lengkap, serta lebih dari 140 mode olahraga membuatnya relevan untuk aktivitas harian. Kehadiran mikrofon dan speaker memungkinkan panggilan Bluetooth langsung dari pergelangan tangan, sementara baterainya juga diklaim bertahan hingga 18 hari.
3. Realme Watch 5
Di kubu Realme, Realme Watch 5 tampil sebagai pilihan menarik berkat layar AMOLED hampir 2 inci yang terang dan mudah dibaca di luar ruangan. Desain bodinya menggunakan material metal ringan dan telah mengantongi sertifikasi tahan air dan debu, sehingga cocok untuk olahraga outdoor. Fitur kesehatannya mencakup pemantauan detak jantung, SpO₂, kualitas tidur, tingkat stres, serta pelacakan aktivitas harian.
Keunggulan utama Realme Watch 5 terletak pada GPS bawaan dan dukungan lebih dari 100 mode olahraga. Pengguna dapat merekam aktivitas lari atau bersepeda tanpa harus selalu membawa smartphone, sebuah fitur yang cukup krusial bagi pelari pemula hingga menengah.
Untuk pengguna yang menginginkan layar lebih besar dan fitur lebih lengkap, Redmi Watch 5 versi reguler hadir sebagai opsi lebih premium. Smartwatch ini membawa layar AMOLED 2,07 inci dengan tingkat kecerahan tinggi. Fitur kesehatan seperti pemantauan detak jantung, SpO₂, tidur, dan stres tetap menjadi andalan, disertai GPS bawaan dan baterai yang dikenal sangat tahan lama. Beberapa varian bahkan mendukung fungsi panggilan, eSIM, serta NFC.
4. Amazfit Bip 3 Pro
Sementara itu, Amazfit Bip 3 Pro tetap mempertahankan reputasinya sebagai jam olahraga ringan dengan GPS built-in. Layar 1,69 inci yang cukup besar, pemantauan detak jantung, SpO₂, tidur, serta dukungan berbagai mode olahraga membuatnya cocok untuk latihan rutin. Baterainya mampu bertahan hingga lebih dari dua minggu, tergantung intensitas penggunaan.
5. Advan Start Go S1
Di level paling terjangkau, Advan Start Go S1 menyasar pengguna pemula. Dengan harga sekitar Rp300 ribuan, smartwatch ini menawarkan fungsi dasar seperti notifikasi ponsel, penghitung langkah, pemantauan detak jantung, dan mode olahraga sederhana. Meski tanpa GPS dan fitur kesehatan lanjutan, perangkat ini tetap relevan bagi pengguna yang baru mencoba smartwatch.
Kehadiran berbagai pilihan smartwatch di bawah Rp1 juta menunjukkan bahwa fitur olahraga esensial kini semakin inklusif. Bagi pelari pemula hingga pengguna aktif harian, perangkat-perangkat ini membuka akses ke teknologi pemantauan latihan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.