0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home 5G Drone Featured Spesial

    Drone Otonom 5G Mengudara di Cikarang: Revolusi Logistik atau Ancaman Baru Bagi Tenaga Kerja? - SindoNews

    3 min read

     

    Drone Otonom 5G Mengudara di Cikarang: Revolusi Logistik atau Ancaman Baru Bagi Tenaga Kerja?

    Sabtu, 23 Agustus 2025 - 10:05 WIB

    Drone otonom yang bisa digunakan untuk mengangkut barang antar gedung di Cikarang. Foto: XLSMART
    A
    A
    A
    JAKARTA - Pemandangan dari masa depan tersaji di Cikarang hari ini. Sebuah drone pengantar barang mengudara, bukan dikendalikan oleh pilot dari darat, melainkan terbang mandiri menuju tujuannya, dipandu oleh jaringan super cepat 5G.

    Inilah inovasi yang diluncurkan oleh XLSMART dan ASTRAtech, digadang-gadang sebagai solusi revolusioner untuk industri manufaktur Indonesia.


    Di balik decak kagum teknologi dan janji-janji efisiensi, inovasi ini menyimpan sejumlah pertanyaan besar dan konsekuensi yang tak terucap: seberapa siap Indonesia untuk era ini?

    Janji Manis Efisiensi di Angkasa

    Drone Otonom 5G Mengudara di Cikarang: Revolusi Logistik atau Ancaman Baru Bagi Tenaga Kerja?
    Di atas kertas, solusi ini terdengar seperti obat mujarab. Drone otonom ini menjanjikan pengiriman barang antar pabrik yang lebih cepat, lebih hemat biaya, dan mampu menjangkau lokasi sulit. Dilengkapi kamera live streaming dan pendaratan presisi, teknologinya memang memukau.

    Chief Enterprise Business Officer XLSMART, Feby Sallyanto, dengan optimis menyatakan bahwa inovasi ini adalah jawaban atas berbagai tantangan industri.

    “Solusi ini akan menjadi jawaban atas tantangan distribusi yang sering dihadapi oleh pelaku industri manufaktur, seperti keterbatasan tenaga kerja, akses pengiriman yang sulit, dan kebutuhan akan efisiensi waktu serta biaya,” ujar Feby.
    Pernyataan "keterbatasan tenaga kerja" menjadi kunci yang menarik perhatian.

    Pertanyaan Kritis di Balik Klaim 'Karya Anak Bangsa'

    Klaim operasional berbasis 5G terdengar canggih, ada banyak tantangan riil di lapangan. Apakah jangkauan dan stabilitas jaringan 5G di kawasan industri yang luas sudah cukup mumpuni untuk menjamin penerbangan drone otonom yang krusial dan harus bebas dari kegagalan? Sebuah gangguan sinyal kecil bisa berakibat fatal.

    Selain itu, narasi "karya anak bangsa" dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi juga perlu dilihat lebih dalam.

    Meski dikembangkan oleh laboratorium inovasi XLSMART, peran manufaktur drone pihak ketiga menimbulkan pertanyaan tentang seberapa dalam inovasi perangkat keras ini benar-benar diciptakan dari nol di dalam negeri.

    Gajah di dalam Ruangan: Nasib Pekerja Logistik

    Inilah kritik yang paling tajam. Istilah-istilah korporat seperti "efisiensi", "menghemat tenaga kerja", dan "tanpa intervensi manusia" pada dasarnya adalah eufemisme untuk otomatisasi pekerjaan.

    Artinya, pekerjaan yang hari ini dilakukan oleh kurir, supir pengantar barang, atau staf logistik antar-pabrik, secara terang-terangan menjadi target untuk dihilangkan dan digantikan oleh mesin.

    Direktur ASTRAtech, Henri Paul, berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan turut mengembangkan kompetensi mahasiswa.

    Namun, pada akhirnya, peluncuran drone otonom ini adalah sebuah tonggak sejarah teknologi yang tak bisa dipungkiri.

    Tapi ia juga menjadi pengingat keras bahwa setiap revolusi industri selalu memiliki dua sisi. Ukuran keberhasilan sesungguhnya bukanlah seberapa cepat sebuah paket tiba, melainkan seberapa bijak kita mengelola dampak sosial yang terbangbersamanya.
    (dan)
    Komentar
    Additional JS