0
News
    Ingin Cepat Kaya? Kerja, Jangan Judi - Kumpulan Informasi Teknologi Hari ini, Setiap Hari Pukul 16.00 WIB
    Home Berita Featured HP Spesial

    Efisiensi Brutal, HP Bakal PHK Massal 6.000 Pekerja hingga 2028 - Viva

    5 min read

     

    Efisiensi Brutal, HP Bakal PHK Massal 6.000 Pekerja hingga 2028

    Jakarta, VIVA – HP secara resmi menyatakan bahwa mereka akan memangkas antara 4.000 hingga 6.000 karyawan secara bertahap hingga tahun fiskal 2028. Pemangkasan itu akan memengaruhi beberapa unit kunci dalam perusahaan, termasuk divisi pengembangan produk dan sejumlah fungsi operasional. 

    Lebih dari 10.000 Perusahaan di Jepang Bangkrut pada 2025, Ada Apa?

    Hal tersembunyi disampaikan CEO HP, Enrique Lores. Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian utama dari upaya efisiensi jangka panjang yang ditujukan untuk memperbaiki struktur biaya perusahaan.  

    “Kami memperkirakan inisiatif ini akan menciptakan penghematan tingkat run rate kotor sebesar US$1 miliar (atau setara sekitar Rp16,7 triliun) selama tiga tahun,” ujarnya sebagaimana dikutip dari CNN, Kamis, 27 November 2025.

    Rekrutmen Dibuka Besar-besaran tapi PHK Jalan Terus, Begini Peta Pasar Kerja 2026

    Lores menegaskan, pemangkasan tenaga kerja ini bukan sekadar penghematan, melainkan cara perusahaan mempercepat strategi produk jangka panjang, terutama yang berkaitan dengan teknologi kecerdasan buatan. 

    Ilustrasi PHK

    Negara Dapat Rp5,27 T! Puluhan Perusahaan Sawit dan Tambang Akhirnya Bayar Denda Pemanfaatan Kawasan Hutan

    HP melihat lonjakan permintaan terhadap laptop dan perangkat berbasis AI dalam enam bulan terakhir. Menurut perusahaan, lebih dari 30 persen pengiriman HP pada kuartal terakhir berasal dari perangkat yang sudah dilengkapi kemampuan AI. Kondisi tersebut menunjukkan pasar sedang memasuki era baru, di mana perangkat AI menjadi standar baru bagi konsumen maupun pelaku industri.

    Namun, di balik meningkatnya permintaan tersebut, muncul satu tantangan besar dari sisi biaya produksi, terutama terkait chip memori. Kenaikan permintaan server dan pusat data global telah menyebabkan lonjakan harga chip memori. 

    Para analis dari Morgan Stanley memperingatkan bahwa lonjakan harga chip memori global yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari pusat data dapat mendorong biaya naik dan menekan laba produsen elektronik konsumen seperti HP, Dell, dan Acer, para analis Morgan Stanley telah memperingatkan.

    Lonjakan harga ini berdampak langsung pada margin keuntungan produsen perangkat keras, terutama karena chip memori seperti DRAM dan NAND menjadi komponen utama hampir semua produk modern.

    HP mengakui bahwa tekanan biaya ini berpotensi menggerus profit perusahaan, terutama setelah 2026. Enrique Lores menjelaskan bahwa dampak terbesar dari kenaikan harga chip kemungkinan baru terasa pada paruh kedua tahun fiskal 2026. 

    Meski begitu, perusahaan masih memiliki cadangan dan strategi mitigasi yang cukup kuat untuk melewati paruh pertama tahun tersebut. Lores juga memaparkan beberapa langkah yang sedang disiapkan HP untuk memperkuat efisiensi internal. 

    “Kami mengambil pendekatan yang berhati-hati untuk panduan kami pada paruh kedua, sambil pada saat yang sama menerapkan tindakan agresif seperti memenuhi syarat pemasok berbiaya lebih rendah, mengurangi konfigurasi memori, dan melakukan tindakan penyesuaian harga,” ungkapnya. 

    Beberapa langkah efisiensi tersebut, menurut HP, akan membantu perusahaan menjaga daya saing dan tetap mampu menawarkan perangkat berbasis AI di harga yang kompetitif. Di sisi lain, perusahaan juga tetap mengincar pertumbuhan pendapatan dari penjualan perangkat komersial dan lini produk premium yang dinilai masih memiliki permintaan stabil.

    Dari sisi proyeksi keuangan, HP memberikan gambaran yang cukup realistis untuk dua tahun mendatang. Untuk tahun fiskal 2026, HP memperkirakan laba per saham berada pada kisaran setara US$2,90 hingga US$3,20, atau sekitar Rp48.430 hingga Rp53.440. 

    Angka tersebut berada di bawah ekspektasi analis. Untuk kuartal pertama, laba per saham diperkirakan berada pada kisaran US$0,73 hingga US$0,81, atau sekitar Rp12.191 hingga Rp13.527. Sementara itu, pendapatan HP pada kuartal terakhir mencapai US$14,64 miliar, setara sekitar Rp244 triliun, sedikit lebih tinggi dibanding proyeksi analis.

    Meski menghadapi tekanan dari sisi biaya dan restrukturisasi besar, perusahaan tetap menilai arah pertumbuhan jangka panjang masih positif, terutama karena gelombang perangkat AI diprediksi terus berkembang hingga beberapa tahun ke depan. Permintaan dari sektor komersial, pendidikan, hingga industri kreatif diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.


    Komentar
    Additional JS