Gugatan Balasan xAI Picu Sorotan, Grok Dituding Bahayakan Perempuan - GadgetDIVA
Gugatan Balasan xAI Picu Sorotan, Grok Dituding Bahayakan Perempuan
GadgetDIVA - Langkah hukum xAI baru-baru ini benar-benar mengejutkan banyak pihak. Carrie Goldberg, pengacara yang mewakili St. Clair, menyebut gugatan balasan tersebut sebagai manuver yang “mengagetkan” dan belum pernah ia temui sebelumnya sepanjang kariernya sebagai pengacara.
Menurut Goldberg, kliennya tidak akan mundur. St. Clair disebut siap mempertahankan forum hukumnya di New York dengan penuh keyakinan. Namun, yang lebih penting, Goldberg menekankan bahwa di mana pun perkara ini diadili, substansi utama gugatan tetap tak bisa diabaikan.
Ia menilai inti persoalan terletak pada dampak serius teknologi AI yang dikembangkan xAI. Dalam pernyataannya, Goldberg menyebut bahwa produksi gambar seksual eksplisit tanpa persetujuan terutama yang menargetkan perempuan dan anak perempuan, menjadikan produk tersebut sebagai gangguan publik sekaligus produk yang tidak aman secara wajar.
Sementara itu, xAI melalui platform X merespons dengan mengumumkan serangkaian langkah pengamanan tambahan untuk Grok, chatbot berbasis AI mereka. Salah satu perubahan penting adalah pembatasan fitur pembuatan dan pengeditan gambar yang kini hanya tersedia untuk akun berbayar. Menurut X, kebijakan ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas pengguna.
Tak hanya itu, X juga menegaskan sikap tegasnya terhadap konten bermasalah. Perusahaan menyatakan memiliki nol toleransi terhadap eksploitasi seksual anak, ketelanjangan tanpa persetujuan, serta konten seksual yang tidak diinginkan. Konten semacam itu, klaim X, akan langsung dihapus tanpa kompromi.
Lebih jauh, X menyebut bahwa akun yang terlibat dalam distribusi materi pelecehan seksual anak akan segera dilaporkan ke aparat penegak hukum. Pernyataan ini menjadi upaya perusahaan untuk menunjukkan komitmen terhadap keamanan digital dan perlindungan pengguna.
Namun demikian, polemik ini kembali memunculkan pertanyaan besar tentang tanggung jawab perusahaan AI. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi generatif, kasus ini menjadi pengingat bahwa inovasi tanpa pengamanan memadai dapat berujung pada risiko sosial dan hukum yang serius.
Bagi publik, sengketa ini bukan sekadar soal gugatan. Ini adalah refleksi dari tantangan global dalam mengelola AI secara etis bagaimana memastikan teknologi canggih tetap melindungi martabat manusia, bukan justru membuka celah penyalahgunaan.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di Google News. Baca berita otomotif untuk perempuan di Otodiva.id, kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi Gizmologi.id. Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca Traveldiva.id.