Efek Kebocoran Data, Perusahaan Indonesia Kini Berlomba Bangun SOC - GadgetDIVA
GadgetDIVA - Pendirian Pusat Operasi Keamanan (SOC) kini menjadi prioritas utama bagi banyak korporasi guna memperkokoh sistem pertahanan digital mereka. Selain untuk mempercepat reaksi terhadap serangan, keberadaan unit ini juga dianggap mampu memberikan nilai tambah dalam persaingan bisnis. Menariknya, meskipun otomatisasi semakin berkembang, peran tenaga ahli manusia tetap tidak tergantikan dalam mengambil keputusan krusial dan mengelola keamanan secara efektif.
Secara definitif, SOC merupakan unit khusus yang bertugas mengawasi dan memproteksi seluruh infrastruktur teknologi informasi secara terus-menerus. Fungsi utamanya mencakup pendeteksian dini serta analisis mendalam terhadap berbagai potensi ancaman siber yang bersifat proaktif. Kajian terbaru dari Kaspersky melibatkan ratusan pemimpin TI di 16 negara untuk memetakan strategi dan tantangan dalam mengimplementasikan unit keamanan ini di masa depan.
Hasil riset global menunjukkan bahwa separuh dari perusahaan di dunia berambisi membangun SOC demi memperkuat postur keamanan mereka dari serangan yang kian berbahaya. Di Indonesia, kesadaran ini bahkan lebih tinggi, di mana sekitar 58% responden meyakini bahwa SOC adalah solusi utama untuk meningkatkan level proteksi data mereka. Angka ini mencerminkan urgensi perlindungan aset digital yang semakin meningkat di tanah air.
Selain faktor keamanan utama, terdapat alasan pendukung seperti optimasi anggaran dan kebutuhan untuk mengawasi perangkat pengguna yang semakin luas. Sekitar 40% organisasi juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan informasi dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. Perusahaan dengan skala operasional besar biasanya memiliki dorongan yang lebih kuat karena tekanan regulasi dan kompleksitas bisnis yang mereka hadapi.
Aspek pemantauan non-stop selama 24 jam menjadi kebutuhan yang paling banyak dicari oleh organisasi saat merancang SOC. Pengawasan tanpa henti ini bertujuan untuk mendeteksi kejanggalan sejak dini sebelum masalah tersebut membesar dan mengganggu stabilitas sistem. Di Indonesia sendiri, mayoritas perusahaan sepakat bahwa fungsi investigasi dan analisis insiden merupakan tugas vital yang harus didelegasikan kepada unit SOC.
Dalam hal strategi operasional, terdapat perbedaan fokus antara perusahaan yang memilih jalur mandiri dengan yang menggunakan pihak ketiga (outsourcing). Perusahaan yang membangun SOC secara internal cenderung lebih mengutamakan kontrol ketat pada manajemen akses pengguna. Sebaliknya, organisasi yang menggunakan layanan eksternal lebih tertarik pada metodologi evaluasi pengalaman atau “lessons learned” untuk meningkatkan pertahanan mereka di masa depan.
Meskipun teknologi canggih seperti Intelijen Ancaman dan sistem SIEM menjadi pilihan utama, efektivitas alat-alat tersebut tetap bergantung pada keahlian manusia. Teknologi berfungsi untuk menyaring data dan mengurangi beban kerja, namun analis profesional tetap dibutuhkan untuk menginterpretasikan temuan yang rumit. Di Indonesia, penggabungan antara alat pendeteksi titik akhir (EDR) dan kecerdasan manusia menjadi kombinasi strategi yang paling banyak direncanakan.
Pakar keamanan menekankan bahwa keberhasilan SOC tidak hanya terletak pada kecanggihan perangkat lunak, tetapi juga pada perencanaan proses yang matang dan distribusi sumber daya yang efisien. Mengingat kerentanan Indonesia terhadap serangan ransomware dan ancaman tingkat tinggi, pembangunan SOC dianggap sebagai langkah wajib bagi organisasi modern. Tanpa unit pertahanan yang responsif, perusahaan akan sulit bertahan di tengah serangan siber yang kian masif dan kompleks.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.