Akibat Krisis RAM, Toko Elektronik Besar Ini “Ngemis” PC Bekas ke Pelanggan - Kompas
Akibat Krisis RAM, Toko Elektronik Besar Ini “Ngemis” PC Bekas ke Pelanggan

Ringkasan:
- Krisis memori global berdampak serius ke ritel PC di Jepang. Kelangkaan dan lonjakan harga RAM serta penyimpanan membuat Sofmap Gaming di Akihabara sampai meminta pelanggan menjual PC lama mereka karena stok PC, termasuk PC gaming bekas, hampir habis.
- Sofmap rela membeli semua jenis PC dengan harga tinggi. Baik desktop gaming, laptop, maupun PC non-gaming diterima tanpa banyak seleksi. Langkah ini menunjukkan sulitnya memenuhi permintaan konsumen akibat keterbatasan pasokan komponen, khususnya memori.
KOMPAS.com - Kelangkaan dan kenaikan harga dari komponen memori penyimpanan dan Random Access Memory (RAM) secara global benar-benar membuat krisis, yang tak hanya berdampak pada konsumen akhir, tetapi juga toko retail.
Terbaru, akibat krisis memori global, Sofmap Gaming, toko elektronik besar di Jepang yang juga menjual perangkat komputer (PC) sampai harus “mengemis” pada pelanggan untuk menjual PC ke mereka, terutama PC gaming.
“Sebagai bentuk bantuan, jika Anda membeli yang baru, mohon jual PC gaming Anda ke perusahaan kami,” kata Sofmap Gaming melalui akun X resmi mereka dengan handle @sofmap_gaming.
Toko yang berlokasi di kawasan elektronik Akibahara, Jepang itu sekarang tampaknya sangat membutuhkan stok PC untuk dijual. Dalam postingan tersebut, Sofmap Gaming juga membagikan foto yang menunjukkan kondisi rak di dengan stok PC yang hampir kosong.
“PC gaming, bahkan yang bekas, benar-benar kehabisan stok saat ini,” tulis Sofmap Gaming. sebagai penjelasan atas permintaannya untuk PC lama.
Terima segala jenis PC dengan harga tinggi
Agar pelanggan mau datang dan menjual PC lama ke Sofmap, toko bahkan sampai menekankan jika mereka akan membelinya dengan harga harga yang cukup tinggi. Selain itu, Sofmap juga menyebut tidak akan pilih-pilih PC yang dibeli.
“Kami membelinya kembali dengan harga yang cukup tinggi,” kata Sofmap.
“Baik itu desktop gaming atau laptop, atau bahkan PC biasa non-gaming, kami pada dasarnya membeli semua PC,” tambahnya, sebagaimana dilansir Toms Hardware, Senin (12/1/2026).
Laporan dari toko ritel PC di Jepang ini mengindikasikan kondisi sulitnya memenuhi permintaan konsumen yang tinggi karena stok terbatas gara-gara krisis memori penyimpanan dan Random Access Memory (RAM).
Untuk menyiasati krisis memori ini, beberapa toko di Jepang sebelumnya, sekitar November tahun lalu, dilaporkan telah menerapkan kebijakan pembatasan ke pelanggan ketika hendak membeli RAM, SSD, atau HDD.
Kebijakan pembatasan pembelian ini bertujuan untuk mencegah penimbunan memori. Masing-masing toko memiliki kebijakan pembatasan yang berbeda. Salah satu toko ada yang membatasi pelanggan hanya bisa beli maksimal delapan item per komponen.
Kemudian, toko lain memiliki pembatasan yang lebih ketat, yaitu hanya membolehkan satu pelanggan membeli maksimal dua memori penyimpanan dan empat RAM. Namun, pelanggan yang beli PC baru sepenuhnya dapat negosiasi batas yang lebih tinggi.
Model memori lama jadi incaran
Krisis memori global yang membuat harganya naik drastis telah terjadi sejak sekitar akhir tahun kemarin dan diprediksi terus berlanjut hingga tahun ini. Penyebabnya tak lain karena tingginya permintaan memori untuk kebutuhan industri Artificial Intelligence (AI) yang masif.
Krisis ini menyebabkan harga PC jadi lebih mahal. Firma riset IDC sempat memaparkan bahwa harga PC pada tahun ini kemungkinan akan naik 15 sampai 20 persen. Situasi ini
menjadi “mimpi buruk” bagi konsumen yang ingin merakit PC baru sekarang.
Dengan demikian, tak heran jika PC bekas sekarang menjadi salah satu pilihan menarik bagi konsumen, sebagaimana kondisi stok kosong yang dilaporkan oleh salah satu toko ritel elektronik di Jepang.
Untuk menekan harga saat merakit PC baru saat ini, salah satu peluang yang mungkin dilakukan adalah menggunakan memori model lama. Untuk diketahui, krisis memori ini paling keras menghantam jenis RAM DDR5.
DDR5 sekarang langka di pasaran. Jika ada, harganya naik drastis. Misalnya, Corsair Vengeance RGB DDR5-5200 16GB di Amazon sekarang dipatok sekitar 235 dollar AS (Rp 3,9 juta), naik 3,5 kali lipat dari Oktober lalu yang dibanderol 66 dolar AS (Rp 1,1 juta).
Dari kondisi itu, penggunaan model lama RAM DDR4 menjadi jalan aman untuk merakit PC saat ini karena jenis memori tersebut masih tersedia berkat stok lama dan banyak pengguna yang sudah memiliki modulnya.
Peluang pemanfaatan DDR4 tampaknya juga didukung dengan produsen komponen PC. Kini, produksi motherboard yang mendukung DDR4 menjadi semakin banyak. Kemudian, konon bakal tersedia prosesor baru untuk DDR4.
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.