0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home AI Berita Featured Kecerdasan Buatan Kejahatan Digital Spesial Tips & Tricks

    AI Bisa Tiru Suara CS Resmi, Ini Cara Verifikasinya agar Tak Jadi Korban - Kompas

    9 min read

     

    AI Bisa Tiru Suara CS Resmi, Ini Cara Verifikasinya agar Tak Jadi Korban

    KOMPAS.com – Jelang tidur atau sekira pukul 9 malam, ponsel Budi (32) tetiba berdering. Ada panggilan masuk dari seseorang yang mengaku customer service (CS) DANA.

    Meski nomornya asing, Budi tetap mengangkat panggilan itu. Apalagi, suara si penelepon terdengar profesional, sopan, dan cara bicaranya meyakinkan, persis seperti CS yang pernah Budi hubungi lewat telepon.

    “Selamat malam, Pak Budi. Saya dari tim CS DANA. Kami mendeteksi ada transaksi mencurigakan di akun Bapak senilai Rp 5 juta. Untuk keamanan, mohon verifikasi dengan memberikan kode one-time password (OTP) yang akan kami kirimkan lewat SMS,” ucap orang yang mengaku CS tersebut.

    Baca juga: Perusahaan Bimbel Online Bangkrut gara-gara ChatGPT

    Begitu SMS masuk, Budi hampir saja membacakan kode OTP tersebut. Namun, ia menyadari ada yang aneh. Pasalnya, DANA biasanya menghubungi lewat aplikasi atau e-mail resmi.

    “Kenapa kali ini lewat telepon dari nomor asing?” tanya Budi dalam hati.

    Menyadari kejanggalan itu, Budi pun memutuskan menutup telepon dan langsung cek nomor tersebut menggunakan fitur verifikasi. Hasilnya, nomor itu sudah dilaporkan puluhan kali sebagai nomor penipu.

    Suara di telepon itu bukanlah CS asli, melainkan rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI) yang disebut voice cloning. Teknologi ini bisa meniru suara manusia dengan tingkat kemiripan hingga 99 persen.

    Baca juga: Terlihat Ramah Ternyata Jahat, Begini Modus CS Palsu Kuras Akun DANA

    Ancaman nyata bagi pengguna platform digital

    Penipuan berbasis AI kini berkembang dengan pesat. Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus yang memanfaatkan teknologi AI.

    Penipuan jenis ini tidak hanya menggunakan pesan teks atau link palsu, tetapi juga kemampuan meniru suara (voice cloning) hingga membuat video palsu yang menyerupai wajah seseorang (deepfake). Dengan teknologi tersebut, korban semakin sulit membedakan antara komunikasi asli dan jebakan digital.

    Sekretariat Satgas PASTI Hudiyanto menjelaskan bahwa teknologi AI saat ini memungkinkan pelaku kejahatan merekam, mempelajari, dan meniru suara seseorang, termasuk CS dari platform keuangan digital.

    Baca juga: Jangan Lengah, Ini Ciri-ciri Spam Chat WhatsApp Penipuan

    "Dengan menggunakan suara yang sudah dipelajari tersebut, penipu dapat melakukan percakapan seolah-olah mereka adalah orang yang dikenal korban," ucapnya seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu (15/11/2025).

    Dalam praktiknya, pelaku menghubungi korban melalui telepon dengan suara yang terdengar sangat meyakinkan, seolah-olah benar-benar dari CS platform keuangan digital. Mereka membuat skenario mendesak seperti ada transaksi mencurigakan atau akun akan diblokir untuk memancing korban memberikan data sensitif seperti kode OTP, PIN, atau nomor rekening.

    Suara yang profesional dan cara bicara yang sopan membuat korban merasa yakin sedang berbicara dengan pihak resmi. Begitu data didapatkan, pelaku langsung mengakses akun dan melakukan transaksi ilegal.

    Korban baru menyadari telah tertipu setelah saldo berkurang atau menerima notifikasi transaksi yang tidak dikenal.

    Baca juga: 3 Ciri CS Palsu, Kenali Modusnya agar Tidak Tertipu

    Langkah melindungi diri dari penipuan suara

    Menghadapi ancaman penipuan berbasis AI yang semakin canggih, pengguna platform digital, khususnya keuangan, perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan.

    Pertama, verifikasi melalui kanal resmi. Jangan langsung percaya pada nomor yang tiba-tiba menelepon, meskipun mengaku dari CS.

    Jika menerima telepon mencurigakan, langsung tutup dulu. Kemudian, hubungi CS melalui nomor resmi yang tertera di aplikasi atau situs web platform. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa kamu berbicara dengan pihak yang benar-benar resmi.

    Baca juga: Apa Itu Deepfake? Penjelasan, Arti Deepfake, dan Bahaya Teknologi Ini

    Kedua, jangan pernah memberikan kode OTP, PIN, atau CVV kartu kredit kepada siapa pun. CS resmi dari platform keuangan digital tidak pernah meminta data sensitif tersebut melalui telepon.

    Jika ada yang meminta, bisa dipastikan itu adalah upaya penipuan. Data seperti OTP bersifat sangat rahasia dan hanya boleh digunakan oleh pemilik akun.

    Ketiga, cek nomor telepon yang menghubungi sebelum memberikan informasi apa pun. Bagi pengguna DANA, pengecekan nomor bisa dilakukan di fitur Scam Checker. Fitur ini merupakan Jaminan Anti Penipuan dan tersedia di menu DANA Protection.

    Fitur Scam Checker memungkinkan pengguna memverifikasi keaslian nomor telepon, link, akun media sosial, atau nomor rekening yang mengaku dari DANA dalam hitungan detik.

    Cara mengeceknya cukup mudah. Buka aplikasi DANA, masuk ke menu DANA Protection, pilih Scam Checker atau Cek Risiko Penipuan, lalu masukkan nomor yang ingin diverifikasi.

    Baca juga: Panik Bisa Jadi Bumerang, Kenali Modus CS Palsu Mengatasnamakan DANA

    Scam Checker terintegrasi dengan layanan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sehingga hasil verifikasi berbasis data kredibel dari laporan masyarakat.

    Jika nomor terbukti terdaftar sebagai penipu, pengguna bahkan bisa langsung membuat laporan melalui fitur "Lapor via Aduan Nomor" yang tersambung ke Komdigi.

    Dengan cara tersebut, pengguna tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu memperkuat database anti-penipuan nasional.

    Baca juga: Psikolog Ingatkan, Jangan Sering-sering Curhat ke ChatGPT dkk

    Keempat, waspadai tanda-tanda mencurigakan selama percakapan. Beberapa red flags yang perlu diperhatikan antara lain adalah tekanan waktu yang berlebihan, seperti "segera atau akun akan diblokir", permintaan data sensitif yang tidak lazim, atau background noise yang aneh dan tidak natural.

    Kelima, jangan panik ketika menerima telepon yang mengklaim ada masalah di akun. Pelaku penipuan mengandalkan kepanikan korban agar bertindak cepat tanpa berpikir jernih.

    Ambil napas, tenangkan diri, dan lakukan verifikasi terlebih dahulu. Tidak ada kerugian dari berhati-hati, tetapi ada risiko besar jika terburu-buru memberikan informasi.

    Baca juga: Jangan Asal Angkat, Ini Aplikasi Pelacak Nomor HP Asing untuk Hindari Penipuan

    Terakhir, hubungi kanal resmi jika merasa ragu. DANA tidak menghubungi pengguna secara proaktif untuk meminta data sensitif seperti OTP atau PIN.

    Jika ragu dengan telepon yang diterima, segera hubungi langsung melalui aplikasi DANA lewat fitur chatbot DIANA, e-mail ke help@dana.id, atau call center resmi di nomor 1500 445.

    Dengan menghubungi langsung, pengguna dapat memastikan apakah benar ada masalah di akun atau tidak.


    Komentar
    Additional JS